BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#47


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Berbarengan dengan suara pintu yang terbuka, Irfan melampiaskan kemarahannya pada Sinta. Ia menendang tubuh Sinta.


"Irfan.... Dasar gila lo fan". Suara itu terasa sangat familiar. Sinta mendongakkan kepalanya, sambil menahan rasa sakit ia melihat sosok yang menarik Irfan untuk menjauhinya.


Mata Sinta langsung mendelik dibuatnya, "Mayaaa... Kalian... Dasar kalian orang-orang nggak waras". Sinta memaki dengan suara yang sangat pelan, karena tenaganya seakan lenyap setelah menerima beberapa hantaman dari Irfan.


Siup-siup terdengar suara yang agak gaduh dari luar pintu. Irfan dan Maya juga nampak kaget. Ditengah perdebatan mereka tadi, keduanya melangkah keluar bersamaan. Pintu ruangan itu kembali terkunci.


Sinta menggeret tubuhnya yang penuh memar mendekati Lilia. Sahabat yang baru saja menyelamatkannya dari hantaman kursi itu masih meringkuk kesakitan. Ia lantas memangku tubuh remuk Lilia sambil berderai air mata.


Sinta memperhatikan luka kan bersarang ditubuh sahabat tercintanya. Dan matanya langsung melongo saat melihat rembesan ***** yang mengalir di**** Lilia. Ia meletakkan tubuh Lilia dengan sangat hati-hati, lalu menyeret kakinya yang pincang sebelah menuju pintu.

__ADS_1


Doook... Doook... Doookk...


"Tolong.... Siapapun tolong... Ada yang pendarahan disini... Siapapun yang dengar tolong selamatkan kami... Tolong...."


Sinta masih terus menggedor pintu sambil berteriak minta tolong dengan sisa-sisa suaranya. Sesekali ia melihat kearah Lilia yang meringkuk sambil memegangi perutnya dengan wajah meringis kesakitan.


Cukup lama Sinta menggedor dan berteriak. Suaranya kini semakin melemah, tapi ia tetap mencoba dengan keras. Ia tak mau kehilangan sahabatnya yang selalu melindunginya.


Usaha Sinta tidak sia-sia. Sepertinya ada seseorang yang mendengar teriakannya.


"Ana... An... Kamu didalem An?" Suara yang sangat ia kenal telah datang.


Ada suara seseorang lagi dibalik pintu itu, menyuruh Sinta segera mundur karena mereka akan mendobrak pintu itu. Tak lama kemudian pintu segera terbuka. Sinta duduk terkulai dan badannya bergetar.


"Bagas... Ardian... Ar, cepet tolong istri lo Ar". Bagas langsung memeluk Sinta dalam tangis kemarahan. Hatinya sakit melihat tunangannya penuh luka dan lebam.


Ardian berlari menghampiri tubuh istrinya yang masih meringkuk lemas. Hatinya seakan tertusuk-tusuk mendapati tubuh Lilia yang gemetar hebat penuh luka. Lilia mencoba membuka matanya meski sangat berat. Air matanya mengalir seketika saat melihat orang yang saat ini memeluknya.

__ADS_1


(Lilia bergumam dengan suara yang sangat lirih) "By... Hubby... Sakiiit. Aku takut Byyy... Tolong Lili By. Tolong baby..." Belum sempat melanjutkan kini Lilia sudah tak sadarkan diri. Ardian hanya panik melihat ada rembesan darah yang masih mengalir dicelana Lilia.


"Ar, lo harus segera bawa Lili ke RS. Istri lo pendarahan Ar. Lili sekarang sedang hamil. Cepetan Ar!!! Selametin istri dan bayi lo!"


Mendengar kata-kata Sinta, Ardian langsung menggendong hangat tubuh Hunny nya. Rasa haru bahagia bercampur kekesalan, kemarahan, dan kekecewaan menjadi satu didada Ardian.


Bagas menyusul dengan membopong Sinta yang sudah hilang separuh kesadarannya. Ardian dan Bagas melesatkan mobil mereka menuju RS terdekat.


Sebenarnya Ardian ingin membawa Lilia ke RS Fantasi, karena disana peralatan medianya lengkap. Tapi kondisi Lilia yang kritis membuat Ardian mencari RS terdekat agar istrinya segera bisa mendapat pertolongan pertama.


Sesampainya di IGD RS Q, Ardian dan Bagas segera membopong tubuh kedua wanita itu masuk sambil setengah histeris. Dan setelah mendapatkan pertolongan pertama, Lilia harus dirujuk ke RS yang lebih lengkap fasilitasnya.


Karena kondisinya sangat parah, banyak luka memar dan beberapa tulang rusuk yang patah, ditambah lagi Lilia sedang hamil muda. Akhirnya mereka menuju RS Fantasi. Disana dokter dan perawat telah siap menyambut 2 pasien rujukan yang masih dalam perjalanan.


🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘

__ADS_1


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


__ADS_2