
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi ππ
π·π·π·π·π·
(Dicafe Bagas...Ardi POV)
"Kamu mau pesen apa Li?"
"Kayak biasanya aja Ar".
Ardi berlalu menuju meja kasir untuk memesan. Sambil menunggu antrian, sesekali dia melihat kearah Lilia. "Sepertinya harus segera gue tanyakan ke Lili tentang perasaannya", gumam Ardi.
Sebenarnya Ardi merasa bersalah pada Lilia, karena tadi siang di sekolah Ardi dibuat kaget dengan sikap Maya. Tentu saja Ardi marah akan sikap Maya yang main nyelonong mencium pipinya. Huuft... Tapi untung saja pipi, bukan bibir. Karena Ardi ingin dengan Lilia lah mencuri ciuman pertamanya.
Sambil memainkan imajinasinya, hati Ardi rasanya menghangat, sampai......
"Mas... Mas... Woii mas, lo ngantri jadi mau pesen gak sih?" Panggilan Ami, kasir di cafe Bagas membuyarkan imajinasinya.
"Eehh... Iya.. Iya, sorry kak. Nggak denger waktu di panggil. Jadi kak, aku pesen kayak biasa ya. Sama punya Lili".
"Oke, total xxxxxx ya. Nanti kalau sudah siap dianter kesana".
"Iya kak makasih".
__ADS_1
π·π·π·π·π·
"Hmmmm... Gimana ya ntar ngomongnya ke Ardi. Kalo gue salah ngomong bakal marah deh kayaknya", membatin sambil bengong lihatin hp.
Sambil menunggu Lilia dan Ardi malah hening. Biasanya setelah pesan menu mereka langsung nyerocos cerita apa aja. Tapi entah ada apa dengan hari ini.
"Mmmm...." Suara gumam Lilia.
"Li...."
(Athor : cieee kompakan ni yeee. Emang kalo sejodoh mah gitu. Feelingnya dapet aja π€£)
"Kamu duluan Li. Kayaknya mau ngomong sesuatu kan?"
(Batiniah Lilia, "heeh.. 'kamu'??? Nggak salah denger nih gue?") "Mmmm... Ar, gue mau nanya boleh nggak? Tapi janji lo jangan marah ya!"
(Lilia Ngebatin: Ehh... Beneran, tadi dia nyebut "kamu". Demi apa niih) "Tapi janji dulu. Jangan marah!" Ardi balas mengangguk.
" Mmm.. Lo punya hubungan apa sama Maya? Aku denger dari temen-temen sih. Katanya lo sama Maya pacaran. Tapi lo kok nggak protes waktu acara lamaran sabtu kemarin? Sorry ya Ar, gue cuma pengen tau dari lo langsung. Karena gue tau kalo lo bukan orang yang gampang ngibul".
"Hmm... Kalo sebelumnya aku minta sesuatu sama kamu boleh?"
"Apa?"
"Aku pengen kita pas berduaan kayak gini, atau pas lagi dirumah. Entah itu dirumah kamu atau dirumah aku, kita manggilnya AKU-KAMU. Menurutku pribadi kata-kata itu lebih mesrah aja sih. Gimana? Kalau pun nanti terbawa saat disekolah aku juga nggak masalah kok Li"
__ADS_1
"Oke gu... Eehh... Aku terima. Agak kikuk sih, tapi aku bakal cepet nyesuaikan. Terus sekarang gantian lo... Eh, kamu harus jawab pertanyaanku!"
"Aku bakal jujur ya Li. Pertama, aku nggak suka sama Maya sebagai laki-laki. Kedua, asal kamu tau... Aku sukanya sama kamu. Ketiga, kok kamu langsung tanya apa Maya pacarku? Aku kan selama ini nggak pernah cerita ke kamu kalo aku suka seseorang, apalagi kalo aku udah jadian sama seseorang".
"Yaaa.. Gu.... Aku kan nggak tau. Cuman denger ada omongan aja. Kalo bentar lagi kita nggak menikah, aku juga nggak bakalan tanya-tanya kok. Aku pingin mastiin aja langsung dari kamu. Jangan diambil hati ya Ar. Aku cuma nggak mau nanti setelah menikah kita jadi punya masalah gara-gara salah paham".
"Iya... Aku paham kok kamu khawatir. Apapun masalah yang akan kita hadapi setelah kita nikah nanti, sebisa mungkin harus kita hadapi bersama ya Li. Kecil atau pun besar pasti masalah itu akan ada. Disaat itu kita harus saling terbuka ya. Supaya ikatan kita awet sampai kita keriput!"
(Tetiba Lilia blushing, sambil menunduk) "Iya... Janji ya kita nanti harus selalu sama-sama. Dan jangan sampek bohong, entah itu saat suka maupun duka!"
(Menggenggam tangan Lili) "Li... Sini dong lihat aku! (Lilia mendongak, mata mereka membeku saat bertatapan). Ini janjiku sebagai laki-laki, aku nggak akan biarin kamu dalam kesakitan. Aku cuman butuh kamu harus selalu percaya sama aku. Apapun yang akan terjadi, kamu harus percaya sama aku. Setelahnya pasti kita akan selalu bahagia".
"Aku nggak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Karena perjalanan kita juga masih sangat panjang. Tapi aku akan selalu berusaha untuk selalu disamping kamu Ar. Aku akan berusaha untuk jadi wanita yang selalu ada buat kamu".
"Terima kasih Lili sayang... Love you".
("Sayang".... Beneran kan yang gue denger barusan ya? Dan Lilia hanya membalas dengan senyuman merah nya).
Lilia sampai lupa akan tujuan utamanya ingin menanyakan soal Maya yang mencium pipi Ardi karena sekarang hatinya sedang hangat merona. ("Hmm..besok aja deh tanya nya. Moodnya lagi bagus nih, sayang kalo jadi jelek")
π¬οΈ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang πππ
Komen dong kakak buat review novelku. Kritik dan saran kalian bisa memotivasi author untuk dapat ideΒ² fantastis lhoooo...πππ
__ADS_1
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ