
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
Gerombolan orang yang masih memandang film yang masih belum habis itu dikagetkan dengan suara lembut bu Isa. Bu Isa mengingatkan kalau sudah waktunya makan siang. Mereka berlima kompak melihat jam dinding.
Ternyata benar... Sudah jam 1 siang. Benar-benar cepat sekali waktu jika dihabiskan bersama. Gerombolan manusia itu berlalu menuju meja makan.
"Lhoo... Kita makan cuma berlima nih?" tanya heran Zidan.
"Lha mau ber-6 lo masih lempeng aja ngejomblo dek. Mau lo pasangan sama kucing dibelakang?". Fardan malah menggoda Zidan.
Kekehan pun pecah seketika.
"Diiih... Amit... Amit kak. Maksud gue anak-anak nggak di bangunin emangnya. Kasian kan mereka tadi cuman makan pas sarapan aja".
"Ya udah emak-emak aja ya yang bangunin anak-anak. Kita tunggu deh biar makannya sama-sama". Haris menimpali Zidan.
__ADS_1
Tanpa protes Dinda dan Farah naik ke lantai 2. Farah pergi ke kamar Fandi, sedangkan Dinda ke kamar Lilia-Ardi dulu, lalu baru ke kamar Kevin.
Dinda mengetuk kamar pasutri muda itu. Tapi cukup lama tetap tidak ada jawaban. Kemudian Dinda menengok kearah jendela kaca yang hanya berukuran 10x10 centi yang ada disamping pintu kamar. Tawa bahagia terkulai dibibir nya.
Dinda yang melihat Farah bersama Fandi yang akan turun kebawah menarik tangan Farah. Farah auto kaget karenanya.
"Far... Ikut gue bentar!" Dinda berbisik ke telinga Farah.
Setengah bingung Farah mengikuti Dinda. Sedangkan Fandi turun sendirian. Lalu Dinda menunjuk suasana yang sempat dia intip tadi, menyuruh Farah agar juga melihat pemandangan didalam sana. Benar... Itu adalah pemandangan dimana Lilia dan Ardian tidur berpelukan dengan hanya berbalutkan selimut tebal sajam
(Farah menutup mulut dengan ke 2 tangannya) "Alhamdulillah... Anak gue ternyata gentle juga ya Din. Semoga ntar pas Lilia udah lulus dia bisa langsung isi yaa".
Kekehan keduanya keluar dengan lirih. Takut akan didengar penghuni dibalik pintu itu. Dinda dan Farah berlalu menuju kamar Kevin, dan mereka bertiga langsung menuju ke ruang makan.
"Kalian lama amat sih turunnya. Pasti masih ngerumpi ya", celetuk Fardan pada dua perempuan didepannya.
"Iihh... Papa... Kayak nggak ngerti kebiasaan cewek aja. Nanti aja deh kita ceritain ya! Oh iya, nanti Lilia sama Ardian makan agak sorean, katanya masih ngantuk". Dinda berbohong.
Fardan dan Haris saling melempar pandangan, tanpa mendapat cerita mereka mengerti maksud kata-kata Dinda. Lalu keduanya tersenyum simpul. Mereka melanjutkan makan siang mereka dengan tenang.
__ADS_1
Seperti rencana semula yang sudah mereka bicarakan. Jam 4 sore nanti mereka akan berjalan-jalan di pantai. Dinda sudah berpesan kepada bu Isa, saat Lilia dan Ardian sudah bangun nanti untuk menyusul mereka ke pantai.
Keluarga besar yang baru saja bersatu itu pergi dengan membawa perbekalan yang sudah mereka persiapkan. Sesampainya dipantai...
"Fandi... Kamu gak enak badan? Kok lempeng aja dari tadi nak? Biasanya kamu yang paling semangat kalo kita ke pantai", tanya Farah sedikit heran melihat putra sulungnya lesu.
"Enggak kok mi... Fandi kayaknya masih ngantuk aja. Kecapekan mungkin. Mami tau sendiri kan udah beberapa tahun ini Fandi nggak pulang".
"Hmm... Ya udah. Kalo emang lagi ada masalah, kamu cerita aja ke mami-papi ya nak. Jangan di pendam sendiri".
"Iya miii...." ("Gimana Fandi bisa cerita ke mami tentang perasaan Fandi miii... Mami pasti sedih dengernya", dalam batinnya). Setibanya dipantai, Fandi langsung teringat kenangannya bermain air laut dengan Lilia atau saat berbincang sambil menyusuri pantai. Makanya, setiap ada reuni ke villa Fandi orang yang selalu paling menggebu-gebu.
🌷🌷🌷🌷🌷
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
__ADS_1
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️