
Dari bawah ranjang Alvan mengeluarkan rantai mengikatkannya kepada kaki Karin. Karin sedikit terkejut tapi ia tersenyum menunggu tindakan Alvan selanjutnya.
Setelah kedua kaki Karin terbuka dan diikat Alvan berdiri menatapnya lagi, Karin tersenyum senang bahkan tubuhnya mulai tegang membayangkan sentuhan Alvan. "Al..."
"Kejutan mu benar-benar luar biasa aku tak menduganya." Ucap Alvan.
"Apapun ku lakukan untukmu Al.." Balas Karin yang sudah pasrah mau di apain aja.
"Benarkah?." Timpal Alvan yang seketika diangguki Karin.
"Kemari dan setubuhi diriku dengan liar Al, kita habiskan malam bersama." Karin sudah di luar kendali ia menggelinjang kan tubuhnya menggoda Alvan.
"Sebelum menghabiskan malam ada sesuatu yang ingin ku berikan kepadamu."
Karin tak menyangka jika orang sedingin Alvan bahkan mempersiapkan sesuatu untuknya. "Apa itu Al?.."
"Alisiya???." Panggilnya.
Karin mengerutkan kening saat Alvan memanggil seseorang, dalam waktu bersamaan pintu kamar mandi terbuka.
__ADS_1
Mata Karin melotot melihat siapa yang ada di sana. "Ghea!!."
Terlihat Ghea tersenyum menyeringai, hal ini sangat mengejutkan bagi Karin apalagi Ghea membopong tubuh seorang pria yang begitu ia kenal.
Bersama dengan seorang bodyguard Ghea membawa tubuh Evan yang sudah tak karuan akan obat rangs*ngan yang ia tambahkan.
Karin mulai panik saat menyadari sesuatu ia menggelengkan kepalanya berkali-kali. "Gak! apa yang kamu lakuin pada Evan Ghea? bukankah yang seharusnya tak sadarkan diri itu kau!."
Tidak ada jawaban dari Ghea ia benar-benar jengah dan jijik melihat tingkah Karin yang gila.
Alvan menarik kerah Evan menatap tajam wajah pria yang sudah terselimuti hasrat itu. "Kau lihat wanita yang berbaring itu?."
"Gak Al! apa yang akan kau lakukan!." Pekik Karin panik.
"Kau menyukai Karin bukan?." Tanya Alvan.
"Sudah lama sekali, aku juga rela melakukan apapun sesuai perintahnya agar bisa dia senang." Balas Evan.
Karin terkejut mendengar hal itu.
__ADS_1
"Orang yang kau cintai sudah siap dengan apa yang akan kau lakukan selanjutnya." Lirih Alvan.
"Gak Al! enggak!!!." Histeris Karin berontak.
"Ini kejutan untukmu Karin jadi nikmatilah, sudah ku peringatkan berkali-kali jangan berani mengusik ku namun kau malah menginginkan hal ini terjadi." Dingin Alvan ia langsung melepaskan Evan. Sisi kejamnya keluar.
Evan naik ke atas ranjang menindih tubuh polos Karin, menggerayangi tubuh sexy itu penuh agresif berbalut hasrat.
"Bukan ini yang aku inginkan!! Al lepas!." Berontak Karin.
Ghea mendekati Karin yang sedang disetubuhi Evan. "Aku tak bodoh Karin untungnya yang menggantikan suamiku Evan lelaki yang menyukaimu, jika preman jalanan pasti kau tak sudi bukan?."
"Ghea kau! a-aaaahhh!...." Lenguh Karin akan sentuhan Evan.
"Selamat menikmati waktunya." Setelah berucap Ghea memilih pergi tanpa menunggu Alvan.
"Kau ku pecat!." Hanya itu yang keluar dari mulut Alvan, setelahnya ia berlalu pergi menyusul Ghea yang sudah pergi duluan.
Bodyguard menutup pintu kamar hotel Karin, ruangan itu seketika hening hanya suara Karin yang disetubuhi Evan lenguhan keduanya lolos dari bibir masing-masing.
__ADS_1
Air mata Karin turun, ia tak bisa berontak dengan tubuhnya yang diikat juga Evan yang ada di atasnya bermain leluasa.
Seharusnya Evan yang menyetubuhi Ghea, dan Alvan yang menyetubuhi Karin. Tapi inilah yang terjadi malah pembuat rencana yang melakukannya.