BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#24


__ADS_3

PERINGATAN KERAS!!!


MENGANDUNG KONTEN DEWASA. PARA READERS YANG MASIH BELUM HALAL WAJIB SKIP!!!


note: USAHAKAN DIBACA SAAT SUDAH BERBUKA πŸ˜™


Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Selesai packing barang yang akan dibawa. Kemudian Lilia naik ke ranjangnya. Ardian juga ikut menyusul merebahkan tubuhnya. Ia menarik sisi Lilia agar mereka berhadapan. Mata mereka saling menatap sangat dalam dan penuh kehangatan.


"Liii... Boleh nggak aku sekarang nyentuh kamu seutuhnya?" Namun Lilia masih membisu. "Tapi kalo kamu nggak siap gapapa kok. Aku akan nunggu sampai kamu benar-benar siap". Lalu Ardian menarik selimutnya dan membelakangi Lilia.


Lilia yang merasa malu tapi juga kasihan pada suaminya itu lalu mendekat, memeluk Ardian dari belakang sambil berbisik "Iya aku mau Hubby..."


Ardian yang teringat pesan kakanya beberapa hari lalu langsung tersadar, "Berarti Lili udah ngasih aku lampu hijau kan ini", dalam batin Ardian yang setengah girang. Kemudian ia membalikkan badannya sehingga sekarang sudah berhadapan lagi dengan istrinya.


Tidak bertanya lagi, Ardian langsung mengecup seluruh wajah sampai leher Lilia. Yang membuat Lilia mengerang Lirih.

__ADS_1


"Hubby... Pakek pengaman dulu dong".


"Iya ya... Kelupaan saking enaknya nih". Setelah memakai ****** yang diberikan Bagas dan kak Fandi sebagai hadiah, Ardi kembali naik ke ranjang.


"Kok lama By?"


"Iya, tadi masih baca cara pakainya Hunny. Aku kan pertama kali makek, jadi kan harus baca petunjuk pemakaiannya. Aku lanjut boleh?" Lilia mengangguk sambil menampilkan wajahnya yang sangat penuh rona.


Mereka telah saling ******** pakaian sampai habis. Pemanasan telah dilakukan dengan ke*****, dan sekarang waktunya adegan utamanya. Ardian yang akan memasukkan ****nya, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Lilia. "Pelan-pelan ya By. Aku takut nih".


Ardian yang melihat raut istrinya sedikit pucat karena ketakutan menahan niatnya. Ia tidak mau sampai hasratnya menyakiti Lilia. "Hunny mau berhenti aja?"


"Hunny... Kalo kamu ragu gapapa kok. Aku nggak mau nyakitin kamu cuman gara-gara hasrat ku aja. Aku juga nggak tau gimana rasanya melakukan ini pertama kali. Tapi aku udah lakukan sesuai di video yang aku pernah liat kok. Kalo kamu kesakitan kita tunda ya Hunny".


"Iya Hubby ku... Hatiku udah mantep kok. Pelan-pelan aja Hubby!"


Ardian menjawab dengan ******* lembutnya. Nafas Lilia yang sedikit ********* membuat nafsunya kembali bangkit.


Dan ketika acara utama dimulai kembali, Lilia merintih.


"Uuhh... Hubby... Sakit By..." Tiba-tiba tubuh Lilia gemetar, air matanya menyusul, mengucur dikedua pipinya.

__ADS_1


(Ardian Langsung berhenti) "Hunny... Maaf... Maafkan aku Hunny, aku nyakitin kamu ya. Kita sudahi saja oke!"


(Athor : padahal mah kalo di real action laki-laki nya nggak akan sebaik itu menahan hawa nafsunya yang sedang memuncak 🀣🀣)


Ardian segera berlari ke kamar mandi meninggalkan Lilia yang masih merintih dan menangis. 10 menit kemudian terdengar "Aaarrrgh....." Suara Ardian yang menjerit tapi lirih. Lilia yang mendengar suara pelepasan Ardian mengentikan isakan tangisnya.


Kini Ardian kembali dari kamar mandi. Ia langsung menghampiri istrinya yang masih sesenggukan.


(Menghapus sisa air mata Hunny nya lalu memeluk) "Maafin aku ya Hunny. Maaf... Aku terbawa nafsu. Aku tau kita sama-sama belum siap. Kita pelan-pelan saja ya sayang. Bobok yuk biar besok nggak capek".


Hanya anggukan yang diisyaratkan Lilia. Lalu ia terlelap dalam dekapan hangat Hubby nya.


🌬️ BERSAMBUNG....


eeaaa.... siapa yang ngarep adegan lebih niiih... wkwkwk... udah panas²nya, eeehhh... malah gk jadi. Kalian pasti nyesek kaaan 🀣😣


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari😍😘😘


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️

__ADS_1


__ADS_2