
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
Lilia lalu berdiri sambil membantu Sinta berdiri juga. "Iya gue gapapa kok Ta. Hehehe..." Tiba-tiba saat menoleh pada Arini, ada cairan bening yang keluar dan merembes dari rok Lilia. Lilia yang merasakan tentu sesuatu yang hangat keluar dari daerah pribadinya tentu sangat kaget. Ia lalu memegangi perutnya dengan tangan yang gemetar.
"Taaa... Ini apaan Ta?" Dengan gemetaran Lilia bertanya pada Sinta sambil memegang roknya yang sudah basah.
"Kak... Itu air ketuban kamu pecah kak. Kita harus segera ke rumah sakit kak!!" Arini menyela percakapan dua wanita didekatnya dengan kepanikan yang sama. Ia lalu berdiri dan mendekati Lilia dan Sinta.
"Aduuh... Ta... Perut... Gue... Sakiiit..." Lilia meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Arini dan Sinta kemudian menuntun Lilia mencari tempat untuk duduk.
"Kak, sebaiknya kita cepet cari taxi kak. Kak Lili harus segera dibawa ke rumah sakit. Bayinya udah mau lahir kak". Ucapan Arini menambah kepanikan Lilia dan Sinta. Karena usia kehamilan Lilia baru saja menginjak 8 bulan.
"Li... Sebentar ya, gue telepon Ardian dulu. Takutnya Ardian udah nunggu didepan mall". Sinta sedang mencoba menelepon Ardian, tapi tidak ada respon. Kini ia menelepon Bagas sambil tersedu-sedu, tapi Bagas juga tidak merespon.
Selang beberapa detik, Ardian balik menelepon Sinta. Dengan nada semakin panik sinta langsung menyuruh Ardian segera menyusul ke jalan penyeberangan yang paling dekat dengan G-mall. Mendengar suara rintihan Lilia, tanpa membalas Ardian segera melajukan mobilnya ke arah jalan penyeberangan terdekat.
Bagas yang melihat mobil Ardian melesat meninggalkan mall langsung mengikuti tanpa bertanya. Sesampainya Ardian langsung mencari sosok Lilia. Beberapa detik kemudian ia berlari kencang.
__ADS_1
Ardian langsung memeluk tubuh Lilia. "Hunny kamu kenapa? Ta Lili kenapa, Ta??" Ardian yang baru sampai ikut dalam kepanikan.
Sinta menjelaskan bahwa air ketuban Lilia pecah. Dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Ardian tanpa berkata-kata langsung membopong tubuh ganda itu kedalam mobil.
Ardian segera melajukan mobilnya sambil menelepon Risa dan menjelaskan kondisi Lilia saat ini. Ardian tidak menyadari keberadaan Arini. Karena Sinta juga belum menceritakan perihal Lilia yang menolong Arini sampai ketubannya pecah.
Bagas yang sedari tadi membuntuti Ardian sudah membawa Sinta dan Arini ke mobilnya. Sinta menceritakan kejadian awal mula kenapa Lilia sampai mengalami pecah ketuban. Bagas jadi semakin geram pada Arini yang selalu usil dengan Ardian dan orang disekitarnya. Sedangkan Arini masih gemetar dalam tangisnya.
*****
Rumah Sakit Fantasi...
Dipintu luar IGD Risa dan dokter Silvi sudah menyambut dengan sebuah brankar. Mereka memindahkan tubuh Lilia yang sudah gemetaran ke ruang bersalin. Ardian yang tak mau lepas dari istrinya juga ikut masuk.
Dan tentu saja Lilia menjawab ingin melahirkan secara normal. Dokter Silvi mengatakan bahwa ia harus bersabar menahan rasa sakit yang luar biasa, karena air ketubannya pecah terlebih dahulu. Karena rasanya akan sakit sampai ke ulu hati. Ia juga menyarankan kepada Ardian agar selalu disamping Lilia sampai bayinya lahir.
Ardian bertanya apakah masih lama bayinya akan lahir. Dokter Silvi mengatakan bahwa itu tergantung pada bukaan jalan lahir sang bayi. Karena biasanya proses bukaan untuk anak pertama lumayan memakan waktu.
Tapi karena kondisi Lilia pecah ketuban terlebih dahulu, maka bukaan jalan lahir harus hari ini juga. Karena bisa berbahaya bagi keduanya, dan harus segera menjalani operasi caesar bila sudah genting.
Setelah dokter Silvi keluar ruangan untuk mempersiapkan beberapa peralatan medisnya, Lilia kembali merintih kesakitan.
__ADS_1
"Aduuuh... By... Sakit banget By... Gimana nanti kalo Lili nggak bisa By..."
Air mata Lilia keluar menemani rasa sakit yang hebat pada seluruh tubuhnya.
Ardian memeluk dan mengusap-usap perut dan punggung Lilia bergantian, lalu mengecup bibir Lilia yang meringis sedari tadi.
"Hunny, Ardi selalu disamping Hunny. Hunny ibu yang hebat. Hunny pasti bisa, jangan ngomong jelek ya Hunny. Princess nya papa... Bentar lagi kita ketemu ya sayang. Princess nggak boleh nakal ya. Bantu bunda supaya kalian sama-sama selamat ya nak".
Ucapan Ardian selalu bisa menenangkan hati Lilia. Rasa mulas yang begitu hebat tadi, kini sedikit mereda. Beberapa saat kemudian, gerombolan manusia memenuhi ruang bersalin Lilia. Sebenarnya hal ini tidak boleh dilakukan, tapi siapa yang bisa menahan mereka. Karena papa Lilia adalah pemilik rumah sakit ini.
Para orang tua tengah sibuk mempersiapkan kebutuhan untuk si jabang bayi yang segera mencium bau dunia dan beberapa barang yang akan diperlukan. Tak lupa mereka memberi beberapa petuah kepada Ardian untuk menangani beberapa kondisi.
*****
Sudah empat jam Lilia menangis menahan mulas yang tak terkira ukuran sakitnya itu. Ardian juga kini merasakan punggungnya sangat sakit. Seperti baru saja jatuh dari lantai tiga puluh. Tapi ia tetap tegar dihadapan istrinya yang saat ini tengah menahan sakit yang luar biasa.
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
__ADS_1
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️