
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi ππ
π·π·π·π·π·
1 minggu telah terlewat. Sejak kejadian hari itu, sosok Arini tidak lagi pernah tertangkap oleh mata Ardian. Baik dikampus, maupun di rumah sakit tempat mereka mulai praktek. Apalagi untuk sekedar menyapa, Arini saat melihat keberadaan Ardian langsung lari terbirit-birit seperti melihat setan.
(Athor : gpp sih kalo setannya ganteng kayak Ardian. Malah aku yang kejarΒ²...wkwkwk)
Mungkin ini yang terbaik untuk Arini. Sebenarnya ia gadis yang baik. Hanya keliru saja dalam mengambil jalan menggapai cintanya. Dengan membiarkan waktu menguasainya, Ardian yakin kedepannya Arini akan menjadi kepribadian yang lebih baik lagi. Setidaknya itulah yang dipikirkan Ardian.
π·π·π·π·π·
Dikamar Lilia...
__ADS_1
Hari ini entah tumben Lilia tertidur sejak habis subuh tadi hingga menjelang siang. Mungkin karena terlalu lelah karena semalam suntuk Lilia tidak bisa tidur. Rasa usil Ardian yang melihat wajah pulas istrinya meruak.
Ia membelai pipi Hunny nya yang sangat cubby. Menyatukan hidungnya dengan hidung Lilia. Rasa usil tadi malah berubah menjadi rasa nafsu. Kini Ardian ******** bibir mungil Lilia.
Lilia yang merasa pening dikepalanya terpaksa memerintahkan sang mata untuk terbuka. "Mmmm... Hubby. Elusin punggung Lili aja By, jangan bibir".
Kata-kata Lilia malah membuat Ardian terbahak. Nafsu yang menyeruak tadi kini menguap sudah. "Hunny... Kita jalan-jalan yuuk!! Kamu akhir-akhir ini makannya dikit banget. Jadi gampang lemes. Ayok kita makan enak hari ini. Hunny mau makan apa? Apa ke resto yang deket G-mall? Apapun yang Hunny pengen makan dan pengen beli Ardi turutin deh sayang".
Lilia memang merasa bahwa beberapa hari ini selera makannya menurun. Ia juga tidak mau terus-terusan membuat suaminya cemas. Ia juga tahu kalau Ardian lelah karena terus menemaninya begadang dan selalu sigap menjaganya.
"Oh iya... Kita ajak calon pasutri yuuk Hun. Biar agak rame, jadi kamu nggak gampang bosen!" Lilia balas mengangguk. Sementara Ardian menelepon Bagas, Lilia mulai bersiap-siap.
Tiga puluh menit kemudian dua pasangan muda itu berangkat. Rasanya memang sudah lama Lilia tidak me-refresh badannya seperti sekarang. Hampir dua tahun usia pernikahannya. Dan sudah banyak kejadian yang begitu menguras emosi.
45 menit kemudian mereka sampai ditempat tujuan. Lilia mengajak untuk mengisi perut dulu, karena perutnya sudah benar-benar lapar. Setelah menunggu beberapa menit pesanan mereka akhirnya datang.
__ADS_1
Ardian, Bagas, dan Sinta terbelalak melihat meja yang tadinya kosong kini sudah penuh dengan sajian yang dipesan. Sementara berbeda dengan mata Lilia yang penuh binar menyambut hidangan yang membuat salivanya mengucur.
Tanpa kata pembuka, Lilia langsung menyantap hidangan didepannya. 3 orang lainnya malah menelan saliva mereka melihat ibu hamil yang lahap seperti belum makan berhari-hari. Lama kelamaan Ardian mengembangkan senyumannya.
Ardian merasa lega saat melihat nafsu makan istrinya telah kembali, dan merasa sedih karena sepertinya kurang memperhatikan asupan untuk sang istri.
"Eehh... Kalian pada nggak mau makan? Keburu habis lho ini!" Lilia membuyarkan kekaguman mereka melihat pemandangan yang langkah.
π¬οΈ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang ππ
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari πππ
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
__ADS_1