Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 53


__ADS_3

.......


Nox Company


Haikal masuk ke dalam ruangan CEO setelah Alvan mempersilahkan, ia meletakkan sebuah map di atas meja. "Yang kau minta tuan."


"Terimakasih."


"Di luar ada Karin ia minta izin ingin menemuimu." Lanjut Haikal.


"Itu tidak penting biarkan saja." Balas Alvan sibuk pada layar komputer.


"Katanya ada hubungan dengan Ghea."


"Kurasa mereka tidak begitu kenal."


"Entahlah." Haikal mengangkat bahu menandakan ketidak tahuan.


"Suruh masuk!."


"Baik."


Haikal melangkah untuk membukakan pintu, tidak lama Karin masuk ke dalam melewati Haikal berjalan menuju Alvan.


Tanpa dipersilahkan Karin sudah duduk di hadapan Alvan hanya terhalang meja. Alvan hanya diam saja menatap tanpa ekspresi.


"Bagaimana kabarmu Al?." Tanya Karin.


"Katakan! aku tak suka bertele-tele."


Karin menghela nafas panjang kesal dengan sikap Alvan. "Setelah kemarin rencana perjodohan yang dilakukan keluarga kita, aku setuju membatalkannya juga. Karena tak mau hubungan renggang jadi mari lupakan itu dan kembali berteman baik, bagaimana?."


"Tidak ada jawaban, jika kau ingin berteman baik buktikan dengan tindakan aku akan melihat dari sana!." Balas Alvan.

__ADS_1


Karin tersenyum dan mengangguk.


"Aku menyuruhmu masuk karena ada hubungannya Ghea, apa maksudnya?."


"Bukan hanya denganmu aku juga mulai berteman baik dengan Ghea."


"Tunggu, apa kau memberitahu pertemuan keluarga kita semalam!?." Potong Alvan.


Sontak Karin menggeleng. "Enggak Al sama sekali, aku gak boong."


"Lanjutkan!." Alvan tak mau bertele-tele.


"Jadi karena aku sudah genap usia 24, untuk merayakan party sekaligus menjalin hubungan baik dengan Ghea aku mengajaknya besok ke hotel. Aku harap kau mengijinkannya." Ujar Karin.


Alvan menatap tajam wajah Karin seolah mencari jawaban, namun Karin hanya mengembangkan senyum manisnya dengan polos.


"Kau menemuiku hanya untuk minta izin membawa Ghea party?."


"Hmmm, jika kau khawatir aku melakukan apa atau mungkin masih ragu mengajak party padahal belum lama kenal, datang saja Al kau juga boleh." Ucapnya.


"Apa harus bertanya berapa banyak orangnya?."


"Jawab saja."


"Hanya kita bertiga jika kau ikut, tak ikut pun itu tak masalah biar aku yang menghabiskan waktu bersama teman baruku Ghea." Lanjut Karin.


"Aku ikut!." Tegas Alvan to the point.


Karin menyunggingkan senyum licik namun itu tidak lama agar tidak nampak kecurigaan. "Oke baik."


"Jika tak ada lagi yang ingin disampaikan keluarlah aku sangat sibuk."


Karin berdiri dari duduknya. "Oke maaf mengganggu tuanku Alvan, eh kau juga teman dekatku." Sengaja Karin.

__ADS_1


Alvan acuh tak acuh memilih sibuk dengan pekerjaannya.


Haikal membukakan pintu untuk Karin yang keluar dari ruangan CEO utama.


"Ada apa dengannya? tampak berubah sekali?." Penasaran Haikal. "Mungkin ada sesuatu yang ia rencanakan tuan."


"Jika iya biarkan saja aku akan menikmatinya."


Haikal sendiri merinding mendengar jawaban Alvan. "Jangan keras-keras dia wanita."


"I don't care."


Jika dipikir-pikir oleh Haikal Ghea saja yang notabenenya wanita yang dicintai selama bertahun-tahun Alvan sakiti merenggut kebahagiaan wanita itu saat konflik dendam, apalagi Karin yang bukan apa-apa sudah pasti kejamnya bagaimana.


"Bagaimana butik untuk istriku?."


"Sebentar lagi berkasnya datang untuk anda tanda tangani tuan, setelah itu butik Ghea pindah dan menjadi miliknya." Jawab Haikal.


"Bagus."


Tok tok tok!


Pintu ruang CEO utama diketuk.


"Apalagi!." Kesal Alvan membayangkan wajah Karin.


"Ck!." Haikal ikut kesal, ia berjalan untuk membukakan pintu melihat siapa yang datang.


"Apalagi? tuan Alvan sibuk!.....


"Kau membentakku Haikal?." Potong mama Diana.


"B-Bukan itu nyonya tadi saya kira.....

__ADS_1


"Ah sudah!."Mama Diana mendorong Haikal menerobos masuk ke dalam.


Alvan terkejut melihat kedatangan mamanya. "Kau benar-benar ya Al! jika tak mau cerai dengan Ghea jangan bohong sama mama!."


__ADS_2