
ENJOY IT yaaaa
happy reading πππ
π·π·π·π·π·
Kini Risa telah berada didalam ruang ICU ditemani dengan dua orang dokter dan 2 orang perawat. Dua keluarga yng melihat dari luar pintu kaca ICU kini terlihat panik.
Pasalnya Risa dan orang-orang didalam tampak sangat sibuk menangani Lilia. Sedangkan mereka yang diluar ruang ICU hanya bisa was-was sambil merapalkan doa. Karena Ardian masih didalam ruang sana sehingga mereka masih belum mendapat kabar apapun.
Kini Risa telah keluar dan memberi kabar perihal kondisi Lilia. Tentu saja keluarga besar itu sangat haru menyambut kabar gembira ini. Dan yang paling membuat mereka lebih bahagia adalah berita tentang kehamilan Lilia.
Entah mengapa saat Risa pamit dari hadapan keluarga yang masih haru biru itu, Fandi merasa sedikit aneh dengan perasaannya. Apalagi saat Risa melintas didepannya. Jantung Fandi seakan sedikit menggigil.
π·π·π·π·
Satu bulan berlalu semenjak Lilia dipindahkan dari ruang ICU ke ruang VVIP lantai sepuluh. Keluarganya secara bergantian menjaga Lilia saat ada atau tidak ada Ardian.
Tapi yang lebih mengherankan adalah Fandi. Setiap hari saat Ardian harus masuk ke dunia perkuliahan, Fandi tak luput absen menemani Lilia.
Lilia yang kepo dengan kakak iparnya itu lantas memanggilnya untuk mendekat. Dengan antusias Lilia memburu Fandi dengan sati pertanyaan yang sama. Sampai akhirnya...
"Emang ketara banget ya Li?"
__ADS_1
(Lilia memandang serius wajah Fandi)
"Jadi beneran kakak udah punya pacar? Cieee... Siapa nih yang udah buat kakak tampan Lili klepek-klepek".
Awalnya dengan raut malu-malu Fandi mula menceritakan awal mula pertemuannya. Sampai akhirnya bercerita dengan semangat yang menggebu-gebu seperti terbakar api.
Dan betapa terkejutanya Lilia saat mendengar nama yang keluar dari mulut Fandi. "Risa" seorang gadis yang mampu membuat Fandi meninggalkan pekerjaan pentingnya di London.
"Terus... Kakak udah jadian nih ceritanya sama tante Risa?" Lilia langsung menanyakan keseriusan hubungan Fandi dengan tante kecilnya itu.
"Mmm... Itu... Belum sih... Hehehe..." Tiba-tiba saja Fandi menjawab dengan kalimat yang terputus-putus.
"Lhoo... Kok belum? Emangnya kakak nunggu apa lagi? Jangan-jangan kakak cuma sekedar tepe-tepe aja ya sama tante Risa?"
"Tebar pesona kakak Fandi yang ganteng dan rupawan. Iiish... Gitu aja kok nggak tau sih", Lilia menjelaskan dengan sedikit kesal.
Bukannya Fandi tidak mengetahui arti kata-kata itu. Dia hanya takut saja salah mengartikan seperti waktu perbincangannya dengan kevin saat perjalanan liburan ke villa keluarga.
Karena anak jaman sekarang terlalu baper, jadi satu singkatan saja artinya sudah seperti buku kumpulan soal. Bukannya tidak mungkin kalau Lilia termasuk salah satu dari mereka bukan.
Fandi mulai menceritakan pada Lilia tentang keseriusannya. Umurnya sudah jauh dari kata 'matang'. Tentu saja Fandi juga ingin segera menikah dan membentuk keluarga kecilnya sendiri.
Tapi yang Fandi khawatirkan adalah perasaan Risa. Sampai saat ini ia tidak tahu apakah Risa juga menaruh hati padanya atau tidak.
__ADS_1
Itulah yang membuat Fandi tidak segera beranjak dari Indonesia. Banyak keputusan yang harus Fandi pikirkan dengan bijak. Termasuk saat ia akan resmi menjadi suami Risa nantinya.
Fandi tidak mau masa penjajakan terlalu lama. Ia ingin segera menikahi Risa. Tapi ia kembali dihadapkan pada kebingungan.
Jika memang benar mereka berjodoh, dan bisa membentuk keluarga kecil mereka sendiri, Fandi ingin mengajak Risa tinggal di London. Tapi pemikiran Fandi kembali terhalang. Tidak mungkin Risa setuju untuk tinggal di London. Ia pasti sangat berat hati meninggalkan mamanya sendirian.
Maka dari itu, sampai sekarang Fandi belum sanggup untuk mengungkapkan perasaannya kepada Risa. Ia belum siap untuk sebuah penolakan. Padahal ia telah bisa memudarkan nama Lilia dihatinya.
Entah apa memang takdir percintaannya dibuat begitu rumit. Bahkan Fandi juga belum bisa bercerita pada mami dan papinya. Takutnya mereka juga akan terlalu berharap. Walaupun Fandi sendiri sangat berharap penuh Risa akan menerima perasaannya.
"Hmmm... Kenapa kak Fandi nggak nyoba aja kak. Kalo nanti tante Risa setuju kan berarti berita baik. Lagian mama Misti kan ntar bisa sekalian diboyong ke London juga. Pengobatan disana kan juga lebih bagis tentunya".
Fandi masih terdiam memikirkan saran dari Lilia.
"Kalo emang kakak nggak berani nanyain, nggak ada salahnya kalo kakak cerita ke mami sama papi. Orang tua itu kan solusinya mesti ada aja. Daripada kakak pusing tapi nggak nemu jalan keluar lho ya".
Fandi hanya manggut-manggut mendengar saran dari Lilia. Tapi entahlah hatinya masih bingung. Sementara percakapan mereka tadi telah didengar seseorang yang dari tadi duduk di sofa seberang ranjang Lilia....
πBERSAMBUNG...
Terima kasih kalian yang sudah membagi VOTE dan LIKE nya sayaaaaang ππ
Tetap dukung author dengan VOTE, LIKE, & KOMEN kalian yaaa
__ADS_1
Salam Hangat Author ππ