BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#39


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Louwish sangat terpukul mendengarnya. Ingin sekali ia segera mencari siapa yang telah membuat putri semata wayangnya seperti sekarang. Tapi niatnya ia urungkan. Dokter berpesan bahwah saat Sinta siuman nanti, dia akan mengalami syok yang hebat. Louwish harus selalu disamping Sinta untuk menjaganya agar anaknya tidak mengulangi perbuatannya tadi.


Karena jika saja tadi penanganan sangat terlambat, nyawa Sinta sudah pasti tidak bisa diselamatkan. 1 minggu kemudian Sinta sudah mulai siuman setelah berhasil melewati masa kritis dengan berat.


Benar saja kata dokter, setelah sadar, Sinta sangat syok. Dia mulai mengamuk histeris dan menangis tanpa henti. Louwish mencoba menenangkannya. 3 hari sudah Sinta selalu histeris seperti itu ketika membuka matanya. Papa yang sangat menyayanginya selalu memeluknya. "Tenanglah putriku... Tidak apa-apa nak. Papa akan selalu ada disampingmu. Bagaimanapun keadaanmu. Asalkan jangan pernah meninggalkan papa sendirian sayang. Sembuhlah nak, mari kita pindah jauh dari sini dan memulai lebar kehidupan yang baru. Ana mau kan!"

__ADS_1


Ana yang mendengar penuturan papanya mengeratkan pelukannya. Bagaimana papanya bisa sebaik ini saat ia telah membuat harapan papanya dan masa depannya sendiri hancur. Hanya kata maaf yang terus diucapkan Sinta kepada papanya.


1 minggu setelahnya, Sinta sudah diperbolehkan pulang. Dan saat itu juga Sinta dan Louwish meninggalkan Australia. Sinta menjalani terapi di Indonesia. Selama 3 tahun ia tidak keluar rumah sama sekali. Ia masih takut bila berpapasan dengan orang lain, apalagi laki-laki. Hanya papanya yang peduli saat Sinta sedang jatuh terpuruk. Maka itu Sinta sangat menyayangi papanya.


Setelah dokter menyatakan bahwa kondisi Sinta sudah banyak kemajuan, akhirnya papa Sinta memberanikan diri untuk melanjutkan sekolah Sinta. Memang awalnya sangat sulit meyakinkan Sinta. Tapi saat papanya menceritakan bahwa Kepala Sekolah tempat ia akan melanjutkan belajar adalah teman baiknya, Sinta akhirnya mau sekolah lagi.


Tentu saja Kepala Sekolah, yang juga om Lilia merasa iba pada nasib yang menimpa Sinta. Tapi ia salut akan perjuangan teman baiknya yang penuh ketelatenan mengurus dan mendampingi putri tunggalnya itu meski sendirian. Dan setelah masuk sekolah dan mengenal Lilia, perlahan Sinta memulai membuka diri untuk menerima pertemanan. Tapi ia tetap menutup hatinya untuk teman laki-laki yang ingin menjalin hubungan lebih dengan dirinya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Tiba-tiba air mata Bagas mengucur deras. "Ternyata sesulit itu hal yang sudah dilalui Ana. Dan selama ini dengan gamblangnya gue ngungkapin perasaan ke dia. Pasti tiap itu juga dia langsung keinget gimana sakit bekas lukanya. Lo emang bodoh Gas... Seharusnya elo udah dari dulu nyari tau". Batin Bagas bergenderang merutuki kebodohannya.

__ADS_1


"Terus kenapa akhirnya lo mau nyeritain ini ke gue?" Bagas mengusap air matanya.


"Gue yakin dan gue percaya bahwa lo emang tulus sama Tata. Gue yakin lo pasti bisa nutupin luka yang tiap hari selalu diingat Tata, Gas. Luka itu harus lo lapisi dengan ketulusan cinta lo. Karena luka itu udah nggak akan pernah bisa ilang".


Mendengar kata-kata Lilia, Bagas langsung berdiri. Dia berlari keluar tanpa pamin. Lilia dan Ardian hanya bisa beradu pandangan melihat reaksi Bagas.


🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘

__ADS_1


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


__ADS_2