Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 47


__ADS_3

.......


.......


Untuk kedua kalinya Alvan dan Ghea melakukan hubungan badan suami istri penuh gairah, peluh membasahi tubuh mereka. Milik Ghea kembali hangat akan cairan yang keluar dari Alvan.


Dengan nafas yang masih ngos-ngosan Alvan mengelus wajah cantik Ghea mengecup kening wanitanya lama. "I love you.."


"I love you more." Balas Ghea.


"Bagaimana jika aku masih menginginkannya?."


Ghea mencubit perut sixpack Alvan. "Kau tidak lelah hmm?."


"Aww! sakit sayang.." Pekik Alvan.


"Habisnya.. Sudah berapa kali coba? aku lelah."


Alvan tersenyum ia memeluk tubuh Ghea erat. "Enggak aku hanya becanda, tadi itu sangat nikmat sekali."


Pipi Ghea merona mendengar perkataan vulgar sang suami.


Tangan kekar Alvan mengelus perut rata Ghea. "Cepat hadir ya, daddy sangat menanti."


"Daddy doank? aku mommy nya kemana? nanti yang mengandung anakmu aku loh Al." Potong Ghea protes.


Alvan menggigit bibir bawahnya karena gemas. "Iya sayang iya, tentu saja daddy dan mommy menanti kehadiran dirimu."


Kini Ghea yang terkekeh.


Tangan kekar Alvan masih bermain manja di antara dua gundukan kencang Ghea yang menggoda itu, bibirnya tak henti mengecup leher jenjang Ghea dari belakang. "Mari kita istirahat."

__ADS_1


"Hmm."


"Good night sweetie."


"Good night." Balas Ghea sambil mengecup tangan kekar Alvan.


Dengan posisi tidur telanjang bulat, keduanya perlahan memejamkan mata akan lelah panasnya melakukan hubungan badan yang begitu menggairahkan.


.


Jakarta timur..


Tok tok tok!


08:00 pagi.


Sonya membuka pintu saat ada yang mengetuknya di pagi hari. "Sebentar."


"Ada yang mau gue tanyain ke lo Sony."


"Hmmm?."


"Gak nyuruh gue untuk masuk ke dalam?." Sengaja Farel.


"Ya ya masuk silahkan." Sonya memberi jalan.


Farel hanya terkekeh dan masuk ke dalam, mereka berdua duduk di kursi ruang tamu. Sonya sendiri masih pakai baju tidur namun tidak menutupi kecantikannya.


"Ada apa Rel?."


"Sudah dua pagi Ghea gak ada di butik katanya ke Jakarta pusat mengantarkan hasil design, lo tahu dia kemana?." Tanya Farel.

__ADS_1


Sonya yang memang sudah tahu tak langsung menjawab. "Kalo lo gue kasih tahu mau apa?."


"Kemungkinan gue kesana nyusul, niatnya dua hari lagi gue ulang tahun and mau ngadain party." Farel to the point.


"Rel ada hal yang belum lo ketahui dari sosok Ghea, mangkanya dari dulu gue selalu menekan lo agar gak terlalu berharap lebih."


"Maksudnya?." Farel mengerutkan kening.


Sonya menghela nafas panjang. "Ghea udah nikah sejak dua tahun lalu, dan sekarang dia di Jakarta pusat bersama suaminya."


Hening beberapa saat setelah Sonya berucap, Farel terdiam mencerna ucapan Sonya yang cukup membuat dirinya begitu terkejut.


"Gue gak mau bikin lo sakit hati berkepanjangan karena mengharap istri orang lain, ini juga demi kebaikan kalian berdua sorry Rel." Lanjut Sonya merasa tak nyaman membuat mood orang buruk di pagi hari.


Farel tak langsung menjawab ia seperti fokus dengan pikirannya. "Jika itu benar gak masalah buat gue."


"Ha? maksudnya lo mau tetep ngejar Ghea?." Potong Sonya panik.


"Gak lah Sony gue laki apaan! maksud gue, gue tetep bakal menganggap Ghea sahabat dekat dan tentang party itu gue tetep bakal ngajak dia minta izin ke suaminya." Balas Farel.


Sonya tersenyum. "Kirain Rel lo bakal menyeleweng, sekarang lupakan Ghea fokus kembali sama kehidupan lo masih banyak wanita lain."


"Hmmm of course, Sony?."


"Ya?." Balas Sonya.


"Nanti nemuin Ghea sama lo."


"Orang lain masih ada temen-temen lo Rel, gue sibuk."


"Gak gue maunya sama lo!."

__ADS_1


"Ck! ya ya."


__ADS_2