BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
EXTRA PART - RISA AINI RANGGADEWI (bagian 2)


__ADS_3

Ini adalah episode terpanjang yang saya terbitkan...


Dengan pedenya saya merasa membanggakan diri sendiri 😣😣😣...


******


ENJOY IT YAAAA 😘😘😘


🌷🌷🌷🌷🌷


Tiba-tiba kepala Risa jadi berat, pandangannya sedikit menghambur. Dengan langkah seperti bunga yang lunglai ia memasuki pintu rumahnya. Dan ia langsung terjatuh duduk saat melihat pemandangan yang menyambutnya.


Guyuran air mata Risa mendayung keluar liang rongga matanya. Dengan tubuh yang bergetar, ia menyeret kedua lututnya melaju mendekati tubuh yang terbaring ditutupi kain batik. Menerobos orang-orang yang berjajar disamping tubuh itu.


"Papaaaaaaa... Papaaaa jangan tinggalin Risa paaa... Papa bangun paaa... Papa kenapa begini pa. Huaaa.... Papaaaa... Risa masih butuh papa... Hiks... Hiks... Bangun papaaa".


Teriakan Risa tiba-tiba melemah bersamaan tubuhnya yang terkulai lemas. Dinda yang menitipkan Lilia kepada Zidan berlari kearah Risa.


Fardan yang tengah menemui rekan-rekan bisnis Hamzah untuk melayat juga langsung berlari kearah kerumunan didalam. Ia menggendong tubuh Risa yang masih setengah sadar dan masih terisak berlinangan air mata. Membawa tubuh kecil itu ke kamar tamu.


Dinda menghampiri Risa yang telah dibaringkan di atas kasur. Membawa baskom kecil dan sebuah handuk kecil. Dengan lembut Dinda membasuh wajah dan tangan Risa yang penuh dengan keringat dan bercampur air mata.


"Risa... Istighfar ya nak. Ikhlaskan kepergian papamu. Tante sama om disini akan selalu ada untuk Risa. Tante tau Risa anak yang kuat. Mama kamu juga butuh kamu nak". Dinda mencoba untuk setegar mungkin.


"Om juga akan jaga Risa seperti papa kamu. Karena om sudah janji sama papa kamu sebelum nafas terakhirnya berhembus tadi. Mamamu masih pingsan karena terlalu syok dengan kepergian papamu yang mendadak ini. Ikhlaskan papamu ya nak, biarkan papamu pergi dengan tenang!" Dengan suara lirih Fardan ikut menenangkan Risa, karena memang gadis itu masih terbilang anak kecil untuk mengerti keadaan seperti ini.


"Hiks... Hiks... Hiksss... Kenapa papa bisa sampai meninggal om? Padahal tadi pagi masih sehat-sehat aja... Hiks... Hiks..."

__ADS_1


Fardan menangkap pelukan yang dilayangkan gadis didepannya. Dirasakannya tubuh Risa masih bergetar dengan tangis yang coba ia tahan. Fardan sangat takjub dengan keadaan Risa, yang mana pada usia yang masih sedini ini ia begitu tegar dengan situasi yang kini dihadapinya.


Ternyata inilah yang selalu Hamzah ceritakan perihal anaknya. Mungkin sifat Hamzah yang selalu bisa berpikir bijak dan dewasa telah menurun pada Risa, putri satu-satunya yang kini telah ia tinggalkan.


Setelah dua jam lamanya, Risa sudah berganti dengan baju berkabungnya. Disaat semua keluarganya memakai warna hitam atau warna gelap lainnya, Risa lebih memilih memakai setelan dan kerudung berwarna putih tulang.


Hatinya kini memang sangat mendung, tapi Risa tidak mau mengantar kepergian laki-laki yang selalu menjadi panutannya dengan hati yang suram pula. Risa ingin mengantar sang papa menuju tempat peristirahatan terakhirnya dengan hati dan keadaan yang bersih dengan kesucian. Bukankah papanya juga berpulang denga keadaan yang sudah suci!?


Risa memang gadis super, hampir tidak pernah gadis yang seperti Risa ada di keluarga besar mereka. Entah bagaimana ia bisa sangat luar biasa bersikap sangat dewasa seperti ini. Mungkin karena ia juga melihat mamanya yang sangat lemah, apalagi saat mengetahui papanya telah berpulang kepangkuan Sang Ilahi.


Risa memang bukan tipe anak yang egois dan manja, ia mengingat perkataan Dinda saat mencoba menenangkan hatinya untuk mengikhlaskan sang papa.


"Sayang, kehidupan duniawi dan akhirat itu hanya milik Allah. Dan Allah lebih menyayangi papa Risa, makanya Allah ambil papa Risa sekarang. Kalau Risa ikhlas karena Allah untuk melepas papa Risa, insyaallah jalan papamu untuk menapak ke surga Allah akan ringan nak. Kami semua disini selalu ada untuk Risa dan mama Risa. Jangan takut akan materi duniawi. Karena papa Risa orang baik, maka sekarang kebaikan yang akan membalas pada kehidupan kamu dan mbak Misti untuk kedepannya. Hantarkan papa Risa dengan doa ya sayang. Bahagiakan papamu dengan rasa ikhlas dan doa yang khusyuk. Percayalah hanya pada Allah, insyaallah Allah akan selalu memberikan Risa kebaikan".


Maka hari ini Risa melangkahkan kakinya di pemakaman dengan hati yang lapang. Siapa manusia yang tidak ingin masuk surga? Ia juga ingin papanya bisa masuk ke surga yang telah Tuhan buat untuk orang-orang yabg baik tentunya.


Setelah satu jam ia dipusaran makam sang papa, ia pulang dengan menggandeng tangan Dinda. Berlalu dengan menoleh sebentar kearah peristirahatan terakhir sang papa.


"Ya Allah, tolong jaga papa hamba di surgamu sana.... Papa... Risa dan mama ikhlas Lillahita'ala melepas papa. Papa jangan khawatir ya pa. Risa akan selalu jagain mama, dan akan buat papa sama mama bangga sama Risa. Suatu saat kita pasti ketemu dan berkumpul di surganya Allah ya pa... Aamiin.."


Saat Risa melangkah kedalam mobil dan bersiap meninggalkan area pemakaman, air matanya sudah tidak menggenang lagi. Sungguh Risa adalah gadis yang benar-benar menakjubkan.


🌷🌷🌷🌷🌷


Setibanya dirumah, tentu saja ia disambut oleh pelukan dari sang mama yang masih lemah dan berderai air mata. Risa mencoba menguatkan hati mamanya. Selalu mengingatkan mamanya untuk mengingat papa tercinta dalam doa mereka.


******

__ADS_1


Tiga tahun kemudian....


Risa yang sudah resmi lulus dari bangku SMP tengah mengadakan wisuda. Dinda dan Fardan datang sebagai wali dari Risa. Sejak sepeninggal papanya, kondisi tubuh mama Risa tidak baik. Padahal sudah hampir tiga tahun papanya meninggalkan mereka. Mungkin hati mama Risa sudah mengikhlaskan, tapi syok pada tubuh mama Risa sepertinya masih belum sirna.


Seperti janji yang telah dikatakan Fardan sebelumnya, ia dan Dinda merawat Risa dan mamanya dengan sepenuh hati. Dan setelah berembuk dengan seluruh kepala keluarga besar, tanggung jawab Rumah Sakit Fantasi akan diambil alih Fardan. Karena hanya dia yang tidak terlalu repot mengurus perusahaannya yang bergerak di bidang properti rumah dan tempat resort. Awalnya Fardan sempat menolak, karena ada masih ada kepala keluarga yang lebih tua dari dirinya. Dan juga usaha miliknya sangat bertolak dengan usaha yang dimiliki almarhum Hamzah. Namun kepala keluarga yang lain dengan penuh keyakinan memilih Fardan. Dan keputusan yang mufakat ini disambut baik oleh Fardan.


Tidak hanya kebutuhan berupa materi, Risa juga mendapat perhatian dan kasih sayang dari keluarga Mahardhika. Itulah yang membuat Risa begitu berterimakasih yang tak terhingga kepada keluarga Lilia.


Dan tentang Rumah Sakit papanya, Fardan dan keluarga besar sepakat bahwa Rumah Sakit akan diambil alih oleh Risa setelah ia menikah. Tetapi sepertinya Risa masih belum terlalu memikirkan pasangan untuk bersanding dengannya.


Sampai hari kejadian buruk yang tengah menimpa Lilia itu terjadi. Setelah beberapa minggu Lilia dalam masa perawatan, pikiran Risa terganggu oleh satu orang, Fandi. Entah Risa yang terlalu kepedean, atau memang benar Fandi tengah mencari perhatian kepadanya.


Bahkan Risa sempat bermimpi tengah berciuman dengan Fandi. Tentu saja hal ini sangat menggangu pikiran Risa. Apalagi saat ia berpapasan dengan Fandi, ia langsung seperti salah tingkah. Ia hanya takut salah menaruh hatinya saja. Tapi kalau memang benar Fandi juga menyukainya, kenapa sampai saat ini Fandi belum mengatakan perihal perasaannya. Atau... Memang perasaan Risa saja yang terlalu berharap lebih?


"Entahlah"... Itulah yang hanya Risa ucapkan dalam hatinya. Ia masih mengingat nasehat yang diberikan Dinda kepadanya sejak jaman masih duduk di bangku SMP dulu.


"Jika kamu ingin mencintai seseorang, maka cintailah Tuhanmu. Maka saat kamu jauh dari orang itu, kamu tidak akan menderita. Tapi saat orang itu semakin mendekat kepada kamu, maka kamu akan merasakan yang namanya bahagia. Karena semua perasaan itu hanya milik Tuhan. Karena memang dialah Yang Maha Pencipta"


Maka Risa hanya dapat berdoa. Kalau memang jodoh tak akan lari kemana. Begitulah yang sering orang katakan. Asal tak lari dari Tuhannya, maka jodohnya pun juga tak akan meninggalkannya.


🌷🌷🌷🌷🌷


πŸƒBERSAMBUNG...


Terima kasih kalian yang sudah membagi VOTE dan LIKE nya sayaaaaang 😘😘


Tetap dukung author dengan VOTE, LIKE, & KOMEN kalian yaaa

__ADS_1


Salam Hangat Author 😍😘


__ADS_2