
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
"Hubby... Kamu masih hutang penjelasan lho sama aku!!" Ardian menoleh pada Lilia yang berbicara dengan masih menatap kedepan. Ardian berpikir Lilia masih salah paham perkara kejadian tadi.
Ardian menghela nafas tipis. Memberikan senyuman ketenangan pada Lilia. "Iya Hunny... Nanti kita bahas dirumah ya sayang".
Lilia hanya menatap mata Ardian. Ia merasakan kemurnian dari kata yang baru saja terucap dari mulutnya.
"Aaaww..." Lilia meringis sambil memegangi bagian bawah perutnya. Ardian yang langsung panik menepikan mobilnya. Ia ikut memegang perut istrinya.
"Kamu kenapa Hunny? Perutnya sakit?" Suara Ardian sedikit bergetar sambil mengelus-elus perut Hunny nya. Ada bentuk yang sedikit menyembul keluar dari dalam sana. Sedikit kuat memang.
Lilia mengambil nafas teratur. "Dedek nendangnya kekencengan By... Jadi kaget Lili". Kelihatan Lilia menahan sakit yang menurutnya sedikit itu.
__ADS_1
Ardian lalu mengecup perut besar itu. Lalu mengelusnya lagi. Setiap ada gerakan didalam sana yang timbul, Lilia jadi meringis lagi.
"Hay little princess nya papa. Sabar ya nak. Masih 1 bulan 10 hari lagi kita bisa ketemu dan kumpul bareng. Anak papa... Nggak boleh nakal ya. Kalo nendang pelan-pelan aja. Kasihan bunda nak nanti sakit perutnya". Perbincangan itu berakhir dengan usapan hangat tangan Ardian, disusul dengan kecupan yang agak lama. Lalu mereka kembali meneruskan perjalanan menuju rumah.
Anehnya, Lilia merasa sejak Ardian mengajak ngobrol putri kecilnya yang masih belum nampak, perutnya tidak merasa terkejut lagi. Seolah anak yang masih didalam sana mengerti perkataan papanya. Gerakannya masih ada, tapi sedikit lembut.
Sesampainya dirumah, Ardian kembali menuntun istrinya dengan hati-hati. Saat didepan pintu, tiba-tiba sepasang tangan merangkul pundak Lilia, memberikan pelukan yang hangat. Bau parfun yang sudah sering ia rasakan, orang itu adalah sahabat baiknya yang sangat sering menengok dan menghiburnya.
Masih berpelukan, "Lilimom.... Gue kangeeeen tau... Haiii little princess nya aunty. Kamu kangen juga ya sama aunty. Duh kamu pasti nanti cantik banget deh kayak aunty pas udah keluar. Aunty jadi deg-degan niiih".
"Iya bebeb... Cepetan nikah yuk. Ntar langsung aku buatin, 3 hari langsung jadi deh". Bagas mengiyakan kata-kata Ardian dengan asal.
"Ngawur aja lo curut!! Mana ada 3 hari langsung jadi. Lo mau buat bayi, apa mau buat menekin sih?"
Ardian dan Bagas kemudian terkekeh bersama. Lilia hanya geleng-geleng saja melihat suami dan temannya yang masih somplak itu. Sinta lalu menuntun Lilia ke sofa ruang tamu tengah. Membantunya duduk dengan pelan-pelan.
"5 bulan lagi kalo gitu kita nikahnya", Sinta akhirnya membuka suara menimpali ocehan 2 laki-laki yanh sekarang duduk diseberang sofa mereka.
__ADS_1
Bagas seketika berdiri lan bergegas menghampiri kekasihnya. "Beb... Kamu lagi nggak bercanda kan? Beneran ya 5 bulan lagi?!"
"Ya kalo kamu nggak mau gapapa sih. Nanti aku cari ganti yang mau aja!" Sinta malah menggoda Bagas yang rautnya sudah menggebu-gebu.
Wajah Bagas yang tadinya bersinar, sekarang jadi memelas. "Jangan dong bebeb... Jangankan 5 bulan lagi. Hari ini kamu minta aku berangkat deh!" Tawa 3 orang diruang tamu itu pun pecah melihat tingkah Bagas.
Puas tertawa, mereka hening sejenak. Tiba-tiba suasana menjadi abu-abu saat seutas kata-kata terlontar dari mulut Lilia.
"Jadi Hubby... Ceritain sekarang siapa itu Arini? Lilia pernah denger lo Hubby bilang "lup yu tu" pas teleponan dikamar kemarin siang".
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
__ADS_1