
Terima kasih para pembaca setia yang sudi menengok hasil karya saya...untuk Extra Part kali ini saya nggak bisa crazy up, soalnya sambil revisi all episode juga. insyaallah kalo udah kelar bakal buat crazy up kayak sebelumnya...
Saya senang ternyata lumayan banyak yang memberikan komen tentang perasaan kalian, ada kritik serta saran yang membuat saya menjadi penulis yang lebih baik lagi...
Kita lanjutkan untuk part FANDI-RISA πππ
π·π·π·π·π·
Satu setengah jam perlajanannya dari Surabaya ke Jakarta. Ia segera memesan taxi yang mangkal didepan pintu keluar bandara.
Tak banyak pikir Fandi langsung menggeret kopernya masuk kedalam taxi didepan langkahnya. Menutup pintu taxi, lalu mengatakan alamat tujuannya.
Tiga puluh menit sampailah Fandi didepan gerbang Rumah Sakit Fantasi. Ia menghela nafas panjang, lalu menegakkan kakinya melangkah kedalam.
Baru kakinya tiga kali melangkah, ada yang memanggil namanya dari arah kanannya. Ternyata itu suara Farah, maminya.
Fandi langsung menghampiri sang mami dan beberapa orang dibelakangnya. Fandi memeluk erat maminya, dan tangis Farah kembali meraung dalam pelukan Fandi.
Sejenak mereka mematung didepan pintu masuk Rumah Sakit. Papi dan papanya bergantian menceritakan hal yang tengah menimpa Lilia. Sedangkan mami dan mamanya saling berpelukan dalam kepiluan.
Tentu saja Fandi sangat terkejut dengan cerita yang ia dengar. Kejadian yang sering ia dapati di film atau cerita novel kini benar-benar dialami adik iparnya.
__ADS_1
"Eehh... Tunggu dulu, Fan kok kamu udah nyampek Jakarta cepet banget?" Dinda yang baru sadar bahwa perjalanan dari London ke Jakarta sangat memakan waktu. Dan semua pandangan langsung tertuju kepada Fandi dengan penuh tanya.
"Oh... iya ma. Kebetulan beberapa hari kemarin Fandi ada project di Surabaya. Begitu dapat kabar dari papi Fandi langsung cari tiket pesawat kesini ma". Bahkan Haris dan Farah tidak mengetahui bahwa Fandi sudah ada di Indonesia sejak beberapa hari kemarin.
Saat ini jantung Fandi seakan ingin berteriak. Mereka kemudian segera masuk dan menuju ruang ICU. Dari kejauhan Ardian tampak lusuh menunggu di bangku depan ruang ICU.
Dinda menghampiri lalu menghamburkan pelukan pada Ardian. Seketika tangis Ardian langsung meronta-ronta. Karena sedari kemarin ia mencoba untuk membuat tegar hatinya. Namun detik ini pelukan yang datang padanya meluluhkan air mata yang sudah dibendungnya.
Farah histeris melihat putri dambaannya terbaring lemah di balik ruang ICU dengan beberapa alat yang menempel ditubuhnya. Ardian menjadi semakin pilu mendengar histeris sang mami.
"Maafin Ardi ma... Ardian udah lalai jagain istri Ardian. Rasanya hati Ardian sakit ma lihat Lilia disana..."
"Sudah sayang... Nak, kamu harus kuat ya sayang. Nanti kasihan Lili kalo lihat kamu seperti ini Ar. Ini semua ujian dari Tuhan nak. Kita berdoa sama-sama ya supaya Lilia bisa melewati masa kritisnya". Mama Dinda memang selalu bijak dalam memberikan pengertian kepada anak-anaknya.
Dinda kini beralih memeluk Farah yang masih terisak dalam tangisnya. Fandi yang masih melihat adiknya dalam keterpurukan, segera menghampiri dan meminjamkan bahunya untuk Ardian bersandar.
Hati Fandi juga merasa tersayat melihat wanita yang sempat mengisi hatinya terbaring dengan banyaknya alat bantu yang terpasang ditubuhnya.
Risa yang melihat semua keluarganya berkumpul mengajak mereka ke cafe RS. Risa ingin menjelaskan keadaan Lilia saat ini. Ardian menolak ikut, ia ingin selalu disisi Hunny nya. Risa mengijinkan Ardian masuk ruang ICU. Karena support dari orang-orang terdekat dapat membantu keadaan seorang pasien menjadi lebih baik.
******
__ADS_1
Kini Fandi duduk berhadapan dengan Risa. Fandi sendiri sudah beberapa kali bertemu Risa dalam beberapa acara keluarga besar mereka dan saat hari pernikahan adiknya.
Fandi sedikit menelisik wajah Risa. Masih muda. Tapi sudah jadi tante-tante. Itu karena Lilia memanggilnya dengan sebutan tante, jadi Fandi mengira Risa sudah berkeluarga. Entah kenapa untuk beberapa saat di cafe pikirannya malah repot dengan nama Risa.
Padahal Fandi termasuk orang yang tidak suka melirik kehidupan orang lain. Apalagi bukan orang yang dekat dengan dirinya.
Baru tiga puluh menit mereka berenam duduk dan berbincang di cafe Rumah Sakit, tiba-tiba terdengar suara keluar dari speaker cafe. Tiba-tiba....
"CODE BLUE... CODE BLUE... MOHON SEGERA DATANG KE RUANG ICU"
Risa segera berlari tanpa pamit. Karena saat ini pasien di ruang ICU hanyalah Lilia saja. Fandi, Dinda, Farah, Fardan, dan Haris ikut menyusul Risa dengan raut mereka yang mendadak panik. Sambil berlarian di lorong rumah sakit, Mereka saling melempar pandangan. Berharap tidak ada hal buruk terjadi.
πBERSAMBUNG....
Untuk part Risa-Fandi mungkin sedikit panjang dari episode Sinta-Bagas. Karena memang perjalanan cinta mereka baru saja dimulai. Dan saya ingin juga menceritakan kehidupan Risa yang penuh perjuangan..
Tetep stay tune ya readers..
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan VOTE, LIKE, & KOMEN kalian..
Salam Hangat Author πππ
__ADS_1