
Radit terdiam ia menyodorkan surat cerai pada putra satu-satunya itu. "Sayangnya surat cerai kalian sudah papa urus, dan kau akan papa jodohkan dengan Karin putri sahabat papa Yasha."
"Dijodohkan!?." Timpal Alvan dengan raut wajah keheranan, apa yang diucapkan papanya ini benar atau sedang ngelantur?.
"Pah..." Potong mama Diana.
"Ya! dijodohkan dengan Karin model muda yang terikat kontrak dengan perusahaanmu." Balas Radit.
"Dijodohkan apanya aku kan sudah beristri? papa ini becanda ya?."
"Alvan!." Sentak Radit.
Alvan menatap sang mama seolah mencari jawaban dari balasan tatap mata Diana, namun Diana hanya menghela nafas berat seolah tak tahu harus berbuat apa.
"Kau memang memiliki istri tapi sosok istri itu tidak berguna apalagi melayani hanya status saja, dan Al hubungan diantara kalian juga dari sananya penuh gejolak dendam walaupun sudah berakhir. Tapi apa kamu benar tak mau menceraikan Ghea?." Ujar Radit panjang lebar.
"Hanya karena hubunganku dan Ghea selama ini tidak ada kemajuan papa menawarkan hal gila?." Timpal Alvan.
__ADS_1
"Alvan!." Sentak Radit.
"Pah! bicara ya bicara jangan pakai emosi mama tak mau." Diana menahan sang suami agar tenang.
Alvan berusaha menahan amarah ia heran dengan sikap papanya akhir-akhir ini.
"Hubunganmu selama dua tahun ini yang tidak ada perkembangan menjadi alasan papa untuk menjodohkan, mengharap hadirnya sosok cucu hancur dengan hubungan kalian, jadi lebih baik cerai jika masih begitu-begitu saja!." Lanjut Radit.
"Ghea wanita yang sudah ku cintai selama 8 tahun dengan mudahnya papa menyuruh Karin menggantikan posisi dia?." Tanya Alvan dengan nada tinggi. "Yang benar saja pah.."
"Jika kau keberatan jadikan Ghea istri pertama dan Karin kedua, biar dia yang memberi papa cucu karena Ghea tak bisa."
"Ma papa belum selesai.."
"Gak! mama gak setuju." Tegas Diana naik darah ia keheranan dengan Radit. "Bukan Ghea tak bisa namun hubungan mereka belum dekat untuk memberikan keturunan."
Selama 5 menit tidak ada yang bersuara, mereka berkecamuk dengan pikiran masing-masing.
__ADS_1
"Pah yang ingin ku bicarakan aku sudah menemui Ghea hubungan kami mulai membaik dan sebenarnya ini kabar yang ingin ku sampaikan tadi. Bahkan sekarang Ghea ada di rumahku." Ucap Alvan tanpa basa-basi.
Diana dan Radit terkejut.
"Jadi benar apa yang diucapkan Rama?." Tanya Diana.
Alvan hanya menghela nafas panjang, sudah dapat dipastikan jika semua aktivitas lelaki itu dipantau sang paman atas suruhan orang tuanya.
"Ya paman Rama benar, jadi jodoh menjodohkan itu batalkan karena sangat menggelikan pah aku mohon ini seperti bukan papa yang aku kenal." Tukas Alvan.
"Masalah sosok cucu keturunan yang kalian nanti dari diriku sedang ku perjuangkan, Ghea tetap istri dan wanitaku. Jika papa kukuh pada apa yang papa inginkan aku juga tetap kukuh dengan apa yang ku pertahankan!." Lanjut Alvan.
Radit terdiam setelah mendengar hubungan Alvan dan Ghea saat ini.
"Karin ya? Karin model sexy itu pah? mama bahkan belum bertemu dan mengobrol langsung yang benar saja mama juga sepertinya besok mau menemui Ghea." Celetuk Diana menyudutkan sang suami.
"Papa sudah mengatur pertemuan besok malam antara keluarga kita dan Yasha di restoran C. Masalah ini akan jadi pertimbangan papa, karena sudah terlanjur dan untuk menghargainya tidak salah kita datang ke sana." Timpal Radit.
__ADS_1
"Haish!." Gerutu Alvan.