BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
EXTRA PART-TERIMA KASIH!!


__ADS_3

"An... Dengerin aku. Jangan memotong penjelasanku. Setelah kamu dengar semua yang aku ungkapkan, baru kamu boleh menerima atau menolak aku!"


Sinta mengangguk dengan wajahnya yang masih sendu. Bagas menarik nafas, dan kembali menatap mata terkasihnya.


"Ana... Aku benar-benar tulus mencintai kamu An. Jangan tanya kenapa harus kamu yang aku pilih. Karena hatiku yang memilih An, bukan mata ataupun nafsuku. Aku sudah tau semua tentang kamu. Juga kejadian yang menyiksamu Ana. Jangan tanya bagaimana aku tau. Untuk mencintai kamu, aku akan melakukan hal yang terbaik selama itu buat kamu. Karena aku mulai percaya dengan kata 'cinta itu buta'. Aku menerima masa lalumu An, dan sekarang aku ingin ada di masa depanmu.... Sinta Louwish Analya, aku Bagas Alaskahrin ingin menjadikanmu sebagai pendamping hidupku. Will you marry me!?"


Sinta sangat terharu dengan pernyataan Bagas yang begitu panjang. Ia mengusap air mata yang kembali mengalir di pelupuk matanya. Hatinya kini benar-benar semakin hangat dengan pernyataan cinta Bagas.


"Yes I do... Tapi jika keluargamu mau menerimaku. Bagas... Aku tau kamu sangat tulus mencintaiku, tapi aku juga sadar dengan keadaanku. Bila orang tuamu menolakku, aku tak akan sakit hati. Karena kamu memang orang baik, sepatutnya mendapatkan yang terbaik pula".


Bagas mengulas senyuman masih memandang wajah Sinta yang kini sudah menyimpulkan senyuman.


"Oke... Aku anggap kau menerima lamaran sementara ku ini. Besok aku akan datang bersama kedua orang tuaku. Katakan pada papamu untuk menyambut kami besok. Kalau begitu aku pamit dulu".


Bagas yang hendak beranjak keluar rumah tiba-tiba merasa tangannya ditarik. Ternyata Sinta yang telah menarik tangannya.


"Apa maksudmu besok kamu akan kesini? Dengan kedua orang tuamu?"


Seakan masih tak percaya pada jawaban Bagas. Bagaimana mungkin dalam satu hari Bagas mampu meyakinkan keluarganya bahwa mereka akan menerima Sinta dengan keadaannya.


Sinta pikir usaha Bagas akan memakan beberapa waktu. Tapi jawaban enteng yang dilayangkan Bagas membuatnya seperti berhalusinasi.


"Kenapa kamu kaget sayang? Bukankah kamu setuju menikah denganku asal keluargaku menerimamu!? Apakah ada hal yang lainnya lagi?"


"Bukan... Bukan begitu... Bukankah baru saja aku mengajukan syarat padamu, tapi kamu langsung memberi jawaban seakan keluargamu sudah memberikan restu mereka. Apakah aku salah menanyakan ini?"


Bagas menyeringai penuh kemenangan menanggapi pertanyaan wanita yang kini menjadi kekasihnya itu. Sinta semakin heran dengan tingkah Bagas. Senyuman yang dilayangkan Bagas merupakan senyuman yang biasa ia temui saat Bagas merasakan sebuah kemenangan. Tapi apa artinya?

__ADS_1


"Ana, bukankah diawal tadi aku sudah mengatakan bahwa aku ingin ngasih tau kebenaran? Dan semua yang aku katakan adalah kebenaran sayang. Apa kamu pikir aku akan hanya gegabah langsung melamarmu hari ini? Tidak sayang... Setiap hari aku berjuang untuk menceritakan perasaanku terhadapmu pada keluargaku. Dan saat pertama kali aku menceritakan kamu pada mereka, mereka sudah menerimamu sayang. Hingga detik ini, tidak ada yang berubah Analya. Dan saat aku juga nanti mengabarkan kebenaran ini, aku masih yakin bahwa mereka masih akan menerimamu... Aku pamit, salamkan pada om Louwish. Jangan lupa memberitahu om Louwish besok aku dan keluargaku akan datang melamarmu!"


Kecupan singkat Bagas mengiringi langkah kakinya keluar rumah Louwish. Sinta yang masih mencerna kata-kata Bagas tiba-tiba kaget saat pundaknya ditepuk seseorang. Ternyata itu adalah papanya. Entah dari kapan papanya berada didekatnya.


Louwish mengangguk kearah Sinta. Lalu Sinta segera memeluk erat papa tersayangnya. Louwish sangat terharu mendengar kata-kata Bagas tadi. Tidak sia-sia ia menguping dibalik tembok seperti yang Sinta lakukan tadi.


Ia sangat bahagia karena ternyata ada seseorang yang benar-benar tulus mencintai dan menerima putrinya.


*****


Keesokan harinya...


Bagas memberitahu Sinta bahwa ia dan keluarganya akan datang jam 5 sore. Tentu saja seharian didalam rumah keluarga Louwish sangat sibuk mempersiapkan jamuan untuk menyambut calon keluarga besannya.


Lilia dan Dinda tak luput membantu mereka menyiapkan segala sesuatunya setelah menerima kabar dari Sinta semalam. Walaupun Louwish sempat menolak niat keluarga Lilia karena sudah terlalu sering ia repotkan. Tapi Lilia memaksa Louwish agar menerima bantuannya. Dengan dalih Bagas akan membawa sekompi keluarganya, Louwish sempat tidak percaya, tapi bukankah Lilia tidak pernah sekalipun membohongi dirinya.


Setelah tepat jam lima, Bagas dan rombongan keluarganya datang. Dan benar saja, Bagas datang tidak hanya dengan kedua orangtuanya, tapi dengan mengajak keluarga besarnya.


Louwish tentu gelagapan dengan rombongan yang menyerbu rumahnya. Untung saja Lilia dan mamanya bersedia membantu menyiapkan makan malam yang sangat mewah menurut Louwish.


Saat makan malam yang penuh suasana hangat itu selesai, Alaskahrin, papa Bagas langsung mengatakan tujuan mereka membawa rombongan kerumah keluarga Louwish.


"Mohon maafkan kami yang merepotkan keluarga anda pak Louwish karena datang mendadak dan membawa serta keluarga besar kami. Niat kami kesini untuk melamar nak Analya, putri bapak, agar dapat menikah dengan anak saya Bagas. Apakah niatan kami ini dapat diterima oleh pak Louwish dan Ana?"


"Terima kasih banyak atas perhatian keluarga besar pak Alaskahrin. Saya sungguh tersanjung dengan niatan ini. Tapi sebelumnya, saya ingin menanyakan sesuatu bila bapak dan keluarga besar berkenan. Mohon jangan tersinggung dengan pertanyaan yang akan saya ajukan!"


"Tentu saja, silahkan pak Louwish. Kami tentunya akan menyambut baik".

__ADS_1


Louwish pun menarik nafas panjang, ia mulai bertanya tentang tanggapan mereka apakah sudah mengetahui kondisi Sinta yang sebenarnya.


Sedangkan dari pihak keluarga besar Bagas juga menceritakan perjuangan Bagas yang dari awal hingga sekarang untuk meyakinkan mereka bahwa ia menetapkan hatinya untuk Sinta. Memang kemarin malam mereka sangat terkejut mendapati cerita Bagas, tapi jika Bagas sudah sangat yakin dengan pilihannya kenapa keluarganya harus mempersulitnya. Karena Bagas yang akan menjalani kehidupannya, bukan orang tua maupun keluarganya. Bukankah tugas mereka adalah mengingatkan jika memang salah.


JEDIEEEERRRR...


Seperti tedengar suara petir. Petir yang biasanya adalah simbol pertanda tertimpa hal buruk. Tapi berbeda dengan pernyataan yang diberikan keluarga besar Bagas. Petir itu seraya menjadi lampu yang sangat terang dihati Louwish dan juga Sinta.


Meskipun kabar menyenangkan ini berdengung ditelinga Sinta, tapi ia masih belum siap bila harus cepat menikah. Sinta masih ingin melanjutkan pendidikan dan karir tentunya. Maka lamaran hari ini adalah lamaran pertunangan Sinta dan Bagas.


Sinta meminta waktu setidaknya satu tahun untuk bisa menikah dengan Bagas. Tentu saja Bagas dan keluarganya menyambut baik keputusan Sinta. Karena kabar baik tetaplah kabar baik.


Dan jadilah perjuangan Bagas tidak sia-sia dalam mengejar cintanya. Bukankah kerja kerasnya ini setimpah dengan manis yang tengah ia rasakan.


Setelah itu mereka saling menyematkan cincin dijari manis mereka. Bagas lalu memandangi wajah cantik Sinta.


"Terima kasih!! Karena kamu orang baik, maka aku mendapatkan mu!"


🌷🌷🌷🌷🌷


PERJUANGAN BAGAS MENGERJAR CINTA SINTA TELAH TAMAT....


TERIMA KASIH UNTUK PENDUKUNG SINTA-BAGAS 😍😍😍


Jangal lupa tetap dukung author dengan VOTE, LIKE, & KOMEN yaaa 😘😘😘


Baca juga karya baru saya Chat Story dengan judul "MY MOM"

__ADS_1


__ADS_2