Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 65


__ADS_3

Dilihatnya lama tespack itu karena ada surat juga, Alvan langsung mengambil dan membacanya.


"Bagaimana? aku sedang mengandung anakmu Al, ini jawaban mengapa aku tak tahan mencium aroma tubuhmu. Karena ada acara aku keluar dulu ya, jadi agar kau tak marah aku memberikan kejutan ini, tunggu aku pulang honey."


Alvan menutup mulut dengan tangan, jantungnya semakin berdebar tak karuan akan rasa bahagia yang tak terbendung. Mata pria itu berkaca-kaca seolah tak percaya. "Apa ini mimpi?." Entah berapa kali Alvan melihat tespack itu memastikan garis dua atau tidaknya.


Saat hendak memberitahukan kabar bahagia itu kepada mama Diana dan papa Radit, Alvan mengurungkan niat padahal handphone sudah digenggam. "Tidak, harus dengan istriku datang ke rumah utama."


Alvan mengambil kunci mobil ia berlari keluar kamar menuju halaman, ia menelpon Ghea namun istrinya itu tak kunjung menjawab. "Kemana dia?."


Karena tidak ada jawaban Alvan memilih melajukan mobilnya menuju tempat dimana Ghea berada.


Greget rasanya orang yang memberikan surprise tidak ada wujud. "Mau memeluknya bagaimana?!." Gerutu Alvan.


.


Rumah utama.


"Ma?." Tanya papa Radit.


"Iya?." Balas mama Diana yang sedang merapikan pakaian pada lemari.

__ADS_1


"Ini ada pesan dari Alvan katanya ada yang mau diomongin ke kita berdua, mereka sepertinya menuju ke sini." Ujar Radit setelah melihat pesan dari sang putra.


Mama Diana menoleh. "Bareng Ghea pah?."


"Sepertinya begitu."


"Oke mari kita tunggu, aku tak sabar bertemu dengan mantuku." Seperti biasa mama Diana sangat antusias jika bertemu dengan Ghea. "Aku harus mempersiapkan sesuatu untuknya."


Papa Radit hanya ngikut saja.


"Sepertinya ada sesuatu yang mendebarkan, tumben Alvan mengirim pesan seperti itu." Timpal Diana.


"Oke."


Tidak berselang lama saat Diana dan Radit keluar kamar menuju ruang keluarga, sebuah pesan kembali masuk pada handphone papa Radit. "Bentar ma sepertinya dari Alvan."


"Buka dulu pah."


Radit membuka pesan yang masuk ke dalam handphonenya, bukan dari Alvan melainkan pesan dari seseorang dengan nomor yang tak dikenal.


Deg!

__ADS_1


Jantung papa Radit seolah berhenti raut wajahnya tegang menandakan murka setelah melihat isi pesan, mama Diana terkejut dengan perubahan wajah sang suami. "Ada apa pah? kenapa?."


"Anak tak tahu diuntung!!!!." Bentaknya membuat mama Diana terkejut.


"Kenapa pah!?." Diana mengambil handphone dari tangan Radit kemudian ia melihatnya juga isi pesan yang ternyata sebuah foto.


Mata Diana melotot melihat pesan yang dilihatnya, terlihat dalam foto tersebut Ghea saling tindih dengan seorang pria, tangan pria itu memeluk perut Ghea sangat erotis ditambah posisi keduanya yang begitu extrim.


"Di saat putraku mati-matian mengejar cintanya, dia malah selingkuh dengan lelaki lain apa-apaan ini! gak bener tuh anak ma papa udah punya feeling kemungkinan juga ia bohong jika mencintai putra kita dengan tulus, papa kecewa sudah berbaik hati!." Murka Radit.


Diana terdiam ia tak langsung menjawab, dirinya juga terkejut. "Ini dari siapa pah?."


"Mana papa tahu nomornya juga tak dikenal!." Balas Radit memijit pusing kening sambil mondar-mandir.


"Mama rasa Ghea tidak seperti itu jangan cepat menyimpulkan pah, lihat raut wajah Ghea yang tampak syok dengan posisi ini."


"Bela saja terus menantu kesayangan mama itu sampai lupa Alvan yang harus dibela!."


"Bukan begitu maksud mama pah dengerin dulu!." Diana ikut naik pitam. "Mereka nanti akan ke sini kita tanya mengenai foto ini, jangan dulu pakai emosi dan suruh orang kepercayaan untuk menyelediki pengirim foto, mama mohon..."


"Ck!."

__ADS_1


__ADS_2