
ARINI DISANDRATHI
Gadis periang berumur 19 tahun, dan di tahun ini ia telah diterima di fakultas kedokteran sesuai dengan cita-citanya.
Seorang anak tunggal dari keluarga yang cukup mapan, membuat Arini memiliki sifat sedikit lebih egois ketimbang anak gadis lainnya. Maklum saja, sejak kecil hingga dewasa ini ia tidak pernah merasakan artinya berbagi. Karena ia juga anak terkecil dalam keluarga besarnya. Jadi ia juga dimanjakan oleh kakak-kakak sepupunya.
Pagi ini awal masuk ke perkuliahan. Dengan tampilan dan perbekalan yang sempurna Arini memasuki ruang kelasnya. Saat pertama kali memandang dari arah pintu kelas, ia merasakan angin hangat yang menyepoi di dadanya.
"Eeh... Ada COGAN* di kelas ini. Gak bakal bosen nih kalo tiap hari ada mata kuliah". Batin Arini yang saat itu melihat Ardian.
(*Cowok Ganteng)
Tak menunggu lama, Arini segera duduk dibangku yang sama dengan Ardian. Ia duduk tepat disamping Ardian.
"Haaii... Boleh aku duduk disini?" Sapaan pertama Arini kepada Ardian.
__ADS_1
"Boleh, silahkan!" Jawab singkat Ardian. Karena memang sifat Ardian yang terkesan cuek dan dingin terhadap orang yang baru ia kenal. Jangankan untuk sekedar basa-basi, untuk sekedar menyapa atau melambaikan tangan saja Ardian malas setengah mati melakukannya.
Pikiran Ardian masih tertinggal di Rumah Sakit rupanya. Ia masih kepikiran saat meninggalkan Lilia disana. Walaupun pasti ada anggota keluarga yang menemani. Tapi sudah beberapa hari ini ia sudah terbiasa berasa disamping sang istri sepanjang hari.
Namun, siapa sangka selain Bagas, sosok Arini bisa menambah daftar temannya di Universitas. Mereka sering sedikit mengobrol ringan, kadang juga membahas tugas kuliah. Beberapa kali menjadi partner untuk tugas mereka. Ardian merasa biasa saja, tapi tentu tidak dengan Arini.
Dari pertemuan pertamanya ia sudah kesengsem dengan rupawannya seorang Ardiansyah Ananthara. Hanya saja untuk mengungkapkan perasaannya ia belum berani. Karena jujur saja ia juga belum pernah 'menembak' seorang laki-laki, dan juga ini baru awal mereka masuk kuliah.
Dalam kelasnya Arini hanya nyaman berteman dengan Ardian. Karena sahabat baiknya, Kiki, mengambil jurusan yang berbeda, yaitu Informatika Programmer dan Telekomunikasi atau yang biasa dikenal dengan IT. Tentu saja ia tidak luput menceritakan perihal Ardian kepada Kiki.
Sedangkan Kiki pernah beberapa kali melihat Ardian berjalan bersama Bagas, teman satu kelasnya. Walaupun Kiki hanya melihat wajah Ardian lewat foto yang diam-diam diambil oleh Arini. Tapi matanya tidak mungkin salah mengenali wajah Ardian.
Hal ini harus segera dijelaskan kepada Arini. Ia tidak ingin teman baiknya itu merusak rumah tangga orang.
******
__ADS_1
Di dalam mobil perjalanan pulang...
"Rin, elo masih deket sama yang namanya Ardian itu?" Pertanyaan Kiki langsung to the point karena mengetahui niatan Arini yang ingin menyatakan perasaannya pada Ardian dalam waktu dekat.
"Iya laaah... Besok gue kan mau bahas tugas presentasi sama doi. Gue bakal nyempetin waktu buat nembak dia. Tumben lo tanya tentang Ardian. Jangan bilang ya lo ikutan naksir calon pacar gue!"
Kiki menyipitkan matanya mendengar pernyataan konyol Arini. Kenapa bisa sahabatnya itu belum mengetahui perihal Ardian yang sudah memiliki istri.
"Sebaiknya lo urungin aja deh niatan lo itu Rin. Cari cowok yang lainnya, jangan Ardian lah".
Arini menepikan mobilnya. Mengernyitkan dahinya yang mulus tertutup bedak tipis. Menatap wajah Kiki dengan kebingungan.
"Lo kok ngomong kayak gitu sih Ki? Kan gue sukanya sama Ardian. Kok malah harus cari yang lainnya. Lo beneran nggak lagi nikung gue kan Ki?"
🍃 BERSAMBUNG....
__ADS_1
Jangan lupa dukung author dengan VOTE, LIKE, KOMEN, & sertakan RATE BINTANG 5 nya!!
Salam Hangat Author 😘