
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
Sudah empat jam Lilia menangis menahan mulas yang tak terkira ukuran sakitnya itu. Ardian juga kini merasakan punggungnya sangat sakit. Seperti baru saja jatuh dari lantai tiga puluh sampai perutnya yerasa mual. Tapi ia tetap tegar dihadapan istrinya yang saat ini menahan sakit yang luar biasa.
Kini Lilia tengah mengerang hebat. Ia meremas tangan Ardian dengan kuat. "Andai aku bisa menanggung rasa sakit kamu Hunny, pasti aku rela". Batin Ardian yang kini sudah tidak sanggup melihat perjuangan istrinya.
Beberapa saat kemudian dokter Silvi, Risa, dan 2 orang perawat masuk ke ruang bersalin Lilia. Jeritan Lilia yang sempat didengar dokter Silvi menandakan persalinan akan segera dilakukan.
Benar saja, saat dokter Silvi memeriksa, ia mengatakan bahwa Lilia sudah siap untuk melakukan persalinan. Dokter Silvi dengan sabar menuntun ibu muda itu agar melakukan teknik mengejan dengan benar. Agar luka yang ditimbulkan tidak banyak nantinya.
Sekarang dokter Silvi sudah ada dibawah kaki Lilia yang telah berada diatas penopang kaki. Lilia mulai mengejan dengan arahan dari dokter Silvi.
__ADS_1
Sedangkan Ardian berada tepat disamping Lilia. Menggenggam tangan Lilia yang semakin mengerat. Membisikkan kata-kata semangat pada Lilia.
Lilia merasa sangat tidak tahan dengan rasa sakit yang tengah ia rasakan. Tapi genggaman dan kecupan hangat yang diberikan Ardian membuatnya pantang menyerah. Kini Lilia tengah berjuang antara hidup dan mati agar bisa mendengar suara tangis anaknya.
Tiga puluh menit sudah waktu memakan ruang persalinan disana. Masih meringis menahan sakit yang luar biasa. "Hitungan ketiga mengejan ya sayang. Ambil nafas dulu yuk. Ini kepala bayinya udah nongol lho Liii. Satu... Dua... Tiga... Dorong agak kuat Lili". Dokter Silvi mengarahkan Lilia untuk mengejan lagi.
"Aaaaggh....." Cengkeraman Lilia sangat kuat. Hingga menimbulkan jejak dipergelangan tangan Ardian. Ardian masih menyemangati istrinya. "Ayo sayang... Kata dokter Silvi dikit lagi Lili. Kamu bisa Hunny. Bentar lagi kita bisa lihat little princess kita Hun..."
Beberapa saat kemudian...
Tangis Ardian langsung memenuhi ruang bersalin itu. Lili yang mendengar suara tangis putrinya menderukan air matanya sampai sesegukan. Ardian lalu mencium lama kening Lilia. "Terima kasih Lilia... Kamu sudah berjuang. Kamu bunda terhebat sayang. Terima kasih..."
Lalu Ardian mengambil susu segar diatas nakas yang tadi sempat dibawakan orang tua mereka. Mengambil sedotan, dan perlahan menuntun Lilia meminumnya. Karena perjuangan yang sangat menguras tenaga tadi, dan agar Lilia segera lekas mengisi kembali tenaganya.
"Kerja bagus sayang. Cuma tiga jahitan. Kamu ibu muda yang hebat Lili". Kata dokter Silvi yang telah selesai menjahit bagian yang sedikit robek tadi.
__ADS_1
Sedangkan Risa memeriksa kondisi bayi Lilia setelah dibersihkan. Lalu menggendongnya untuk diberikan kepada Lilia agar mendapatkan kolostrum*nya
(Kolostrum adalah makanan pertama untuk bayi baru lahir yang keluar dari payudara ibu, sebelum air susu ibu (ASI). Kolostrum ini memiliki banyak peran penting bagi kesehatan bayi, salah satunya untuk membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi).
Ardian dan Lilia tak henti-hentinya mengucap syukur atas nikmat Tuhan yang begitu indah ini. Mereka memberi banyak kecupan pada bayi yang cantik itu. Dan... Lihatlah, mirip siapa bayi cantik ini. Begitu Risa menengkurapkan bayi mungil itu ke dada Lilia, si bayi sambil membuka mulutnya. Seakan sedang mencari sumber air untuk melepas dahaganya.
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
__ADS_1