
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi ππ
π·π·π·π·π·
Lilia : "Jadi intinya. Kalo Ardi minta jatah gue wajib mau gitu?"
"Lha itu lho udah ngerti. Lagian dalam agama kalian kan udah ada penjelasan. Dosa seorang istri yang menolak suami ketika diajak berhubungan kan?!"
"Iya gue tau.... Huuuft... Gue cuman nggak tau mesti gimana. Makanya gue kan pingin tau pendapat lo Ta. Karena pikiran gue lagi bumpet. Nggak bisa mikir jauh".
__ADS_1
"Makanya gue ngasih lo kado sekarang Lilipuuut... Nanti sepulang sekolah lo wajib buka hadiah dari gue itu. Nanti lo bakalan dapat pencerahan deeeh. Yakin deh gue! Sambil menunjuk kantong kresek yang tadi dimasukkan ke dalam tas Lilia.
"Lo ngasih kado apaan nih Ta? Gue buka sekarang aja deh!" Sambil mengambil kantong kresek dari tasnya.
(Sinta menarik tangan Lilia dengan cepat) "Eeehhh... Nggak... Nggak... Gue kan bilang nanti pas lo udah nyampek rumah baru boleh buka. Itu kado kecil dari gue. Kado besarnya bakal gue kasih besok pas acara. Oke!!! Pokoknya bukanya ntar dirumah ya Liliput gue yang cantik!" Sambil senyum meringis Sinta menutup kembali tas Lilia. Lalu duduk di sebelah sahabatnya yang akan melepas masa lajangnya besok.
Sebenarnya Sinta sedikit iri dengan nasib baik yang selalu mengelilingi Lilia. Lilia pintar, cantik, punya keluarga yang sangat hangat, mendapat jodoh yang baik. Tapi rasa iri Sinta tidak menimbulkan rasa syirik. Dia tambah merasa beruntung karena memiliki teman yang benar-benar baik. Tidak ada niatan buruk sedikitpun selama ia menjadi teman baik Lilia.
Dari Lilia lah Sinta jadi mengerti, jenis anak yang memang baik itu seperti apa, keluarga yang bahagia itu seperti apa, dan menjadi anak yang berbakti itu yang bagaimana. Semua itu ia pelajari dari cerita yang sering didengarnya saat curhat.
(Athor : siapa niii yang kepo gimana kehidupan Sinta? komen dong kalian yang tau gimana? Dicerita ini Sinta sampek trauma sama yang namanya menjalin hubungan... Kira-kira readers pada bisa nebak nggak ya dengan clue yang aku cantumkan π€π€£)
__ADS_1
Tapi sekali lagi. Sinta sangat bersyukur karena mendapatkan Lilia sebagai sahabat terbaiknya. Walaupun agama mereka berbeda, tetapi mereka tidak pernah sekalipun bertengkar yang mengatas namakan perbedaan itu. Wajarkan ya namanya sahabat kalau ada pertengkaran. Jangankan sahabat, sepasang kekasih aja masih bisa bertengkar kan. Mereka saling berbagi melalui pandangan agama mereka masing-masing. Dan situlah mereka saling memahami arti persahabatan, karena mereka sudah saling mengerti.
*******
Teng... Teng... Teng...
Bel pulang sekolah berdencang. Lilia segera menuju pintu gerbang meninggalkan Sinta, karena sang papa sudah menjemputnya. Lilia berlari menuju mobil papanya yang terparkir dekat gerbang sekolah.
π¬οΈ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang πππ
__ADS_1
Komen dong kakak buat review novelku. Kritik dan saran kalian bisa memotivasi author untuk dapat ideΒ² fantastis lhoooo...
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ