BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
EXPART - AAHH... PANAS SEKALI


__ADS_3

"Kamu kenapa bisa malu Sa? Emangnya kamu habis ngapain?" Fandi masih mencoba menerka-nerka hal yang membuat Risa jadi salah tingkah. Tapi sepertinya nihil.


"Aku malu karena kamu menganggap aku orang yang penting buat kamu mas".


Semilir angin yang menembus ubun-ubun Fandi seakan membawa semua beban yang memberat di kepalanya. Kata-kata Risa barusan membawa perasaan Fandi terbang melayang-layang.


Siapa sangka, saat pertama kali ngobrol dengan Risa di kamar rawat adik iparnya, pernyataan jujur Fandi pada Risa malah menjadi lelucon yang garing. Tapi kini penat yang bersarang di kepalanya malah bisa membuat Risa tersipu malu. Bukankah ini sangat aneh? Atau Fandi memang termasuk orang aneh. Jangan-jangan malah pikiran Risa yang membuat semua ini terasa aneh.


Ya sudahlah... Toh kini pikiran Fandi sedang melayang karena girang. Fandi masih mandangi wajah didepannya yang beringsut menurun lagi. Ingin sekali rasanya Fandi memeluk tubuh orang didepannya saat ini. Ini kah yang dinamakan 'jatuh cinta' itu?


*Tak pernah setengah hati


'Ku mencintaimu, 'ku memiliki dirimu


Setulus\-tulusnya jiwa


Kuserahkan semua hanya untukmu



Tak pernah aku niati untuk melukaimu


Atau meninggalkan dirimu


Sesalku selalu bila tak sengaja

__ADS_1


Aku buat kau menangis



Memiliki, mencintai dirimu, kasihku


Tak akan pernah membuat diriku menyesal


Sungguh matiku


Hidupku 'kan selalu membutuhkan kamu*


Sekarang senandung sedang menghiasi seluruh kepala Fandi. Ia sangat takjub dengan pemberian Tuhan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ini. Dulu saat masih ada nama Lilia dihati Fandi, ia memaknai kata 'cinta' karena ia sedang 'suka' dengan gadis kecil yang sekarang sudah akan menjadi seorang ibu itu.


Namun, kini ia rasa kata 'cinta' bukanlah hanya tentang perasaan 'suka' saja. Tapi tentang seseorang yang mampu membuat jantung berdegup penuh rona sehingga membuat pikiran menjadi damai. Sampai bisa meleburkan isi kepala yang suda teramat penuh. Dan juga tidak bisa menggambarkan getaran ini dengan kata-kata. "Tuhan... Inikah caramu memberikan aku cinta terhadap pasangan ku". Fandi hanyut dalam pikirannya yang telah meleleh.


"Sa... Kamu dokter spesialis apa sih?"


"Dokter spesialis penyakit dalam mas. Kenapa?" Kini rona di seluruh wajah Risa telah digeser dengan rasa kecemasan. Kenapa rasa romantis pertamanya hanya berselang beberapa jam saja. Risa menganggap pertanyaan Fandi barusan adalah sesuatu yang serius.


"Kamu bisa nggak meriksa aku sekarang Sa?"


DEEEGGHH...


"Tuhan... Kenapa dengan mas Fandi? Bukankah beberapa jam yang lalu mas Fandi mengungkapkan perasaannya dengan melamar aku?Tapi kenapa sekarang....." Batin Risa kini sedikit mendung.

__ADS_1


"Sa..." Suara Fandi membangunkan lamu an Risa.


"Mas kenapa? Mas Fandi sakit? Memangnya bagian mana yang ingin di periksa mas?"


Fandi kini melihat coretan rasa takut pada wajah Risa. Ia menuntun tangan Risa menyentuh dada bidangnya. Tangan Risa merasakan detak jantung Fandi yang amat terasa. Sangat cepat, bahkan tidak beraturan.


"Aku pingin kamu meriksa isi dada aku Sa. Karena setiap liat kamu, gak tau kenapa jantung aku rasanya mau lari jauh gitu".


BLUUUSH....


Kini wajah Risa sudah sangat panas. Rasanya ia butuh membasuh wajahnya ke dalam air es atau kalau bisa membenamkan kepalanya kedalam freezer. Fandi dapat melihat perubahan wajah Risa yang semula bersemu dengan rona merah muda, kini menjadi warna merah menyala. Rasanya Fandi ingin menjahili Risa lebih lama lagi.


Pikiran Fandi yang resah katakutan akan penolakan Risa kedepannya, sekarang ia malah sangat penuh percaya diri bahwa bisa memiliki hubungan dengan Risa.


"Jadi... Aku diagnosa penyakit aku apa dong Sa?"


Bukannya menjawab pertanyaan Fandi, Risa malah mendorong tubuh Fandi ke belakang dengan kencang. Ia berlari masuk ke arah rumah sakit.


🌷🌷🌷🌷🌷


πŸƒBERSAMBUNG...


Terima kasih kalian yang sudah membagi VOTE dan LIKE nya sayaaaaang 😘😘


Tetap dukung author dengan VOTE, LIKE, & KOMEN kalian yaaa

__ADS_1


Salam Hangat Author 😍😘


__ADS_2