
Alvan tiba di hotel ia langsung memarkirkan mobilnya di halaman, terlihat Karin menyambut sambil mengembangkan senyum manisnya berjalan menghampiri Alvan.
"Istriku di mana?." Langsung saja Alvan to the point.
Karin tersenyum. "Ini party ulang tahunku loh Al, seharusnya yang pertama ditanya aku."
Alvan memperhatikan gaya berpakaian Karin yang sexy memperlihatkan belah dadanya, tidak lama ia mengalihkan pandangan. "Aku datang ke sini niatnya bersama istriku jadi di mana dia?, jangan menghindari jawaban jika kau masih ingin aman."
"Iya Al sorry." Timpal Karin lembut sambil mengibas rambutnya sengaja memperlihatkan leher jenjang kepada Alvan.
Lain hal dengan Alvan ia hanya melewati Karin masuk ke lantai utama hotel itu, Karin yang kesal langsung menyusul. "Tunggu Al kau tidak akan tahu di mana Ghea berada jika tak ku tunjukkan."
Masih tidak ada jawaban Alvan hanya jaga jarak terus berjalan dengan diikuti Karin di belakang.
"Dia melirikku beberapa kali apa itu membuatnya berhasrat?." Batin Karin senang, ia rasa memilih riasan saat ini begitu cocok dengan baju sexy memperlihatkan belahan dada.
Beberapa saat di dalam lift akhirnya mereka sampai di lantai tujuan di mana kamar nomor 13 berada.
"Ayo Al Ghea sudah dari tadi menunggu." Lembut Karin sambil menggandeng tangan kekar Alvan sengaja menggesekkan dada yang terekspos itu.
__ADS_1
Alvan menepisnya. "Tahu batasan Karin sebelum aku bertindak layaknya kau bukan perempuan!."
Karin terdiam hatinya tergores dengan ucapan Alvan, sementara Alvan berlalu pergi meninggalkan Karin di belakang.
"Sebentar lagi, sebentar lagi kau akan menjadi milikku Al!."
Cklek...
Alvan masuk ke dalam kamar itu melihat sekeliling seolah sedang mencari tahu sesuatu, tidak lama Karin ikut masuk dan langsung menutup pintu menguncinya.
"Di mana Ghea?." Tanya Alvan.
Alvan hanya duduk acuh tak acuh di antara kursi itu. "Cari istriku dan bawa ke sini!.."
Bukannya menjawab Karin malah menarik resleting dress yang ia kenakan, Alvan terkejut ia mengerutkan kening.
Sruukh!
Dress Karin terlepas hingga jatuh ke lantai memperlihatkan tubuhnya yang tanpa penutup sehelai benang pun bahkan bra dan c*lana dalam wanita itu sengaja Karin tak mengenakannya.
__ADS_1
Di hadapan Alvan tubuhnya kini terekspos.
"Apa yang kau lakukan!."
Karin mendekati Alvan ia mengelus lembut wajah tampan itu. "Al aku tahu kau kesepian melihat istrimu yang sibuk begitu, aku dengan senang hati rela menjadi pelampiasan hasrat mu."
Tidak ada jawaban dari Alvan tatapannya masih datar, Karin dengan gaya menggoda duduk di atas ranjang menghadap Alvan mengangkat kedua paha lalu membukanya. "Hanya kamu Al aku rela seperti ini, aku akan memuaskanmu."
Alvan berdiri dari duduknya langsung membuka jas hitam yang dikenakan, Karin mengembangkan senyum manis saat Alvan mendekati mengikat kedua tangannya dengan jas.
"Bisakah kau berbaring?."
Karin mencium tangan Alvan, setelahnya ia berbaring bersiap dengan permainan panas yang akan mereka lakukan. Persetan memikirkan Ghea bagi Karin.
Alvan menarik kaki jenjang Karin memberikan jarak setelahnya ia turun, melihat itu raut wajah Karin bertanya-tanya.
"Thanks sudah memberiku kejutan, aku juga ada kejutan untukmu." Lirih Alvan.
Dari bawah ranjang Alvan mengeluarkan rantai mengikatkannya kepada kaki Karin. Karin sedikit terkejut tapi ia tersenyum menunggu tindakan Alvan selanjutnya.
__ADS_1