
PERINGATAN WASPADA!!!
TIDAK DIPERUNTUKKAN ANAK DIBAWAH UMUR, APALAGI YANG STATUSNYA BUCIN SEBELUM SAH🚫🚫🚫
YANG PUASA BACA SETELAH BERBUKA, YANG LAGI BERHALANGAN SILAHKAN DILANJUT KAKAK... 😘😘
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
Perjalanan mereka tidak terlalu panjang karena memang jarak RS Lilia dengan rumah mereka tidak terlalu jauh. Waktu tempuh 20 menit serasa seperti 2 menit saja. Karena banyak celotehan yang keluar dari para penghuni mobil. Suasana yang sudah lama dirindukan telinga Lilia.
Sesampainya didalam rumah, mereka mengantar Lilia ke kamarnya. Sebenarnya Lilia masih ingin melepas penat dengan berkumpul diruang keluarga. Tapi entah apa karena terlalu lama menetap di rumah sakit, kini badannya gampang terasa lemas. Padahal perjalanan tadi juga tidak terlalu jauh.
Dikamar, Ardian menuntun Lilia untuk rebahan di ranjangnya. Lilia sangat bahagia karena suaminya semakin hari semakin hangat. Lalu Ardian mengunci pintu kamar. Bergegas merebahkan tubuh kekarnya tepat disebelah Lilia. Ia merangkul lembut kepala Lilia. Mengecupnya lama.
Tiba-tiba kepala Lilia mendongak, melihat rupa suaminya yang semakin tampan. Lalu mengecup bibir seksi Ardian.
__ADS_1
Lilia melepasnya sejenak, "Hubby... Lili kangen Hubby". Tangan Lilia ternyata sudah meraba nakal di dada Hubby nya.
Ardian membalas dengan ******* panasnya, tapi masih lembut. Rasa rindu Ardian yang begitu menumpuk sudah tidak bisa tertahan lagi. Memang sekarang kondisi tubuh Lilia masih lemah, tapi Ardian berpikir bahwa Hunny nya juga sudah tidak bisa memendung hasratnya lagi.
"Hunny... Aku mau kamu, gimana nih Hun... Udah nggak kuat lagi". Lilia belum memberi tanda meng-iya-kan. "Hunny badannya masih sakit ya? Aku ke kamar mandi aja deh".
Saat tubuh Ardian bersiap meninggalkan ranjangnya, tapi tangan Lilia menggondelinya dengan erat. "Hubby... Kita main sama-sama aja. Lilia udah kangen sentuhan Hubby. Dedek bayi kan juga belum Hubby tengok sama sekali".
Mata Lilia yang berbinar memelas seperti mata kucing yang sedang minta makan. Entah pernah dengar darimana Lilia kata-kata seperti itu.
Senyum nakal Ardian langsung terurai. Tak mengulur waktu Ardian langsung kembali meringkuk rapat ke tubuh Hunny nya. Kecupan yang bertubi-tubi dilancarkan Ardian membuat suara desahan Lilia mencuat, semakin panas semakin heboh pula desahan mereka saling bersautan.
"Dedek... Tungguin papa ya. Bentar lagi papa ajakin main... Oke", bisik Ardian didepan perut buncit Lilia. Kecupan yang mendarat diperut Lilia mengakhiri percakapan antar papa dan anak yang masih dibalik dinding perut itu. Sambil masih mengecup, Ardian terus turun menuju surga Lilia.
Seketika Lilia terkejut saat Hubby tampannya mengecup daerah *****nya. Itu karena ini adalah kali pertama Ardian melakukan itu pada Lilia. Ia sedikit menarik tubuhnya keatas karena merasa malu dan canggung. Tapi Ardian dengan lembut mengejarnya. Pada akhirnya Lilia tidak lagi menolak, karena yang dilakukan Ardian sungguh membuatnya terlena penuh kenikmatan.
Suara desahan Lilia kini sudah tidak lirih lagi. Ia mendesah dengan suara yang lantang. Ardian masih mengulum ******** Lilia yang mulus dengan sedikit bulu tipis, membuat Ardian betah berlama-lama memanas disana. Apalagi saat Lilia mulai meremas keras rambutnya, Ardian tambah memacu kecupannya di surga Lilia.
Sekarang Ardian melepas pagutannya, menggantinya dengan rabaan tangannya. Beberapa menit memainkan ******** Hunny nya, tangan nakalnya merasakan ada sesuatu hangat yang memenuhi tangannya.
__ADS_1
Senyum nakal Ardian kembali mengembang. Ia mengambil ****nya yang sudah sangat mengeras. Menuntun si 'bobi' menuju pintu surga dunia. Pelan-pelan menekannya masuk kedalam.
Tangan Lilia yang meremas punggung Ardian dengan kuat menambah semangat Ardian agar permainan mereka semakin memanas. "Aaahhh... Hunny... 'punyamu' kok makin rapet aja sih Hun. Baru masuk aku udah nggak kuat Hunny..." Lilia yang mendengar ungkapan Hubby nya itu menjadi merah padam dari telinga hingga seluruh wajahnya karena malu sendiri.
Ardian yang ada dipuncak nafsunya tetap melakukan permainan dengan pelan dan lembut, ia tak mau karena hanya ingin memuaskan nafsunya, istri dan calon bayinya jadi merasakan sakit nantinya.
1 jam sudah keduanya bermain kenikmatan dunia. Akhirnya Lilia melakukan pelepasan dengan erangan seksi yang selalu didengar oleh Ardian. Sementara Ardian melakukan pelepasan diluar tubuh Lilia. Karena sebelum pulang beberapa hari yang lalu dokter Silvi telah memberikan pengertian kepada Ardian tentang makanan yang bisa dikonsumsi Lilia, bawaan pada masa kehamilan, sampai cara aman berhubungan saat istrinya dalam keadaan hamil.
Mereka yang sama-sama lemas akan kenikmatan yang telah terlepas kemudian terlelap sambil berpelukan. Sebenarnya Ardian ingin mengajak Lilia membersihkan diri dulu. Tetapi tak jadi karena takut akan ada permainan baru dikamar mandi. Jadi ia memutuskan akan mandi setelah bangun tidur nanti.
🌷🌷🌷🌷🌷
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
__ADS_1