
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
"Arini? Siapa Arini? Ardi nggak pernah cerita apa-apa tentang nama ini". Saat ini yang ingin didapatkan Lilia adalah sebuah penjelasan.
Saat Ardian keluar kamar mandi, dilihatnya Lilia sedang memegang HP miliknya. Ia menghampiri Hunny nya dengan mata seolah sedang merayu. Ia tiduran dan menyelipkan kepalanya dipangkuan Lilia.
Menghadap ke perut buncit Lilia. Menatap perut besar itu, lalu mengecupnya. "Hunny... Besok kita liat little princess kita yuuuk". Lilia yang mendengar ajakan Ardian dengan nada seperti anak kecil langsung larut, hilang sudah kegelisahannya tadi.
"Lhaaa... Bukannya Hubby hampir tiap hari udah nengokin little princess ya? Ngapain nunggu besok, sekarang juga bisa By..." Ardian yang mengerti arah pembicaraan Lilia sempat ingin melanjutkan dengan aksi lainnya. Namun ia urungkan karena sedang tidak ingin saja.
Sejak kehamilan Lilia semakin besar, hormon Lilia juga semakin berubah. Ia senang mendengar Ardian yang mengeluarkan kata-kata gombalnya. Apalagi ajakan Ardian untuk melakukan permainan panas. Bahkan kadang-kadang Lilia yang meminta duluan. Tentu saja Ardian sangat menyambut baik perubahan hormon sang istri.
__ADS_1
"Iiih... Hunny tambah nakal deh. Maksud Hubby tuh USG Hunny... Kata Kak Risa kan sekarang USG udah ada yang 4 dimensi Hun... Jadi little princess bakal ketahuan kirei* nya tau"
(*kirei : cantik, dalam bahasa Jepang).
Ardian yang merayu Lilia agar besok mau USG 4 dimensi. Padahal dari usia kandungan Lilia menginjak 5 bulan, Ardian sudah melakukan USG. Begitu pula saat usia kandungannya menginjak umur 6 dan 7 bulan. Dan sekarang menginjak 8 bulan pun dengan rengekannya, Ardian mau melakukan USG lagi.
Mungkin karena menyambut anak berjenis kelamin perempuan, makanya Ardian selalu intens dalam memantau perkembangan anaknya tiap bulan, tiap minggu, bahkan tiap hari. Hal yang jarang dilakukan orang tua laki-laki adalah memperhatikan kebutuhan calon bayi yang belum lahir.
Biasanya yang lebih antusias dalam memenuhi calon bayi adalah ibu mereka. Dari membantu menyiapkan nama, pakaian, peralatan mandi, kereta bayi dan kebutuhan lainnya. Namun berbedan dengan calon papa muda yang satu ini.
Semenjak acara 'mitoni'* usai, minggu berikutnya Ardian sibuk memilih perlengkapan untuk bayinya. Sampai historical google search di HP nya penuh dengan apapun yang berkaitan dengan bayi perempuan.
Kamar sebelah yang menjadi tempat belajar Ardian kini sudah berubah menjadi kamar bayi. Dan sudah lengkap dengan isinya tentu saja. Kalau dipikir-pikir lagi entah sejak kapan Ardian mengerjakan itu semua.
Baru saja kemarin malam Lilia membuka pintu yang baru terpasang dikamarnya. Pintu yang menghubungkan kamarnya dengan ruang belajar yang ternyata sudah disulap menjadi kamar bayi.
__ADS_1
Betapa kagetnya Lilia mendapati kamar bayinya yang ternyata isinya sudah lengkap. Dari box bayi, lemari yang juga sudah penuh isinya, mainan bayi, juga ada bouncer swing. Kejutan yang dibuat Ardian untuk calon anak mereka tidak berhenti sampai disitu. Ketika membuka lemari pakaian calon bayinya, jantung Lilia seakan sudah siap untuk melompat. Pasalnya bukan hanya pakaian saja yang menghuni si lemari. Ada 3 pac gif set yang sangat lengkap isinya, popok new born beberapa box, tas bayi, dan lagi tas yang agak besar.
Penasaran dengan tas yang agak besar, Lilia membukanya. Sekarang matanya yang hampir berlari meninggalkan rongganya. Didalamnya sudah ada beberapa potong setelan baju bayi, gif set mini, gendongan, selimut, juga kain bedong. Dan ada kertas note yang menempel di selempangan tas bertuliskan, "UNTUK DIBAWA PAPA SAAT MENJELANG LAHIRAN BUNDA". Entah Lilia harus merasa kagum atau takut. Karena mama dan papanya juga tidak pernah menanyakan perihal ini.
Sejak saat itu Lilia sering mengatakan pada Hubby yang amat ia cintai, "jangan terlalu berlebihan memberikan perhatian pada anak. Apalagi anak perempuan. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik".
*****
Dan hari ini Lilia memutuskan untuk menunda untuk meminta penjelasan mengenai siapa Arini. Karena saat ini hatinya sedang bunga, ia tak mau membuatnya menjadi layu.
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
***Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
__ADS_1
Masukkan berupa kritik dan saran boleh dibahas di group ya dear*** 😁😍
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️