BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#57


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Seperti janjinya semalam, hari ini Lilia ditemani Ardian akan melakukan USG 4 dimensi. Ardian sejak subuh sudah seperti burung emprit yang berkicau bising. Seolah menyalahkan sang matahari yang tak kunjung terbit. Lilia yang merasa sakit telinganya mendengar helaan nafas Ardian memutuskan untuk menyibukkan diri di ruang keluarga sambil menonton film.


Jarum di atas layar besar didepannya sudah menujuk ke angka 7. Dengan langkah berat dan pelan Lilia naik ke kamarnya. Pantas saja Ardian tidak menyusulnya kebawah, ternyata ia tertidur. Mungkin karena kelelahan mengoceh sedari subuh tadi.


Lilia menghampiri suaminya, menepuk ringan punggung Hubby nya.


"By... Kita jadi berangkat nggak? Kalo nggak jadi Lili mau bantuin Mama buat kue aja ya".


Mendengar suara Hunny nya yang sayup-sayup, Ardian mencoba paksa membuka matanya. Karena yang ditangkap telinga Ardian hanyalah kata 'berangkat' saja.


Ardian lalu memeluk perut buncit Lilia, mengecupnya cukup lama, lalu segera menuju kamar mandi. 15 menit kemudian Ardian keluar dengan wajah segar yang membuatnya semakin tampan.


Ia berjalan ke meja rias, menyisir rambutnya rapi. Kemudian menyelempangkan tas bayi berukuran sedang. "Yuk berangkat sekarang Hunny... Aku semalem udah konfirmasi Kak Risa sama Dokter Silvi kita bakal kesana pagi. Biar nggak ikut antri".


Karena biasanya dihari senin antrian dirumah sakit cukup panjang, apalagi untuk poli kandungan. Sebenarnya bisa saja Ardian membuat janji dengan dokter Silvi agar mereka tidak ikut mengantri. Tapi karena memang sifat Lilia yang terlalu baik, ia tidak mau sampai merepotkan orang lain yang sama hamilnya dengan dirinya. Kasihan katanya kalau ada ibu hamil yang datang lebih dulu, lalu Lilia yang baru datang meyela antriannya. Makanya bila ingin check-up baik Ardian maupun Lilia selalu membuat janji dimalam harinya. Dan mereka datang pagi-pagi sebelum jam buka praktek poli dihari berikutnya.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Rumah Sakit Fantasi...


Kini Lilia dan Ardian menunggu pintu lift terbuka. Saat pintu lift sudah terbuka, kaum hawa yang mendominasi ruang lift itu nampak berbinar melihat wajah tampan Ardian. Apalagi saat melihat Ardian yang membawa tas bayi, membuat iri saja. Suami tampan suami idaman, itulah isi pikiran para kaum hawa yang se-lift dengan mereka.


Ardian menggandeng lengan Lilia, menuntunnya masuk. Lalu memencet angka 7. Beberapa saat kemudian setelah keluar lif, Ardian kembali menuntun Lilia memasuki ruangan dokter Silvi. Risa juga sudah ada disana.


Sebenarnya Risa bukanlah dokter kandungan. Ia adalah dokter penyakit dalam. Semenjak Lilia dirawat, Risa selalu mengikuti beberapa dokter yang ikut menangani Lilia. Mungkin karena rasa terima kasih yang tidak akan pernah cukup bila terucapkan.


"Waaah... Kalian benar-benar semangat ya kalo mau USG, rasanya tiap bulan saya jadi liat raut wajahnya calon papa mudah yang penuh semangat ini", sapaan dokter Silvi waktu Lilia dan Ardian baru memasuki ruangannya.


Senyum kembang terukir di bibir keduanya. Apalagi Ardian, biasanya nanti sampainya kamar baru ia akan melepas pergi senyum hangatnya itu.


Ardian menuntun Lilia duduk dengan hati-hati. "Iya nih dok, si papanya dedek bayi ngrengek aja minta liat wajah anaknya". Balas Lilia sambil posisi sudah duduk.


"Naah... Ini little princess kalian yang akan segera hadir". Dokter Silvi menunjuk layar monitor, Ardian dan Lilia menoleh berbarengan.



Ardian seketika langsung mengucurkan air matanya. Walaupun hal ini bukan pemandangan baru bagi Lilia. Karena setiap USG, Ardian pasti menjadi haru.


"Bunda, lihat little princess kita lagi senyum bun!!" Lilia jadi ketularan haru Ardian. Air matanya ikut menetes.


Setelah hasil USG tadi selesai dicetak. Keduanya langsung pamit pulang. Ardian menunggu Lilia diluar ruangan, karena kata Lilia ia ingin menanyakan beberapa hal kepada Risa.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Lilia menyusul keluar. Sekarang ia celingukan mencari Hubby tampannya karena tidak ada dikursi tunggu dekat poli kandungan.


Agak jauh, mata Lilia akhirnya menangkap sosok orang yang dicarinya. Ardian seperti sedang berbicara dengan seorang wanita yang tampaknya masih seumuran dengannya, tapi mungkin lebih tepatnya mereka sedang berdebat.


Terlihat Ardian mengibaskan tangannya, saat si perempuan mencoba menggondelinya. Lilia yang makin penasaran dengan hatinya yang seperti sedikit tergigit, memberanikan diri untuk memanggil suaminya.


"Hubby... Ngapain? Ayok pulang By!!" Setengah berteriak agar Ardian langsung menghampirinya.


Ardian yang sangat mengenal suara itu langsung berlari mengacuhkan perempuan yang masih membara matanya saat itu. "Hunny udah selesai? Mau langsung pulang? Apa mau mampir-mampir dulu Hun?"


Lilia masih dalam diamnya. Suasana seperti ini sangat tidak disukai Ardian. Ia takut Lilia akan salah paham tentang kejadian yang barusan dilihatnya.


"Jadi... Itu yang namanya Arini?"


Deeeggh...


🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️

__ADS_1


__ADS_2