Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 61


__ADS_3

Saat lift terbuka Ghea langsung masuk ke dalam tanpa menunggu Alvan, namun saat lift itu hendak tertutup sebuah tangan kekar menahan dan ikut masuk ke dalam lift siapa lagi kalo bukan Alvan.


Lift turun menuju lantai utama, entah apa yang terjadi di sana tidak ada kata sapa ataupun pelukan hangat dari Ghea maupun Alvan sendiri.


Setibanya di lantai utama Ghea keluar lift duluan meninggalkan Alvan di belakang, hati Alvan ganjal dibuatnya walaupun ia juga marah cemburu melihat kebersamaan Ghea dan Evan saat tadi, apalagi Karin memberikan sebuah foto dimana Ghea terjatuh di atas tubuh Evan.


"Alisiya!." Panggil Alvan mengejar langkah Ghea.


Ghea yang sudah di halaman hotel menghentikan langkah saat Alvan memanggilnya.


Alvan tiba di sana berhadapan dengan Ghea, melihat raut wajah Ghea membuat Alvan merasa ada sesuatu yang tak beres di antara keduanya. "Katakan? kenapa sikapmu dingin kepadaku? aku tidak menyukainya saat wanita yang ku cintai seperti ini."


Ghea mengalihkan pandangan, jujur saat tadi Karin telanjang bulat di hadapan Alvan membuat hatinya cemburu walaupun Alvan sama sekali tak tertarik jijik namun tetap saja Ghea tak terima dan kesal.


"Mungkin karena diriku yang sudah mencintaimu jadinya seperti ini." Balas singkat Ghea ia hendak pergi masuk mobil.


"Hey hey..." Timpal Alvan menahan tubuh sang istri. "Bicara kepadaku katakan, look at me honey."

__ADS_1


Ghea menatap lekat wajah tampan Alvan. "Kau melihat tubuh Karin yang telanjang bulat, wanita mana yang tak cemburu menyaksikan itu!."


Alvan menghela nafas lega kekhawatiran nya perlahan menghilang. "Tidak ada yang terjadi malah aku jijik sayang, jika itu membuatmu tak nyaman oke i'am so sorry."


Masih tidak ada jawaban, Ghea hanya diam berkecamuk dengan emosinya. "Kenapa tidak dari tadi menjelaskan itu?."


"Aku juga cemburu dan berang melihat kau dan pria bernama Evan saling tindih dengan posisi sangat extrim!." Alvan to the point.


Ghea mengerutkan kening. "Dari mana kau tahu?."


Alvan mengeluarkan handphone memperlihatkan sebuah foto, memang di sana terlihat adegan tindih menindih antara Ghea dan Evan yang begitu mesra di halaman belakang.


"Foto ini dari mana?." Timpal Ghea.


"Wanita menjijikkan Karin."


Kini Ghea tahu juga alasan mengapa Alvan bersikap dingin, toh dia juga cemburu melihat adegan pada foto itu. "Aku tak tahu apa-apa dia langsung menarik bajuku dari belakang."

__ADS_1


"Kenapa tidak menghindar? aku rasa kamu jago bela diri sayang." Potong Alvan masih panas hati.


"Mau menghindar bagaimana dia katanya ke-pleset, untuk adegan itu aku juga tak menyangkanya."


Alvan memijit pusing kening masih tak terima. "Akan ku beri pelajaran nanti, sekarang ayo kita pulang."


Ghea menghindar saat Alvan hendak merangkul pinggang ramping Ghea. "Aku sama bodyguard saja."


Tanpa menunggu Alvan bicara Ghea langsung masuk mobil. "Jalan pak." Suruh Ghea.


Bodyguard itu terdiam serba salah, sedangkan Alvan tuannya masih berdiri di depan.


Alvan peka dengan apa yang istrinya rasakan bisa dibilang sama juga dengan dirinya yang juga cemburu, Alvan memberi kode kepada bodyguard untuk jalan pulang duluan.


Ia sengaja memberikan waktu dulu untuk wanita yang dicintainya.


Mobil yang ditumpangi Ghea berlalu, sementara Alvan mengikuti di belakang.

__ADS_1


Tanpa disadari Alvan mengembangkan senyum tipis, mengingat Ghea yang cemburu sudah dipastikan jika wanita itu benar-benar membalas perasaannya.


"Ck! berani sekali kau menyentuhnya Evan!." Murka Alvan jika mengingat hal itu.


__ADS_2