BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#28


__ADS_3

☘️#28☘️


WARNING!!!


ABG KELAS KAKAP, ANAK INGUSAN YG BARU PACARAN, JOMBLO² DILARANG BACA EPISODE INI 🚫🚫🚫


KHUSUSON PASANGAN YG SUDAH HALAL YANG BISA BACA!!! MOHON BIJAK DALAM BERTINDAK!!!


Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Baru 30 menit Lilia mencoba merapatkan matanya. Tapi tetap ia tidak bisa tertidur. Ia menoel-noel pipi Hubby nya. Tapi tampaknya Ardian sudah benar-benar hilang kesadaran.


Karena suaminya tidak merespon sama sekali, perlahan Lilia menyingkirkan tangan Ardian. Lilia sendiri heran, tumben sekali dia melewatkan waktu tidur siangnya.


Lilia berdiri menuju meja rias, mengambil ponsel dan headset. Menuju balkon kamarnya. Duduk bersila, dan mengambil gitar yang ada di dekatnya. Memilih sebuah lagu sambil memangku gitarnya. Headset yang sudah terpasang sebelah siap menemaninya untuk bersenandung.


Sengaja Lilia hanya memasang headset nya sebelah saja. Ia tak ingin tidur Hubby nya itu terusik oleh suara berisiknya nanti. Lagu yang ia pilih sedang berputar. Sambil memetik gitarnya, Lilia mulai menembang...


*Kita berdua hanya berpegangan tangan


Tak perlu berpelukan


Kita berdua hanya saling bercerita


Tak perlu memuji


Kita berdua tak pernah ucapkan maaf


Tapi saling mengerti


Kita berdua tak hanya menjalani cinta


Tapi menghidupi*


*********


(Ardian POV)

__ADS_1


Sayup-sayup terdengar suara perempuan bernyanyi diiringi suara gitar. Ardian yang baru saja pulas tertidur mengerjapkan matanya. Membuka pelan-pelan. Kaget karena mendapati istrinya tidak ada dalam pelukannya. Ia duduk diatas ranjang sambil mencari sumber suara yang telah membangunkannya. Tampak punggung istrinya yang duduk dilantai balkon kamar. Ardian menghampiri istrinya dan ikut duduk bersila.


Ia tau lagu yang dinyanyikan istrinya itu. Ia lalu duduk disebelah istrinya sambil menopang wajahnya dengan kedua tangan. Ikut melanjutkan lirik yang dinyanyikan Lilia sebelumnya. Mereka akhirnya berduet, tenggelam dalam syahdunya nyanyian itu...


**********


*Ketika rindu, menggebu gebu,


kita menunggu


Jatuh cinta itu biasa saja


Kita berdua tak pernah ucapkan maaf


Tapi saling mengerti


Ketika rindu, menggebu gebu, kita menunggu


Jatuh cinta itu biasa saja


Saat cemburu, kian membelenggu, cepat berlalu


Jatuh cinta itu biasa saja


Jika jatuh cinta itu buta


Berdua kita akan tersesat


Saling mencari di dalam gelap


Kedua mata kita gelap


Lalu hati kita gelap


Hati kita gelap


Lalu hati kita gelap...


Kita jatuh cinta... itu biasa saja


Kita jatuh cinta... itu biasa saja

__ADS_1


Kita jatuh cinta... itu biasa saja


Kita jatuh cinta... itu biasa saja*


Waktu berduet telah usai. Kini Lilia tengah menatap dalam pandangan suaminya. Ia merona kagum karena ternyata Ardian juga mengetahui lagu kesukaannya.


Ardian mendekatkan wajahnya ke wajah Hunny nya itu. Pandangan mereka telah menyatukan bibir manis mereka. Entah sejak kapan bibir mereka saling mengecup.


"Hunny... Aku tau kamu belum siap. Tapi apa aku boleh sekali lagi menyentuh kamu?"


Seketika Lilia mengangguk sambil ******* bibir Ardian. Tak berpikir lama, Ardian meletakkan gitar yang dipangku Lilia tadi. Ia menggendong Lilia ke ranjang tanpa melepaskan ****** mereka. Melepaskan selembar demi selembar pakaian yang menyelimuti tubuh mereka.


Ardian menuruni bukit ***** Lilia. Meninggalkan beberapa jejak disana. ******* bukit itu bergantian. Lilia mendesah lirih, ada sesuatu yang mengeras yang menempel di ****nya


Ardian mengarahkan tangan Lilia untuk memegang 'bobi'nya yang sudah menegang. Walaupun sangat kaget, tapi Lilia tidak menolaknya. Naluri liarnya seakan menuntunnya untuk menurut.


Kecupan Ardian makin lama makin turun. Lilia sempat tersentak dikala Ardi mengecup area *****nya. Tapi entah kenapa ia malah tambah mendesah hebat, sambil meremas manja rambut Hubby nya itu.


Ardian yang merasa Hunny nya menikmati permainan kali ini melanjutkan aksinya. Tak ada lagi ketakutan pada wajah Lilia. Keraguan dan ketakutan itu entah lari kemana.


Karena dirasanya punya Lilia sudah *****, Ardian memberi isyarat akan melakukan adegan utamanya. Kecupan Lilia mengisyaratkan bahwa ia telah siap.


"Hubby... Sakiiiiit..." Lilia meringis karena merasakan ke********nya terkoyak. Ia harus bisa menahan sakitnya supaya tidak menangis seperti semalam.


"Tahan Hunny... Sakitnya sebentar. Tahan ya sayang!" Ardian sambil mengecup bibir Lilia. Lalu menjelajahi ***** Lilia bergantian, agar Lilia lupa akan rasa sakitnya.


Dan benar saja, rintihan Lilia sekarang sudah menjadi desahan yang begitu menggiurkan. Gairah Ardian semakin menjadi-jadi. Walaupun nafsu liarnya sekarang sedang meronta tak karuan, tapi Ardian tetap tidak ingin membuat Lilia merasa tidak nyaman.


Ia bermain dengan lembut. Lilia hanya pasrah namun masih hanyut dalam desahan kenikmatan. Tidak terasa 1 jam mereka bergulat. Akhirnya keduanya berhenti setelah sama-sama pelepasan dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Walaupun itu bukan pelepasan pertama Lilia. Entah sudah berapa kali pelepasan yang ia lakukan, karena permainan lembut Ardian membuat ia terus mendesah liar tanpa sempat menolak walaupun tadi ia sempat panik karena mendapati darah dike******nya.


Kali ini mereka benar-benar dipuncak kelelahan. Ardian menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya yang masih polos, karena Lilia terlelap terlebih dahulu.


"Terima kasih Hunny... Telah menahan sakit demi aku".


Kecupan singkat mengantar Ardian dalam lelapnya.


🌬️ BERSAMBUNG.....


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️

__ADS_1


__ADS_2