BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#10


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


"Ya elaaah... Anak-anak jaman sekarang emang gampang kangen ya. Orang jarak cuman kelewat 1 kursi aja saling kirim WA. Ngomong aja kali Ar. Kalian lagi ngomongin hal mesum yaaa. Hayoooo ngaku....!" Farah menggoda para remaja itu.


"Iish.. mami apaan sih. Suka kepo deh urusan Ardi". Ardian manyun menanggapi sang mami.


"Denger ya nak. Dari kamu masih diperut mami, mami tuh udah kepo banget tau sama kamu. Apalagi sekarang udah mau jadi suami. Ya tambah kepo lagi lah mami. Mami tu cuman takut aja Ardi salah ngambil langkah. Makanya... Mami selalu mantau anak-anak mami".


"Iya miii... Ardi tau mami tu sayang sama Ardi. Tapi kan mami nggak harus kepoin masalah privasi Ardi kan..."


"Masalahnya kamu aja dulu lahir dijalur privasi mami lho nak. Masih mau privasi-privasian sama mami?"


(Athor : pernah denger kata-kata ini deh. Hayoooo siapa yang tau juga nih???🀣🀣)

__ADS_1


Ardi langsung bungkam mendengar kata-kata sang mami. Sedangkan Lilia sedari tadi hanya membisu. Ia takut akan tambah malu karena sudah kepergok mami Farah tadi.


🌷🌷🌷🌷🌷


3 orang itu masuk ke sebuah toko perhiasan. Toko perhiasan yang sudah banyak kalangan atas kenal. Karena memang toko ini mempunyai koleksi perhiasan yang tidak ada kembarannya. Dan harganya yang fantastis sehingga banyak sosialita yang mengoleksi untuk investasi.


"Ar, kamu temenin Lilia cari cincinnya ya sayang. Mami mau ketemu om Reno dulu diruangannya!" Pinta Farah.


Ardi membalas dengan mengacungkan 2 jempolnya. Ketika menengok kesamping kirinya, Lilia sudah tidak ada. Ternyata Lilia sudah menuju ke salah satu etalase yang memajang kilauan benda silinder dengan berbagai jenis motif. Ardi menyusul menghampiri Lilia.


"Ar... Liat deh!! Yang itu bagus nggak menurut kamu?" Lilia melambaikan tangan pada Ardian sambil menunjuk ke arah etalase.


"Silahkan mas... Mbak... Boleh sekalian dicoba biar tahu apa pas di jari mas dan mbak nya".



Lilia dan Ardian mencoba cincin yang dipilih oleh si cantik Lili. Dan ternyata cincin itu pas sekali baik di jari Lilia maupun di jari Ardi. Langsung cocok pada pilihan pertama. "Kamu memang ditakdirkan untuk menjadi pendamping aku Lilia Syahfa Mahardhika. Aku janji nggak akan pernah nyakitin kamu, secuil pun..." Gumam dalam benak Ardi yang selalu terpesona dengan seorang Lilia.

__ADS_1


"Gimana? Jadi ambil yang ini?" Ardian masih meyakinkan Lilia dengan pilihannya tadi.


"Boleh?"


"Ya boleh lah... Mbak tolong bungkus yang ini ya!" Setelah sepasang cincin itu dibawa oleh pegawai toko.


Ardi langsung berjalan menuju kasir. Di sebelah kasir mata Ardi seperti sedang di panggil. Ia melihat sebuah kalung yang sangat cantik bila kalung itu terlilit di leher Lilia. Dan Ardi meminta sang kasir sekalian membungkusnya. Tentu saja Lilia tidak tahu.


(Penampakan kalung pilihan Ardi)



🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘😘


Komen dong kakak buat review novelku. Kritik dan saran kalian bisa memotivasi author untuk dapat ideΒ² fantastis lhoooo...

__ADS_1


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


__ADS_2