BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
EXPART - TEPAT KE HATI


__ADS_3

Haiii readers.... Makasih teramat banyak kalian yang masih setia dengan cerita saya πŸ˜„


Komennya lucuΒ², jadi semangat menyempatkan tangan ini menulis.


Thanks ya sudah komen tanpa menusuk hati author... Selamat membaca 😘😘


🌷🌷🌷🌷🌷


"Eeehhhh... Maafin aku ya Sa, aku nggak bermaksud buat nyelakain kamu kok. Sumpah deh. Aku cuma mau ngasih kamu surprise aja kok. Tapi aku bingung gimana cara ngasihnya ke kamu. Aku kepikirannya naruh cincin itu ke sup kamu. Sorry banget ya Sa. Kamu jangan marah ya... Please..."


"Ya kan bahaya banget mas kalo sampek ini cincin ketelen ke tenggorokan aku. Lagian mas kenapa ngasih aku cincin? Pakek acara dimasukin ke sup buntut pula. Kalo mas ngasihnya cara biasa aja juga nggak bakal aku tolak kok!"


Mata Fandi kini membulat sempurna. Ia sangat terkejut, tapi juga senang mendengar ucapan Risa barusan. Tentu saja tanpa banyak berpikir, Fandi langsung to the point menyambar pernyataan Risa barusan. Karena Fandi bukan tipe orang yang akan melewatkan kesempatan bagus.


Fandi berdiri, berjalan mengitari meja makannya. Ia berjongkok lalu menggenggam satu tangan Risa.


Tentu saja Risa auto panik. Hei... Ini masih pagi, kenapa Fandi malah membuat wajah Risa mendidih. Tapi tidak dengan mulut Risa yang masih mengatup seakan membenarkan perilaku Fandi saat ini.

__ADS_1


"Risa Aini Ranggadewi, berikan aku kesempatan untuk menggenggam tanganmu diatas pelaminan dengan sebuah ikrar janji suci. Apakah kamu bersedia menjadi pendampingku?"


BLUUUSSSHH....


Bahkan Fandi memanggil nama Risa dengan lengkap. Rasanya otak Risa kini terbang keatas dengan kecepatan tertinggi. Risa kini sudah tidak memperdulikan orang-orang yang serempak menatap kearah mereka. Siapa sangka kalau mereka bakalan menonton secara live drama percintaan pagi-pagi sekali.


Sedangkan Fandi setelah rangkaian kata-kata mutiara itu terlontar, sekarang ia hanya bisa menikmati degupan dari irama jantungnya sambil menunggu jawaban dari Risa.


"Ini... Maksudnya mas lagi ngelamar Risa? Tapi bukannya kita belum saling kenal mas?" Jujur saja sebenarnya Risa senang bukan main saat ada lelaki yang dengan romantisnya melamar dirinya seperti saat ini. Tapi entah kenapa malah kalimat yang seperti ini yang terucap. Karena memang Risa sendiri hanya sekedar tahu bahwa Fandi adalah kakak dari suami 'keponakan kecilnya' dan juga seorang pebisnis diluar negeri.


"Nggak perlu dijawab sekarang, kalau Risa mau menimbang ajakan Fandi sekarang, Fandi bersedia kok menunggu. Mungkin Risa memang belum mengenal Fandi. Tapi benerapa minggu ini rasanya Fandi sudah mengenal Risa lebih baik. Yaaa... Walaupun belum dalam sekali sih. Tapi Fandi sudah mencari tahu seorang Risa. Kita bisa saling penjajakan dalam sebuah ikatan bukan?"


Namun Risa masih belum memberikan jawabannya. Seorang dokter yang kompeten dalam bidangnya. Selalu cekatan dalam mengambil tindakan atas segala situasi untuk pasiennya. Seorang dokter yang memiliki jam terbang cukup tinggi. Dan gadis muda yang sukses dalam karirnya. Kini malah tidak tahu harus bersikap bagaimana untuk dirinya sendiri.


Risa langsung terbayang wajah mamanya yang sedang tersenyum lemah. Jika nantinya ia jadi menikah dengan Fandi, apakah ia harus ikut tinggal di London? Lalu bagaimana dengan mamanya? Apakah ia bisa menepati janjinya dulu, pada mama dan almarhum papanya?


Saat raut wajah Risa sedikit menjadi sendu, Fandi lalu mengangkat kedua telapak tangan Risa, mengecupnya cukup lama. Mata Risa sekarang berkaca-kaca, sambil merasakan nafas tipis Fandi yang hangat di punggung tangannya.

__ADS_1


"Aku tunggu jawaban kamu segera ya. Apapun yang sedang kamu pikirkan, nanti kita bisa kok saling sharing. Jangan ditumpuk sendirian lagi. Besar kecil hal yang kamu pikirkan, mulai sekarang bisa kamu bagi sama aku".


Setelah kalimat penghangat hati yang ia ucapkan, Fandi berdiri dari posisinya. Lalu ia sedikit membungkuk, mengecup kilat puncak kepala Risa. Lalu meninggalkan Risa yang masih sibuk dengan pikirannya kosongnya.


Fandi berjalan perlahan menjauh dari keberadaan Risa. Samb mengangkat ponselnya yang sedari tadi bergetar didalam saku jasnya.


"Halooo... Iya Frans........."


Itu adalah suara Fandi yang tertangkap telinga Risa. Dan kini sudah benar-benar tidak terdengar lagi. Sedangkan Risa dengan muka yang menahan merah padamnya semu rona sejak mendengar kata-kata Fandi yang melamarnya. Ditambah dengan perlakuan Fandi barusan yang membuat pikirannya sama sekali tidak dapat bekerja dengan baik seperti biasanya.


Sedangkan dijarak lima meter dari meja Risa berada sekarang, ada seseorang yang masih memperhatikan dengan pandangan yang datar....


.🌷🌷🌷🌷🌷


πŸƒBERSAMBUNG...


Terima kasih kalian yang sudah membagi VOTE dan LIKE nya sayaaaaang 😘😘

__ADS_1


Tetap dukung author dengan VOTE, LIKE, & KOMEN kalian yaaa


Salam Hangat Author 😍😘


__ADS_2