Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 68


__ADS_3

8 bulan kemudian setelah Ghea diketahui mengandung....


Banyak hal yang dilewati Alvan menghadapi sang istri yang sedang mengandung anaknya, tidak mudah apalagi waktu awal kehamilan Alvan cukup tersiksa selama kurang lebih 2 bulan menghadapi ngidam Ghea yang beragam.


Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang Alvan bahkan bahagia menjalaninya, ya walaupun pernah suatu saat Ghea ngidam ingin melihat suaminya berambut merah selama 1 minggu.


Sebagai pemimpin perusahaan cukup susah bagi Alvan bagaimana reaksi orang kantor melihatnya atau klien penting, namun ya itu walaupun dia merasa tertekan dan kikuk sendiri asalkan sang istri bahagia Alvan ikut bahagia.


Hari-hari dilalui dengan rasa penuh penantian akan buah hati yang selama ini mereka tunggu, Alvan sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menemani Ghea sedangkan perusahaan Haikal dan paman Rama yang ikut andil.


Seperti hari ini rencananya pasutri itu belanja ke mall untuk membeli perlengkapan bayi mulai dari kereta dorong bayi, mainan bayi, popok bayi bahkan bajunya juga. Hasil USG membuktikan bahwa janin yang dikandung Ghea berjenis kelamin laki-laki, tentu saja Ghea akan membeli baju bayi laki-laki yang sangat bagus dan lucu.


Keduanya masuk mobil lalu Alvan melajukan mobilnya membelah jalanan raya menuju tempat perbelanjaan.


"Tinggal menunggu satu bulan lagi mas." Ucap Ghea yang sekarang sudah memanggil sang suami dengan sebutan mas.


Sambil menyetir Alvan tersenyum menggenggam tangan istrinya. "Iya sayang, setelah putra kita lahir entah bagaimana rasa bahagia ini mungkin aku akan menjadi lelaki paling bahagia di dunia."


Ghea tersenyum ikut senang, jika dipikir-pikir ia dulu sempat meragukan ketulusan cinta Alvan yang ia anggap hanya belaka semata, atau bisa dikatakan mungkin Alvan mengaku mencintainya karena dendam setelah resmi menikah ia akan balas dendam seperti kisah pada novel yang selalu Ghea baca.

__ADS_1


Namun ternyata tidak, sudah sejauh ini Alvan masih memperlakukan Ghea layaknya seorang ratu, setiap ucapannya benar adanya. Di sini Ghea merasa jika dirinya salah satu wanita beruntung itu, walaupun tidak mudah juga ada pada posisinya.


"Sudah sampai sayang, ayo."


"Hmm."


Alvan keluar duluan ia langsung membuka pintu mobil sambil merangkul tubuh sang istri, keduanya memasuki mall ternama kesana-kemari mencari barang yang dicari.


20 menit kemudian.


Dua bodyguard yang ikut membawa belanjaan sudah kerepotan, setelah selesai langsung memasukkan belanjaan ke dalam mobil.


Entah habis berapa uang, Alvan mempersilahkan saja sambil menemani. "Apa ada lagi sayang?."


"Oke."


Alvan membayar semua keperluan untuk anaknya nanti, total semua menjadi 120 juta.


Setelah selesai mereka berdua berjalan santai menuju mobil untuk pulang. Di tangan, Ghea membawa kereta dorong bayi.

__ADS_1


"Biarkan bodyguard yang membawanya."


"Aku saja mas, sudah terasa nanti akan seperti ini membawa anakku." Balas Ghea sambil tersenyum.


"Ya sudah mas ikut saja apapun itu asal kau senang, yakin keperluan tadi tidak kurang sayang?." Tanya Alvan.


"Lebih dari cukup jangan dulu beli banyak-banyak."


"Oke." Alvan tak lepas merangkul tubuh sang istri.


Entah tak sengaja atau apa, kereta dorong bayi tiba-tiba terlepas dari tangan Ghea maju dengan sendirinya ke depan. "Eh mas!." Panik Ghea.


"Tunggu di sini." Alvan berlari kecil menyusul, saat pegangannya sampai Alvan malah tersandung hingga jatuh bersama kereta dorong bayi itu.


Ghea terkejut ia langsung menyusul.


"Tak apa sayang aku tak.......


"Ya ampun...." Bukannya menolong suami dulu malah kereta bayi yang Ghea khawatirkan.

__ADS_1


Alvan terdiam tak sempat menyelesaikan ucapan. "Haisshh, apa benda itu lebih berharga dari diriku sayang?."


Ghea hanya terkekeh sekilas kemudian menghampiri suaminya. "Sorry mas."


__ADS_2