BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#30


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


(Flashback On Fandi)


Sesampainya dikamar maksud hati Fandi ingin segera melepas penatnya. Ia ingin merefresh pikirannya. Ia tak mau harus merusak pikirannya yang sedang kalut karena kekisruhan hatinya.


Berusaha memejamkan mata, tapi rasanya hari ini matanya juga sedang tidak bersahabat. Berkutat dengan HP berharap matanya akan segera layu, tapi nyatanya tidak. Kemudian ia bangun dari ranjangnya. Berencana mengobrol dengan Lilia dan Ardian. Mungkin dengan begitu ia akan segera bisa melegakan hatinya.


Tanpa pikir panjang Fandi bergegas menuju kamar pasutri muda itu. Ketika hendak mengetuk pintu kamar, matanya terlebih dahulu menangkap sebuah pemandangan dibalik jendela kaca yang sangat minimalis. Dimana Ardian, adiknya, sedang mencumbui Lilia. Mereka sudah polosan tanpa sehelai kain yang menempel.


"Oh... Shiiiit. Bagaimana aku lupa kalau mereka adalah pasangan yang sudah SAH. Dan bagaimana aku lupa kalau adiknya itu adalah laki-laki normal. Bagaimana otakku ini mulai tidak bekerja dan begitu gegabah?". Gemuruh bergelut di hati Fandi.


Seketika Fandi langsung kembali ke kamarnya. Ia mengepalkan tangannya, ingin meninju tembok didepannya. Tapi niat itu ia urungkan. "Untuk apa pikiran ini? Bukankah seharusnya aku harus mau menerima semua ini. Ya Allah... Tolong singkirkan lah pikiranku yang sedang kalut ini. Aku hanya ingin melihat adik-adik hamba bahagia, sehingga hati hamba pun ikut bahagia", Fandi bergumam lirih.


Lalu ia memutuskan untuk mandi, ia ingin menenggelamkan pikirannya. Setelah berendam di bathtub, Fandi mencoba meluruskan pikiran dan hatinya. Tetapi ia malah meratapi nasibnya.


Fandi bergumam sendiri, emosi, pikirannya melantur kemana-mana (Baca eps #26, Fandi POV). Hanya Tuhan yang bisa memberiku jawabannya. Setelah cukup lama berendam, akhirnya ritual mandinya usai. Fandi berganti pakaian, lalu bergegas sholat. Ia memohon kepada Allah untuk menjauhkan pikiran dan hatinya pada hal yang bisa membuat ia bersikap buruk.


~Flashback Off~


🌷🌷🌷🌷🌷


Tikar sudah digelar dibawah pohon kelapa yang teduh. Beberapa cemilan berbaris seakan minta untuk segera dijamah. Obrolan para orang tua itu terlihat sangat asik. Tapi tidak dengan Fandi dan Kevin. Mereka sedang sama-sama galau. Walaupun beda kasusnya.


Fandi memilih untuk melanjutkan tidurnya. Angin pantai seakan membawa pergi kegundahannya.


Sementara Kevin, masih dikelabui kegalauannya. Maklum... Anak ingusan yang lagi bucin-bucinnya. Ia memasang earphone kesayangannya. Memilih lagu kesukaan dari HP nya.

__ADS_1


~~


*Pa-ra-ra-ra-ra


Pa-ra-ra-ra-ra


Pa-ra-ra-ra-ra


Pa-ra-ra-ra-ra


Pa-ra-ra-ra-ra


Pa-ra-ra-ra-ra


O-o-o-o-o-o-oh


Aku ingin berjalan bersamamu


Dalam hujan dan malam gelap


Aku ingin berdua denganmu


Di antara daun gugur


Aku ingin berdua denganmu


Tapi aku hanya melihat keresahanmu*


Mata Kevin yang mulai terpejam tiba-tiba mebelalak kaget. Ada telepon masuk. Ia pergi berjalan menyusuri bibir pantai.


(Noname) : "Assalamualaikum..."

__ADS_1


Kevin : "Waalaikumsalam..."


(Noname) : "Lagi sibuk ya? Aku ganggung dong?"


Kevin : "Enggak kok. Lagi nemenin geng sepuh di pantai aja, malah ketiduran".


(Noname) : "Geng sepuh? Katanya kamu sama keluarga besar? Nggak jadi?"


Kevin : "Ya itu keluarga besar aku. Geng sepuh itu ada mama, papa, mami, papi, sama om Zi. Karena nggak ada temen ngobrol jadi garing deh aku".


(Noname) : "Hihihi... Kamu tuh ada-ada aja deh Kev".


Kevin : "Kapan kamu mau nrima perasaanku? Aku pengen pas liburan kesini bisa sama kamu".


(Noname) : "Mmm... Kev, sebenernya...."


"Keviiiin... Ayo kita makan dulu nak!!!" Suara dari kejauhan meminta Kevin agar segera datang.


Kevin : (berteriak kencang) "Iya maaaa, sebentar..... Ron, aku chat bentar lagi ya. Aku dipanggil mama soalnya"


(Noname) : "Iya... Have fun ya beb. Assalamualaikum".


Kevin : "Waalaikumsalam..."


Setelah sambungan terputus, Kevin bergegas lari menghampiri geng sepuh. 'BEB' entah kenapa kata itu teringiang ditelinganya. "Kok gue kapikiran kata-kata beb ya? Aneh..." Gumam lirih Kevin yang tidak menyadari suara dibalik telepon tadi memanggilnya begitu.


🌷🌷🌷🌷🌷


🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘

__ADS_1


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


__ADS_2