Belenggu Mr. Alvan!

Belenggu Mr. Alvan!
Episode 75


__ADS_3

Walaupun terasa ada sesuatu yang aneh, Radit akhirnya mengiyakan saja daripada banyak mulut dengan sang istri. "Yasudah kalau begitu kita belanja dulu ma."


Diana tersenyum langsung membawa papa Radit masuk ke dalam mobil kembali. "Terimakasih pah."


"Your welcome mam."


Saat papa Radit hendak masuk ke dalam mobil, langkahnya terhenti saat melihat di parkiran sana mobil polisi yang dijaga oleh 2 bodyguard Alvan. Dalam waktu bersamaan handphone papa Radit juga bunyi menandakan ada pesan masuk, ia langsung membuka pesan itu yang ternyata dari Rama.


"Niko ada di dalam menjenguk Ghea." Isi pesan.


"Pah?.." Panggil mama Diana dari dalam mobil.


Tidak ada jawaban dari papa Radit ia terdiam, rupanya mama Diana kukuh ternyata berusaha mengalihkan perhatian agar tidak terjadi pertemuan antara Niko dan dirinya.


"Papa masuk ke dalam!." Balas Niko melangkahkan kaki.


Deg!


Mata mama Diana membulat sempurna ia langsung turun mengejar langkah suaminya yang sudah jauh di sana. "Pah! tunggu pah!."


"Ada apa tiba-tiba? bukankah kita mau belanja?." Tanya Diana berusaha menahan langkah Radit.


"Minggir ma, papa mau lewat!."

__ADS_1


"Gak!."


"Ada Niko kan di dalam? papa mau bertemu dengannya! mama sengaja kan mengalihkan perhatian?." Timpal papa Radit dengan raut wajah yang tak bisa diartikan.


Diana menelan salivanya. "Pah bukan maksud mama...


"Minggir ma!." Radit mendorong tubuh istrinya yang menghalangi jalan ia melanjutkan langkah menuju ruangan dimana Ghea dan Alvan berada.


"Ah ya Tuhan!." Frustasi mama Diana yang langsung berlari menyusul.


.


Setelah puas menggendong baby Kenzo, Niko mencium kembali pipi gembul sang cucu sebelum diletakkan ke atas tempat tidurnya. Jari telunjuk Niko dipegang sangat erat oleh baby Kenzo, dengan perlahan lelaki paruh baya itu meletakkannya. "Karena waktunya sudah habis papa akan kembali ke....


Cklek!


Alvan terkejut apalagi Ghea, Niko menghela nafas mencoba berusaha untuk tenang setelah hampir 3 tahun berusaha menghindar agar tak bertemu.


"Papa.." Lirih Alvan yang langsung menarik Niko ke belakangnya.


"Tak apa Al.." Balas Niko.


Dari belakang mama Diana datang dengan nafas ngos-ngosan. "Papa, sudah mama bilang kita belanja dulu!."

__ADS_1


Tanpa membalas ucapan sang istri, Radit berjalan ke arah Niko. Alvan merasakan panik takut ada keributan. "Pah, maaf sebelumnya tidak memberitahumu. Sebenarnya dari dulu aku ingin melakukannya namun ragu dengan papa takut kenapa-napa."


"Al jangan menghalangi papa biarkan papamu melakukan apapun itu." Ujar Niko.


Seketika suasana di ruangan menjadi tegang, papa Radit cukup lama menatap tajam wajah Niko orang yang sudah sangat lama begitu ia benci. "Bagaimana kabarmu?."


Semua orang yang ada di sana saling tatap tak menduga, benarkah itu respon papa Radit?.


"Aku baik sangat baik apalagi dengan kehadiran Kenzo." Balas papa Niko ramah, ia tak peduli reaksi murka apapun yang diberikan Radit ia akan tetap terima dengan senang hati karena itu wajar jika mengingat kesalahannya.


"Al sampai kapan kau akan berada diantara papa dan mertuamu menghalangi?." Tanya Radit.


Alvan tersadar langsung menghindar, walaupun masih tak menyangka jika respon papanya diluar dugaan. Kini Radit dan Niko saling tatap dengan jarak yang begitu dekat, Radit mengulurkan tangan lalu Niko membalasnya.


"Sudah lama sekali kita tak bertemu, tentang masa lalu aku perlahan akan melupakannya dan berdamai demi keluarga ini. Jika tidak diakhiri sampai kapanpun tak ada ujungnya, aku sengaja ingin memulai pertemuan kembali menerima dirimu sebagai besan Niko." Ucap papa Radit.


Semua yang ada di sana terkejut menutup mulut akan bahagia, mata Ghea dan mama Diana berkaca-kaca. Alvan terdiam tak dapat bicara seolah ini mimpi baginya.


"Apa yang kau ucapkan benar?." Timpal Niko dengan mata yang berkaca-kaca, ia yang merasa jiwanya kotor masih diterima dengan baik oleh keluarga korban.


"Tentu saja, aku juga bisa membebaskan mu dari hukuman lama ini. Sejauh ini kau sudah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik." Lanjut papa Radit.


"Untuk hal ini terimakasih banyak." Niko hampir bersimpuh matanya meneteskan air mata namun dengan cepat Radit menahannya. "Tak perlu membebaskan ku aku akan menebusnya hingga rasa bersalah ini hilang, namun izinkan aku bebas menemui putriku dan kalian kapanpun."

__ADS_1


Radit tersenyum lalu mengangguk, dua lelaki paruh baya itu berpelukan. Semua yang ada di sana meneteskan air mata akan rasa bahagia, Alvan mencium dan memeluk Ghea yang juga terisak bahagia. Ghea tak henti-henti mengecup wajah lucu sang buah hati, ia rasa kehadiran baby Kenzo benar-benar membawa kebaikan dan kebahagiaan untuk semuanya.


... _THE END_...


__ADS_2