
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi ππ
π·π·π·π·π·
(Lilia POV, dikamar Lilia)
Setelah berganti pakaian, mencuci muka, Lilia segera merebahkan raganya diatas singgah sananya yang nyaman. Ia menatap langit-langit kamarnya. Rasanya ia baru saja tersadar dari sebuah mimpi.
"Huft... Ternyata cuma mimpi. Mimpi aneh yang sangat menyiksa pikiran gue. Jangan-jangan gue sudah mulai gila. Bisa-bisanya gue bermimpi seperti itu. Tau ah... Tidur aja!! Kok rasanya mata gue berat merasakan pikiran gue sendiri", Lilia yang bergumam sendiri langsung terlelap karena lelah dengan pikirannya sendiri.
π·π·π·π·π·
Hari ini tidak ada alarm yang membangunkan sang putri yang tertidur. 1 hari spesial dalam seminggu ini saja rasanya Lilia selalu merasa bebas. Tidur sepuasnya, bangun tidur semaunya, tak perlu mandi pagi-pagi sekali, dan yang paling disukainya adalah tak perlu bergulat dengan pikirannya. Iya... Karena ini adalah hari minggu.
"Aduh... Rasanya mata gue masih berat akibat mimpi semalam".
Beranjak dari sarang tidurnya, setelah mencuci muka dan gosok gigi, Lilia berniat untuk turun karena perutnya sudah bergemuruh.
__ADS_1
Sekilas matanya langsung melirik sesuatu yang ada di kursi depan meja riasnya.
"Gaun itu....Berarti yang semalam itu bukan mimpi dong" sambil menggigit ibu jarinya Lilia menghela nafas berat.
π·π·π·π·π·
Dimeja makan tampak Lilia celingukan mencari Papa, Mama, dan adiknya yang sama sekali tak terlihat.
"Tumben sepi banget ni rumah. Pada kemana semuanya ya. Biar deh, gue makan sendiri aja".
*****
Mereka menggelar tikar di taman dekat kolam renang dengan beberapa toples camilan. Seperti ibu-ibu PKK yang sedang berghibah. Lilia menghampiri untuk bergabung.
"Siapa nih yang dapet arisannya?" Suara Lilia yang sedang kepo dengan kegaduhan kedua orang tuanya. Mirip seperti suasana waktu arisan ala ibu-ibu PKK.
"Arisan apaan sih kak. Orang Papa sama Mama lagi debat juga. Au ah.. Kevin mau main PS aja. Gak jadi deh renangnya, udah gak mood", Sambil cemberut Kevin masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Kevin adalah adik Lili yang masih kelas 1 SMP. Sama dengan sang kakak yang terkadang kesal sendiri dengan tingkah konyol orang tuanya itu.
"Eh.. Ada anak mama yang cantik. Sini kak!! Mama sama papa lagi pilih-pilih tempat dekor juga konsumsi buat acara kamu 2 minggu lagi".
"Gimana kamu cocok gak kalo yang ini sayang?" sambil menunjuk gambar pilihan sang papa.
"Lili nurut aja deh maunya papa sama mama. Kalian kan selalu milihin yang terbaik buat Lili. Lili mau balik ke kamar dulu ya Pa.. Ma..."
"Ya udah kamu istirahat aja kak. Nanti jam 4 kita ke butiknya tante Moon ya cari baju buat acara kamu nanti!" Terang Dinda.
"Iya Ma. Lilia masuk dulu ya kalo gitu. Nanti panggil Lili aja Ma kalo udah mau berangkat".
Dinda dan Fardan mengangguk sambil masih melanjutkan perbincangan mereka. Mereka sangat antusias memilih ini dan itu seakan-akan mereka yang akan menikah. Sembari mengenang masa-masa itu, mungkin...
π¬οΈ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang πππ
Komen dong kakak buat review novelku. Kritik dan saran kalian bisa memotivasi author untuk dapat ideΒ² fantastis lhoooo...
__ADS_1
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ