
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
Keesokan paginya...
(Lilia Masih mengucek mata, lalu memandangi wajah tenang Hubby nya). "Ohayou my Hubby..." Lalu mengecup sekilas bibir Ardian.
"Ngecupnya cepet banget Hunny. Kayak pesantren kilat aja". Membalas kecupan Lilia agak lama. "Ohayou my Hunny. Jam berapa nih?"
"Mmm... Nggak tau. Kayaknya masih jam setengah 5.an. Mau subuhan jama'ah nggak By?
"Ya mau dong. Aku akan belajar jadi imam yang baik untuk kamu Hunny. Yadah kamu mandi duluan gih. Keburu habis subuhannya". Lilia mengangguk dan berlalu ke kamar mandi. 10 menit kemudian berganti Ardian menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, mereka segera jama'ah sholat, selesainya bergegas menuju ke ruang makan dimana semua orang sudah berkumpul untuk sarapan.
Selesainya mereka membawa perlengkapan masing-masing ke mobil. 2 mobil melaju berdekatan menuju villa mereka di kota X.
10 menit perjalanan, tiba-tiba mobil di depan berhenti. Terlihat ada sepasang orang tua yang masuk ke mobil itu. Ternyata itu adalah Mami Farah dan papi Haris yang ikut bergabung dengan mama Dinda dan papa Fardan serta om Zidan.
Sedangkan dimobil belakang ada Lilia, Ardian, Kevin, dan Fandi yang baru saja ikut bergabung.
"Sini biar gue aja dek yang nyetir. Agak jauh perjalanannya". Fandi mengambil alih posisi Ardian.
__ADS_1
Kini Ardian sudah switch posisi dengan kakaknya, berpindah ke bangku belakang bersama Hunny nya, dan Kevin duduk di kursi depan.
"Duuhh... Pengantin baru, ndemplong terus aja kayak magnet. Nggak kasihan lo pada sama kita yang didepan? Kita kan masih jomblo". Fandi memang suka menggoda pasangan yang baru sehari lalu SAH itu.
Dan tanpa disadari Fandi dan Kevin malah sedikit berdebat saat Fandi mulai mengusili Kevin, anak yang masih duduk di bangku SMP itu.
"Enak aja... Kak Fandi aja yang jomblo. Kevin kan masih kecil kak, jadi belum wajib punya pacar. Emangnya kakak yang umur udah banyak kalah sama kak Ardi". Kik... Kik... Kik... Cekikikan Kevin membuat Fandi memanyunkan bibirnya.
"Elaaah nih bocah, masih ingusan aja udah belagu lo dek. Ntar kalo udah gede kayak gue masih ngejomblo tau rasa lo!"
"Iihh... Amit... Amiiiit dah. Asal kak Fandi tau ya, kecil-kecil gini Kevin udah bayak TTM tau!"
"Apaan TTM kok banyak? Jadi cowok setia dong Vin. Jangan jadi playboy lo!!"
"Lo pikir gue kudet. Gue juga dulunya sekolah sama kayak lo kali. TTM itu Teman Tapi Mesrah kan?!"
"Bhuahahaha... Kakak... Kakak... Emang kakak nggak kudet, tapi kakak udah jadul kali kak. Tahun berapa ini kepanjangan TTM masih Teman Tapi Mesrah?" Kevin memegangi perutnya yang sedikit kram karena kebanyakan tertawa.
"Lhaaaa... Artinya udah berubah emang?Sejak kapan? Emang sekarang apaan artinya TTM?
"Beneran kakak pengen tau?" Fandi mengangguk. "TTM itu Teman Tapi Mantan kak. Artinya bisa malah jadi gebetan beneran, bisa juga sempet suka tapi langsung kandas hubungannya". Kevin dengan menggebu-gebu menjelaskan pada orang yang dianggapnya sudah sepuh itu.
"Haaah... Masak sih artinya itu dek? Sejak kapan artinya jadi gitu?"
"Ya sejak Kevin mantannya banyak lah kak". Kevin masih terkekeh sampai mau menangis.
__ADS_1
"Resek lo dek. Songong banget lo punya mantan banyak. Awas kualat lo ntar. Gue bilangin mama Dinda lo, sering buat cewek nangis. Biar kena marah lo ntar". Wahahahaha... Sekarang gantian Fandi yang merasa ada dipuncak pembicaraan.
"Iiihh... Apaan sih kak. Kenapa bawa-bawa mama segala coba. Ntar gue bilangin mami Farah lo kak habis bully gue. Biar langsung dinikahin lo ntar".
"Lhaaa kenapa lo malah ikutan bawa-bawa mami coba. Dasar ingusan lo".
"Biarin... Walaupun ingusan tapi pernah pacaran. Nggak kayak kakak... Weeeekkk..."
Fandi yang langsung kena skakmat langsung memilih diam.
"Eehh... Btw kok dari tadi cuman ada suara kita ya Vin? Nggak denger suara manusia yang duduk dibelakang".
(Kevin menoleh ke kursi belakang) "Waaah... Orangnya pada bobok kak. Pantesan adem ayem".
Sebenarnya saat awal mula Kevin dan sang kakak mulai berdebat, mata Ardian tiba-tiba menjadi berat. Dia terbius dengan lawakan 2 orang dikursi depan itu. Lilia yang mengetahui suaminya telah terlelap ikut memejamkan matanya. Alhasil keduanya menikmati perjalanan dalam tidur.
Setelah 30 menit berlalu, Kevin ikut tertidur karena bahan obrolan yang sudah habis. 1 jam kemudian akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
__ADS_1