BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#46


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Sementara Ardian sangat menyesal, kenapa ia mementingkan berangkat kuliah dari pada menemani istrinya yang sedang sakit. Bahkan bila perlu mengantarkan Lilia periksa ke RS. Semua ini pasti nggak bakal terjadi kalo Ardian tidak bodoh.


*******


(Diruangan tertutup)


Setelah cukup lama saling melepas tangis, Lilia dan Sinta tertidur sambil berpelukan. Lilia sedikit tersadar dari lelapnya. Merasakan perutnya yang mulai keroncongan. Ketika ia melihat sekilas seperti ada seseorang yang baru saja keluar.


Pandangannya menangkap sesuatu diatas meja. Ada beberapa buah-buahan dan air mineral. Lilia membangunkan Sinta untuk memakan buah-buahan yang ada diatas meja itu. Awalnya Sinta menolak, katanya saat ini dia sama sekali tidak berselera makan.


Namun Lilia memberi pengertian bahwa mereka harus tetap mengisi energi, agar bisa melawan saat diperlukan nantinya.


Akhirnya Sinta menerima ajakan sahabatnya. Sinta juga kepikiran dengan kondisi Lilia yang masih sedikit demam. Karena waktu tidur sambil berpelukan tadi badan Lilia masih terasa lebih hangat. Apalagi sekarang Lilia sedang hamil. Akan tidak bagus kalau sampai temannya itu kekurangan asupan gizi. Dan mereka melahap habis buah-buahan yang disajikan.


🌷🌷🌷🌷🌷


Sementara sudah 30 menit Bagas berkutat dengan laptopnya. Setelah ia terlihat sangat yakin. Ia segera menelepon seseorang.

__ADS_1


"Suruh semua kumpul. Gue ada misi. Bentar lagi gue kirim rencananya!" Perintah Bagas pada orang dibalik telepon. "Laksanakan!" Terdengar orang itu langsung menjawab.


"Ayo kita pergi. Gue udah tau Lokasinya. Kita akan membantai orang yang udah menyiksa kita kayak gini". Bagas berbiara dengan tatapan yang menyeramkan. Bahkan Ardian bisa begidik dibuatnya.


Lalu HP Ardian kembali bernyanyi saat menerima lagi pesan WA. Bagas segera ikut membaca isi pesan WA itu.


✔️✔️ : Kalo lo pingin lihat wajah istri lo untuk terakhir kalinya, sebaiknya lo dateng ke alamat ini! Kalo lo macem-macem lo gak akan pernah liat wajah bahkan tubuh istri lo lagi.


Isi pesan itu membuat raga Ardian gemetar hebat. Ingin rasanya ia menangis atas ketidak berdayaannya dalam menjaga orang yang dicintainya. Bagas menepuk keras pundak temannya itu. Ia meyakinkan Ardian dengan rencana yang telah ia susun. Dan mereka meninggalkan cafe Bagas.


*****


Diruang yang tanpa celah...


Tiba-tiba pintu kembali terbuka dan segera menutup. Irfan masuk, dia melihat nampan yang sudah ludes isinya. Lalu menyeringai penuh kengerian. Sinta dan Lilia segera berdiri, begandengan tangan sampai mepet ke tembok dibelakang mereka.


"Aku senang kalian menikmati camilannya. Lili... Kamu tambah membuat aku semakin gemas saja". Tangan Irfan akan mendarat di pipi Lilia.


Tapi Sinta langsung menepisnya dengan keras. Reflek tangan Irfan mendorong keras tubuh Sinta hingga ia terpental ke tembok.


Sinta mengerang kesakitan. Lilia yang lari kearah Sinta berniat membantunya, tetapi tangan Lilia langsung di tarik oleh Irfan. Kemudian Irfan memeluk paksa Lilia. Lilia seketika langsung meronta-ronta. Kemarahan Irfan yang masih berkobar membuatnya melayangkan tamparan ke pipi mulus Lilia.


Lilia langsung tersungkur dengan cairan kental yang mengalir diujung bibirnya. Ia memegangi pipinya yang terasa seperti terbakar. Lalu Irfan menindih tubuh Lilia, ia membuka kemejanya. Irfan menjamahi tubuh Lilia yang sedang meronta. Ia mencekik leher Lilia agar tidak terlalu berontak.

__ADS_1


Sinta yang melihat hal itu langsung bangkit dari posisinya. Memori kelam yang pernah ia lalui sekarang muncul kembali. Ia tak mau Lilia merasakan kehancuran yang dirasakannya dulu.


Sinta mencari sesuatu disekelilingnya. Ia mengambil nampan bekas buah yang ada di meja. Lalu berlari memukul kepala Irfan beberapa kali dengan keras.


Dan lagi-lagi Irfan melempar tubuh Sinta hingga terpental jauh. Amarahnya sudah diatas ubun-ubun. Irfan meraih sebuah kursi yang ada didepannya. Ia mengangkat kursi itu tinggi-tinggi.


Lilia yang melihat dengan nafas yang masih susah lalu berteriak, "Tataaaa awaaaass..."


BRUUAAAKK....


Suara hantaman keras itu sangat jelas terdengar. Dan suara teriakan mengiringinya, "Liliaaaaa..."


Irfan langsung terbelalak saat mengetahui bahwa yang terkena hantaman kursi itu adalah Lilia. Orang yang dikaguminya, dicintainya.


Berbarengan dengan suara pintu yang terbuka, Irfan melampiaskan kemarahannya pada Sinta. Ia menendang tubuh Sinta.


🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️

__ADS_1


__ADS_2