
Saya sangat teharu melihat komen kalian yang unyuΒ²... Jadi tambah semangat mau buat crazy up lagi... Semoga segera terlaksana yaaaa ππ
Selamat membaca readers tersayangkuuuh...πππ
π·π·π·π·π·
Fandi hanya manggut-manggut mendengar saran dari Lilia. Tapi entahlah hatinya masih bingung. Sementara percakapan mereka tadi telah didengar seseorang yang dari tadi duduk di sofa seberang ranjang Lilia.
Fandi sebenarnya ingin menanyakan lebih detail mengenai Risa. Tapi niatnya urung karena ternyata Risa lebih dulu mendekat kearah mereka.
"Eehh... Tante Risa, tumben nggak bareng sama dokter Silvi?" Lilia memulai sapaannya dengan sedikit canggung. Seperti ibu-ibu komplek yang kepergok menggosipkan tetangganya.
"Aku sengaja kesini mau nengokin kamu kok Li. Gimana apa udah enakan? Atau masih sering pusing?"
"Enggak kok tante. Lili udah jauh lebih enakan kok. Ini semua berkat para dokter juga tante yang selalu sabar ngerawat Lili. Makasih ya tante..."
"Udah sewajarnya kan Li. Lagian sudah tugas kami juga sebagai dokter harus merawat pasiennya sampai sembuh. Lagian yang tante lakuin ini nggak ada apa-apanya dibanding semua yang udah dilakukan om Fardan dan keluarga kamu sama tante. Oh... Iya, ngomong-ngomong Fandi masih setia aja nih jagain Lilia tiap hari. Nggak balik lagi ke London emangnya?"
Fandi yang masih mengusap-usap layar ponselnya langsung mendongak, mengarahkan pandangannya pada wajah cantik Risa.
__ADS_1
"Oh... Iya, soalnya hati aku pengen dirawat terus sama kamu. Makanya aku disini terus...."
Entah lelucon apa yang sedang dimainkan oleh Fandi. Rasanya kata-kata itu langsung keluar seperti sudah lama tersimpan di dalam otaknya. Setelah beberapa detik saraf Fandi yang sempat kongslet kini sudah connect kembali.
Muka Fandi kini memerah tanpa ampun. Ia sungguh malu saat sadar kalimat yang baru saja ia ucapkan kepada Risa. Kalau saja status mereka adalah seorang sepasang kekasih, tentu kata-kata Fandi akan menjadi gombalan teromantis saat itu juga.
Jika saja waktu memang benar-benar bisa diputar, pasti Fandi akan membenahi jawabannya agar terkesan 'normal'. Memang sudah sifat Fandi melawak seperti itu pada orang yang sudah dianggapnya dekat. Tapi Risa....
Sedangkan Lilia hanya melempar ringisan kecut mendengar dagelan dari kakak iparnya itu. Entah niatnya untuk melawak, atau memang ungkapan itu sudah lama ia pendam di otaknya. Tapi menurutnya momen ini sungguh sangat pas. Dengan begitu Fandi tidak perlu repot-repot mencari kalimat untuk rasa sukanya kepada Risa.
"Duh... Fandi ini masih bisa ya bercanda garing kayak gitu. Hahahaha... Emang masih jaman ya candaan kayak gitu. Kamu lucu deh Fan..."
Fandi langsung kehilangan seluruh mukanya saat mendengar sahutan dari Risa. "Garing?? Bercanda?? Gue lucu?? Tuhan... Demi apa Risa kasih gue komen kayak gitu?"
Kali ini Fandi benar-benar mati gaya atas ucapannya tadi. Meskipun perkataannya tulus dari lubuk hati, tapi seperti sepoian angin yang mendesah ditelinga karena Risa hanya menggangapnya sebagi lelucon yang garing. "pengen dirawat terus sama kamu itu garing", kata-kata itu terus berputar ditelinganya.
"Oh iya, Lili sayang, Nanti aku tanyakan ke dokter Silvi deh kamu kapan bisa pulang ke rumah ya". Risa tahu kalau Lilia pasti sudah bosan berada di rumah sakit berminggu-minggu.
"Beneran tante?? Lilia udah enek nih sama bau rumah sakit. Kangen mau nggelibet di rumah".
__ADS_1
"Iya... Beneran deh. Kalau gitu tante tinggal dulu ya. Tiga puluh menit lagi mau ada operasi soalnya". Setelah mengecup pipi chubby Lilia, Risa meninggalkan ruang VVIP itu.
Sedangkan Fandi? Tentu saja dia masih berkutat dengan pikirannya yang merutuki kata-kata garingnya.
"Kak...."
"Kak..."
"Kakak...."
"Iiihh... Kak Fandiiii!!!"
Teriakan Lilia merefresh otak Fandi yang menalar entah kemana tadi. Lilia yang melihat raut wajah Fandi tiba-tiba merasa iba. Lilia berpikir apakah cinta Fandi akan bertepuk sebelah tangan. Tentu ini sangat tidak baik, mengingat Fandi bukanlah seorang ABG lagi.
πBERSAMBUNG...
Terima kasih kalian yang sudah membagi VOTE dan LIKE nya sayaaaaang ππ
Tetap dukung author dengan VOTE, LIKE, & KOMEN kalian yaaa
__ADS_1
Salam Hangat Author ππ