
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
"Eehh... Kalian pada nggak mau makan? Keburu habis lho ini!" Lilia membuyarkan kekaguman mereka melihat pemandangan yang langkah.
Lalu akhirnya calon pasutri itu menyusul Ardian yang lebih dulu telah tersadar dari hipnotis tingkah Lilia. Mereka makan dengan tenang. Dan sajian diatas piring-piring itu tidak meninggalkan jejak sama sekali. Diawali oleh Lilia, juga ditutup oleh Lilia pula.
Selesai makan dua pasang insan itu mampir ke G-mall untuk membeli beberapa keperluan. Ardian dan Bagas walaupun masih kuliah dan berumur sangat muda, tapi mereka sudah mempunyai penghasilan sendiri sejak SMA.
Ardian adalah bos Bagas atas cafe yang dikelolanya. Selain itu Ardian juga mempunyai beberapa perusahaan yang terbilang sudah berkembang bahkan ada yang sudah maju. Salah satunya yang sudah maju adalah perusahaan dibidang obat-obatan. Ia memasok obat-obatan untuk beberapa rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit Fantasi tempat Risa bekerja.
__ADS_1
Jadi Ardian sejak SMA sampai kuliah membayar sendiri uang sekolahnya dengan hasil kerja kerasnya. Dan sifat lempeng Ardian yang tidak pernah memikirkan uang, apalagi kerja tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena dia sudah bekerja dengan sepenuh hati, hasilnya yang kini tidak mengkhianati nya.
Sedangkan Bagas, selain mengelola cafe dengan Ardian sebagai bosnya, ia juga mempunyai beberapa resto yang cukup populer dengan Bagas sendiri sebagai bosnya. Bagas yang dibantu Ardian merintis karir sejak SMA juga selalu membayar uang sekolahnya sendiri. Bahkan ia juga mencukupi kebutuhan mamanya. Maka itu banyak perempuan yang mendekatinya.
Karena hari ini Ardian yang mengajak hang out, ia yang mengusulkan akan membayar pengeluaran istri dan dua sahabatnya. Mulai dari makan sampai belanjaan. Karena hari ini Ardian sedang bunga hatinya.
Setelah mereka selesai membeli beberapa barang, mereka akhirnya memutuskan untuk segera pulang. Karena takut Lilia terlalu lelah bila terus berjalan. Maklum saja, karena Lilia sedang hamil besar. Walaupun jalan-jalan sangat dianjurkan untuk ibu hamil, tapi akan tidak baik bagi kondisi Lilia bila terlalu lelah juga.
Ardian dan Bagas sedang mengambil mobil di parkiran mall. Sementara Lilia dan Sinta menunggu di depan mall. Saat Sinta sedang mengoceh serius, tiba-tiba Lilia berjalan cepat meninggalkannya.
Dengan jarak yang agak jauh Lilia sedikit berteriak, "Itu Ta... Kayaknya Arini deh". Sambil menunjuk kearah Arini berada.
Dan ketika Lilia hendak menyapa Arini yang menelungkupkan wajahnya kebawah lututnya, tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju sangat berbahaya mendekat kearah Arini.
__ADS_1
"Ariniii awaaaasss..." Lilia mempercepat langkahnya dan menarik tubuh Arini. Arini sangat terkejut saat mendengar bunyi klakson yang sangat nyaring dan terasa dekat. Dan segera mengangkat wajahnya.
Tangan Lilia sudah memegang tas punggung Arini. Celakanya, keduanya akan terpeleset kebelakang. Sinta yang berlari menyusul Lilia berhasil menangkap tubuh besar Lilia.
Tapi karena tak kuasa menahan tubuhnya dengan bobot double itu, Sinta malah ikut terjatuh. Untungnya tubuh Lilia mendarat ditubuh Sinta. Sedangkan Arini terpental kesamping Lilia.
"Lili lo gila apa. Ngapain sih? Tapi lo gapapa kan Li?" Sinta membalikkan tubuh Lilia yang masih menindihnya.
Lilia lalu berdiri sambil membantu Sinta berdiri juga. "Iya gue gapapa kok Ta. Hehehe..." Tiba-tiba saat menoleh pada Arini, ada cairan bening yang keluar dan merembes dari rok Lilia. Lilia yang merasakan sesuatu yang hangat keluar dari daerah pribadinya tentu sangat kaget. Ia lalu memegangi perutnya dengan tangan yang gemetar.....
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
__ADS_1
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️