BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
EXTRA PART - SURPRISE WEEKEND PAGI


__ADS_3

Rapatkan barisan sayangkuuu...


Enjoy it πŸ€—πŸ€—πŸ€—


🌷🌷🌷🌷🌷


"Boleh gabung duduk disini?" Pertanyaan pertama yang Risa berikan kepada Fandi.


Sejak pertama Lilia dirawat di ICU sampai dipindahkan ke ruang rawat VVIP, Risa dan Fandi belum pernah mengobrol berdua, meskipun hanya sekedar tegur sapa. Rasanya Fandi ingin melompat kegirangan saat mengetahui Risa mengajaknya bicara.


"Oh... Dokter Risa. Boleh silahkan!"


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Seseorang yang dalam beberapa minggu ini memonopoli pikiran Fandi saat ini sedang duduk dan mengobrol dengannya. Kaget, tentu saja. Tapi ketimbang kaget Fandi malah senang tak terkira.


Tepat tidak tepat keadaan saat ini, tapi rasanya mulut Fandi sudah gatal ingin segera mengutarakan perasaannya kepada Risa. Kalaupun nanti akan ada penolakan, biarlah dipikir belakangan saja.


"Sudah dari tadi nih mojok sendirian disini? Oh iya... panggilnya Risa aja mas", Pertanyaan kedua dari Risa yang membangunkan Fandi dari lamunannya.


"Eh... Iya. Kamu kok pagi-pagi udah disini? Nggak kerja?" Pertanyaan balik yang garing dari Fandi. Dan kini ia malah teringat leluconnya yang garing menurut Risa.


"Ini kan masih jam 7. Jam praktek aku kan nanti jam 9 Mas. Mas sendiri weekend gini malah udah nongkrong disini aja nih? Masih pagi juga. Bukannya Ardian libur kuliah ya. Apa ada keperluan lain juga disini?"


"Mmm... Ya ada jelasnya. Nggak mungkin kan kalo lagi nggak ada perlu aku pagi-pagi udah mojok disini!"

__ADS_1


"Oh gitu... Eh, mas udah sarapan belum? Kalo belum kita sarapan bareng aja gimana?"


"Boleh... Kamu mau pesen apa? Biar aku yang traktir".


"Waah... Bener nih mas? Alhamdulillah... Rejeki anak sholehah. Makasih ya mas. Aku pesen sup buntut aja mas, sama nasi ya, nggak pakek sambel. Minumnya lemon tea aja ya. Hehehe..."


"Udah itu aja?"


"Iya itu aja mas. Kalo pesen banyak ntar aku begah jadinya. Hari ini ada jadwal operasi juga soalnya!"


"Siap princess ku yang cantik. Aku kekasir dulu deh kalo gitu".


Saat tapak kaki Fandi meninggalkan tempat duduk mereka, saat itu juga wajah Risa mem-blushing. Fandi adalah laki-laki pertama yang menyanjungnya dengan gombalan dan membuat dada Risa sedikit bergelombang.


Sepuluh menit mereka memojok dalam keheningan, saling bergantian melempar pandangan sambil sembunyi-sembunyi. Seperti ABG yang baru pertama kali kasmaran. Tentu saja, karena baik Fandi maupun Risa memang belum pernah menjalin hubungan khusus dengan lawan jenis.


Saat Risa melahap nasi yang sudah ia masukkan kedalam mangkuk sup buntutnya, tiba-tiba....


"Aaww... Apaan nih?"


Risa merogoh sesuatu dalam mulutnya yang sempat mengejutkan beberapa giginya saat mengunyah. Ia mengeluarkan sebuah benda berupa lingkaran yang ramping dengan satu batu permata kecil.


"Lhooo... Kok ada cincin? Waaah... Risa dapat door prize nih. Makan sup buntut dapat cincin didalamnya. Cincinnya bagus lagi. Kayak jajanan komo aja nih... Hihihihi...."

__ADS_1


"Kamu suka cincinnya?"


Risa menatap wajah Fandi dengan penuh tanya. Jangan-jangan cincin yang telah ia timang-timang saat ini adalah door prize yang diberikan oleh Fandi. Tapi apakah mungkin?


"Kamu nggak suka ya sama cincinnya?" Fandi kembali menatap Risa penuh rasa penasaran.


"Ini... Cincin dari kamu mas?" Sekarang penasaran melompat ke dalam pikiran Risa.


"Eee... Itu... Iya. Tadinya aku pingin ngasih kejutan pas habis kita ngabisin sarapan. Tapi takut nggak sempet gitu. Jadi..." Belum sempat penjelasan yang Fandi sampaikan, Risa memotongnya dengan nada ketus yang sedikit membuat urat malu Fandi terlihat jelas.


"Jadi kamu mau bunuh aku mas? Kalo aku kesedak cincin ini pas lagi makan gimana coba!"


"Eeehhhh... Maafin aku ya Sa, aku nggak bermaksud buat nyelakain kamu kok. Sumpah deh. Aku cuma mau ngasih kamu surprise aja kok. Tapi aku bingung gimana cara ngasihnya ke kamu. Aku kepikirannya naruh cincin itu ke sup kamu. Sorry banget ya Sa. Kamu jangan marah ya... Please..."


"Ya kan bahaya banget mas kalo sampek ini cincin ketelen ke tenggorokan aku. Lagian mas kenapa ngasih aku cincin? Pakek acara dimasukin ke sup buntut pula. Kalo mas ngasihnya cara biasa aja juga nggak bakal aku tolak kok!"


Mata Fandi kini membulat sempurna. Ia sangat terkejut, tapi juga senang mendengar ucapan Risa barusan.


.🌷🌷🌷🌷🌷


πŸƒBERSAMBUNG...


Terima kasih kalian yang sudah membagi VOTE dan LIKE nya sayaaaaang 😘😘

__ADS_1


Tetap dukung author dengan VOTE, LIKE, & KOMEN kalian yaaa


Salam Hangat Author 😍😘


__ADS_2