
Alvan terkejut melihat kedatangan mamanya. "Kau benar-benar ya Al! jika tak mau cerai dengan Ghea jangan bohong sama mama!."
Alvan mengerutkan kening ia berdiri menghampiri sang mama yang datang dengan raut wajah marah. "Apa maksud mama?."
"Katanya Ghea benar ada di rumahmu tapi di mana dia sekarang? mama datang ke sana tapi tidak ada siapa-siapa! kamu bohong sama mama jika hubungan kalian membaik buktinya istrimu tidak ada." Marah Diana.
Alvan yang cemas seketika menghela nafas lega. "Ma sepertinya kau salah paham, Ghea sedang di Jakarta timur sekaligus untuk mengurus pindahannya ke sini."
"Alasan apalagi Al?."
Alvan memegang erat tangan Diana ia sangat takut jika mamanya tak percaya bahwa Ghea dan dirinya sudah membaik. "Ayolah ma aku serius jangan seperti papa, Ghea nanti malam juga sudah di sini aku bawa pindah."
"Apa yang diucapkan Alvan benar adanya Haikal?."
"Tentu nyonya aku saksinya."
Mama Diana menghela nafas panjang. "Kalo begitu kasih tahu dulu mama jika Ghea tidak ada di rumah, jadinya seperti ini."
"Mamanya tak bertanya dulu langsung masuk saja kan?."
"Enggak juga tapi mama yang salah."
Alvan tersenyum.
"Kabari saja ya jika kalian punya waktu luang, mama akan datang menemui."
__ADS_1
"Of course."
Diana mencium pipi putra satu-satunya itu. "Maaf mama ganggu datang marah-marah nak, sekarang lanjutkan lagi mama pulang."
"Hati-hati mam."
"Hmmm."
Diana berlalu pergi dari ruangan putranya.
"Kirain apa ya Tuhan." Lirih Alvan, jantungnya tadi sempat loncat-loncat melihat kemarahan Diana.
.
Jakarta timur
"Ghe?." Farel menghampiri.
"Eh Rel?."
"Ada apa ini kenapa diangkut?." Farel sedikit terkejut tentunya.
Ghea tersenyum sekilas. "Oh iya aku belum mengabarkan ini, aku mau pindah ke kampung halaman aku di Jakarta pusat Rel."
"Tinggal bersama suami?."
__ADS_1
"Ha!? darimana kamu tahu?."
"Sonya Ghe, yaaah lo pindah jadi jauhan donk. Tapi gak papa seorang istri memang harus berbakti dan melayani suami." Ujar Farel sambil menepuk punggung Ghea.
"Haha iya maaf ya Rel selama ini gak ngasih tahu lo kalo gue udah berkeluarga."
"Gak papa gue paham Ghe, kemungkinan sekarang gue juga mau ikut ke Jakarta pusat untuk minta izin ke suami lo."
Raut wajah Ghea penuh tanda tanya. "Izin apa Rel?."
"Izin ngajak lo party ngerayain ulang tahun gue, syukur-syukur nanti suami lo setuju gue juga ke sana sama Sonya biar gak ada salah paham." Jelas Farel.
"Oh boleh-boleh bila perlu kita party di sana." Balas Ghea.
"Oke lo lanjut ya Ghe gue mau ngabarin Sonya, kirim saja nanti alamatnya lewat chat."
"Iya Rel."
Farel berlalu pergi Ghea kembali melanjutkan beres-beres, para asisten butiknya juga akan ikut pindah.
Dari rumah Ghea juga barang-barang sudah diangkut beserta bi Lusi, setelah semuanya selesai tanpa ada yang tertinggal Ghea pergi meninggalkan rumahnya untuk pindah ke rumah Alvan.
Setibanya di Jakarta pusat para pembantu rumah Alvan membantu barang-barang Ghea menatanya hingga selesai, begitu pun dengan butiknya yang tidak jauh dari lokasi mansion Alvan.
Alvan merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum. "Kemari dan peluklah.."
__ADS_1
Ghea membalas senyuman langsung berhambur ke pelukan Alvan.
"Padahal hanya 1 malam tapi rasanya seperti 1 tahun saja."