BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#22


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Selesai berganti pakaian yang masih bergaya santai, Lilia mendekati Ardian. Ia merapikan jas dan dasi suaminya. Rona hangat kembali merayap membalut pipinya. Terpesona oleh ketampanan Ardian dari jarak yang hanya terhitung beberapa centi saja.


Ardian meraih tengkuk Lilia dengan kedua tangannya. Menghapus jarak yang tersisa, menjadikan kening keduanya saling menempel. Dari kening turun ke hidung, turun lagi ke bibir. Ketika bibir mereka hampir terpaut, tiba-tiba pintu kamar Lilia terbuka tanpa ada suara permisi.


Cekleeek...


"Uups... Sorry. Lanjutin 5 menit aja ya. Terus cepetan turun! Udah pada nunggu dibawah tuh orang-orang". Fandi yang buru-buru bicara karena tengah mengganggu adegan kedua adiknya.


Ardian dan Lilia yang tampangnya kini sudah seperti buah tomat yang matang kembali memberi jarak beberapa centi. Ardian yang sudah sangat gemas sejak tadi pagi mendorong punggung Lilia merapat kearahnya. Ardian memeluk tubuh Lilia dengan hangat dan sedikit kuat. Lalu mencium kilat bibir mungil istrinya.


"Kita turun sekarang yuk". Ajak Ardian dan Lilia hanya balas mengangguk.


Kemudian mereka segera menuruni tangga menuju ruang tamu. Disana sudah berdiri kak Fandi, mama Dinda, dan mami Farah yang menyambut sepasang pengantin yang siap berangkat.

__ADS_1


"Cantik banget lo dek!" Fandi tersenyum ringan sambil memandangi wajah Lilia yang malu dengan rona.


"Istri Ardi kak, inget!!" Ardi menjawab pujian kakaknya sedikit ketus.


"Elaaaah... Muji adek sendiri nggak boleh cemburu gitu lo Ar. Nggak baik tau".


"Eeehh... Udah.. Udah... Ayo deh kita berangkat sekarang. Nanti keburu tamunya makin banyak kan nggak enak". Dinda menyela.


"Lhoo... Papa sama papi Haris mana ma? Kok nggak ikut?" Tanya Lilia sedikit heran saat tak mendapati kedua orang tua laki-lakinya.


"papa sama papi kamu udah di lokasi sayang. Mereka mau nyambut tamu yang datang lebih awal. Udah yuk berangkat, udah siap semua kan? Bang... Kamu yang nyetir mobilnya ya". Farah memberi kunci mobil pada Fandi


Mereka berlima langsung menuju mobil. Karena lokasi acara dengan rumah keluarga Mahardhika tidak terlalu jauh, 15 menit mereka akhirnya sampai dilokasi. Setelah melewati pintu masuk, mereka menyusuri lorong yang agak panjang.


Lilia yang melihat cahaya dipucuk lorong itu terkesiap melihat dekor yang tampak dari kejauhan tempat acara syukuran mereka digelar. Benar-benar cantik. Simple tapi akan membekas dihati. Itulah yang dirasakan Lilia. Mereka terus berjalan sampai akhirnya sampai di sebuah taman yang sudah penuh dengan dekorasi dan kursi-kursi.



Ardian lalu menggandeng lengan Lilia. Mama dan mami menuntun dua insan itu untuk menemui beberapa tamu dimana papa dan papinya tengah berbincang-bincang. Banyak pasang mata yang mengikuti, seakan takjub dengan keindahan dari ciptaan Tuhan itu.

__ADS_1




Hanya senyum simpul yang diperlihatkan keduanya. Sambil menyalami tamu yang mereka temui dengan 2 pasang orang tua mereka.


Setelah selesai pasutri (pasangan suami-istri) itu menuju kursi pelaminan ditemani 2 pasang orang tua mereka.


Walaupun hanya keluarga besar dan beberapa rekan bisnis dan teman yang menghadiri acara sederhana ini, Lilia dan Ardian nampak mulai kelelahan, walau ini acara sederhana, begitu kata para orang tua. Memang acara seperti ini sebenarnya bukan porsi mereka dengan umur mereka yang sekarang.


Jam 22.00 acara akhirnya selesai. Mereka kembali ke kediaman Mahardhika. Sedangkan papi, mami, dan kak Fandi langsung pulang menuju rumah keluarga Ananthara.


🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️

__ADS_1


__ADS_2