
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
Ardian mengajak Lilia untuk mandi bersama. Selesainya mereka langsung turun menemui sahabatnya itu. Bagas yang sudah lama menunggu melihat pasutri muda itu turun dari lantai 2.
"Ya elaaah... Mentang-mentang udah kelar ujiannya, kelonan aja lo berdua dikamar". Bagas memang suka menggoda pasutri yang baru sah itu.
"Iiih... Si Jones lagi merana ya liat orang memadu kasih..." Lilia malah balik menyindir Bagas.
"Makanya sana lo cepet minta dikawinin. Biar nggak ngenes tiap hari lo... Hahaha..." Ardian juga ikut menjahili sahabatnya.
"Iish Hubby... Kok kawin sih. Nikah kali By. Iya kali si Bagas kucing dikawinin". Lilia masih melanjutkan ledekannya
"Terusin aja lo berdua ledekin gue. Kalo udah nikah, gue bales lo pada tau rasa". Bagas mulai kehilangan kata-katanya.
"Ya gak ngaruh kali Gas. Gue duluan yang ngerasain enaknya daripada lo. Mau bales model gimana coba lo?" Dengan gamblang Ardian membalas kata-kata Bagas.
__ADS_1
"Emangnya lo udah punya calonnya Gas? Udah berani ngomongin kawin aja lo". Lilia masih menggoda balik.
"Ya makanya gue kesini pagi-pagi. Ada yang pengen gue tanyain ke elo Li. Biar gue bisa mantepin kesungguhan hati gue".
"Tanya ke gue? Nggak salah lo? Emang gue kenal sama calon istri lo?" Lilia kini sedikit terheran.
Ardian berlalu menuju dapur. Mencari minuman atau cemilan untuk dibawa kedepan.
"Ya kenal lah. Kenal banget malahan". Lilia berpikir sejenak. Karena dirasanya Bagas tidak sedang dekat dengan seorang wanita. "Dia temen lo Li, Ana. Sinta Louwish Analya", sambung Bagas.
Lilia langsung mendelik mendengar nama yang disebutkan oleh Bagas. Ia tak mengira Bagas akan serius mengejar cintanya terhadap Sinta.
"Makanya gue mau denger dari lo. Kemarin gue tanya suami lo, tapi dia bilang nggak berhak buat cerita ke gue. Gue disuruh tanya langsung ke lo atau Ana langsung. Gue nggak mungkin tanya langsung ke Ana. Dia pasti nggak mau cerita. Makanya gue mutusin mau tanya ke elo aja Li".
Sejenak Lilia terdiam. Dia sangat bingung. Sudah benarkah dengan memberitahu Bagas tentang rahasia Sinta yang selama ini hanya Lilia yang tahu. "Apakah keputusan gue dengan ngasih tau Bagas bener?" Hati Lilia masih berat untuk berbagi cerita ini.
"Segede apa ketulusan lo sama Tata?"
"Sebesar nyawa gue sendiri. Gue benar-benar serius Li sama Ana. Gue pingin dia jadi pendamping hidup gue. Tujuan akhir dari hidup gue".
__ADS_1
"Walaupun kekecewaan yang akan lo denger? Apa setelah lo denger cerita gue lo bakal masih cinta sama Tata?"
Bagas terdiam, dalam hati ia bertanya-tanya sebenarnya rahasia apa yang disimpan Sinta, sampai Lilia harus berkata seperti itu.
Lilia yang melihat diam Bagas semakin tidak ingin memberitahu tentang rahasia teman baiknya itu. Dia tidak ingin menambah jumlah orang yang tau tentang kondisi Sinta. Karena Lilia telah bercerita kepada orang tuanya, dan juga Ardian, suaminya. Apalagi bisa membuat Sinta salah paham maksudnya nanti.
"Tuh kan... Denger kabar buruk aja lo langsung diem. Gue saranin elo cari pendamping lain deh. Gue nggak mau nantinya temen baik gue malah sakit hati gara-gara gue cerita ke elo".
"Nggak Li!!! Hati gue udah manteb apapun keadaan Ana, gue akan selalu tulus mencintai dia. Jadi sekali lagi gue mohon... Tolong kasih tau gue, alasan Ana selalu nolak gue. Bukan... Alasan dia selalu menutup hatinya untuk orang lain".
Akhirnya Lilia mulai bercerita tentang alasan Sinta yang tidak mau menerima lawan jenisnya untuk menjalin sebuah hubungan. Dia berharap seorang Bagas mampu meredakan sakit hatinya selama hampir 6 tahun ini.
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
__ADS_1