Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 43


__ADS_3

.......


Penjara


Niko terlihat fokus dengan kertas dan bolpoin di tangan, entah apa yang ia tuliskan terlihat banyak sekali. Ghea yang berjalan ke arahnya tersenyum.


"Waktumu 30 menit.." Ucap polisi yang mengantar.


Ghea mengangguk.


"Pah..." Lirihnya.


Mendengar suara yang tak asing Niko seketika menoleh. "Ghe? putriku!.."


Polisi membukakan pintu sel penjara, ayah dan anak itu berpelukan mereka digiring menuju tempat kursi duduk kunjungan narapidana.


"Pak saya butuh privasi untuk mengobrol dengan papa.." Pinta Ghea.


Polisi itu melangkah pergi mengawasinya dari kejauhan.


"Bagaimana kabar papa? teman sel papa om yang waktu itu kemana?." Tanya Ghea.


"Papa baik-baik saja, teman papa 2 hari yang lalu sudah dibebaskan Ghe."


"Kapan ya papa?.." Harap Ghea dengan wajah sedih.


"Masih lama sayang." Niko mengelus rambut putri tercintanya. "Jangan sedih kita sering bertemu, bagaimana dengan karirmu?."


"Semuanya berjalan baik.."

__ADS_1


"Syukurlah, hubunganmu dengan Alvan apa ada kemajuan? atau kau masih bersikukuh ingin bercerai dengannya?." Lanjut Niko.


Ghea tak langsung menjawab cukup lama ia terdiam. "Berapa kali pun aku menolak namun hati berkata lain, aku memutuskan untuk menerima Alvan menjadi pasanganku pah."


Niko tersenyum. "Walaupun hubungan kita dulu penuh gejolak, tetap ikuti kata hatimu Ghe papa tahu sosok Alvan bagaimana ia memang sangat membenci papa tapi untuk membencimu lelaki itu tak sanggup terkalahkan dengan rasa cintanya yang begitu besar."


"Dimana dia sekarang, apa ikut ke sini?." Lanjut Niko.


Ghea menggeleng. "Tadi kita bertemu di perusahaan, namun aku ke sini memutuskan sendiri pah."


"Bagaimana dengan keluarganya?." Tanya Niko.


"Setelah dua tahun aku belum bertemu lagi dengan om Radit dan tante Diana." Balas Ghea.


Niko terdiam ia memegang tangan putrinya. "Ghe dengarkan papa, apapun yang terjadi kepadamu nanti tetap di sisi Alvan selagi dia masih mencintaimu."


Anak dan ayah itu terus mengobrol menghabiskan waktu, hingga tak terasa polisi datang untuk memisahkan keduanya.


"Sehat-sehat papa sayang kamu." Ucap Niko sambil mengecup kening Ghea.


"Aku juga pah.." Balas Ghea memeluk sang papa.


Setelah Niko kembali masuk jeruji besi, Ghea pamit kembali untuk pulang.


.......


Siang tergantikan dengan malam...


Alvan menunggu Ghea di perusahaan setelah barusan menghubunginya, para karyawan dan yang lain sudah pulang satu persatu hanya menyisakan penjaga yang berkeliling.

__ADS_1


Lift terbuka keluarlah Ghea dari sana. "Apa sudah lama?."


"Kau tahu aku khawatir membiarkan dirimu keluyuran sendiri hingga malam?." Gerutu Alvan yang langsung menarik tubuh Ghea ke dalam dekapan.


"Bukan masalah karena aku tahu kau sendiri pasti menguntit dengan para bodyguard itu bukan?." Potong Ghea.


"Ck, tetap saja.." Lirihnya manja sambil mencium lama pipi lembut Ghea.


"I-ini di kantor bagaimana jika ada yang lihat!." Berontak Ghea sambil melepas pelukan Alvan.


"Kantor ini milikku lagian yang lain sudah pulang sayang."


Ghea manggut-manggut saja.


Alvan menarik tangan istrinya, lelaki tampan itu tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya saat rasa cinta terbalas. "Kita pulang, sopir sudah menunggu."


Mereka menuju lantai utama bersama, sampai di parkiran langsung memasuki mobil.


Tanpa mereka sadari sebuah kamera memotretnya diam-diam.


Alvan dan Ghea berlalu dari perusahaan menuju mansion.


Para pelayan yang ada di mansion Alvan terkejut melihat nyonya-nya yang selama ini pergi pulang kembali, Ghea tersenyum ramah menyapa mereka.


Di mansion banyak sekali yang berubah, Alvan membawa Ghea masuk ke kamarnya.


"Pindah kamar?." Tanya Ghea sambil melihat sekeliling kamar Alvan sekarang.


Alvan membuka kancing kemejanya satu persatu. "Ya pindah, karena kamar sebelah yang dulu kita tempati membuatku tersiksa dengan ketidak hadiran dirimu, jadi aku di sini."

__ADS_1


__ADS_2