BENIH CINTA NIKAH MUDA!!

BENIH CINTA NIKAH MUDA!!
#53


__ADS_3

Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.


Selamat berfantasi 😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷


Hari ini adalah hari yang istimewa untuk semua keluarga Mahardhika dan Ananthara. Karena hari ini Lilia sudah diperbolehkan pulang kerumah. Dengan syarat masih dalam pemantauan oleh Risa sebagai dokter pendamping yang akan secara rutin memeriksa kondisi Lilia.


Bukan hanya Lilia saja tentunya, perasaan bahagia ini pastinya disambut baik oleh Ardian serta keluarga besar mereka berdua.


Hari ini mama-papa dan mami-papi bersamaan ikut menjemput Lilia. Untuk sementara Lilia akan pulang ke kediaman keluarga Mahardhika. Karena terkadang dirumah Ananthara, Farah ikut menemani Haris ke luar kota untuk urusan bisnis. Dari dulu memang Farah yang akan mengisi posisi sekretaris untuk Haris saat ada urusan bisnis diluar kota.


Mereka berempat sedang bergegas menuju kamar rawat Lilia. Dengan antusias para orang tua itu sudah membagi tugas untuk membantu persiapan kepulangan Lilia.

__ADS_1


Fardan dan Haris akan menyelesaikan beberapa urusan di bagian administrasi dan mengambil obat. Sedangkan Dinda dan Farah bertugas membereskan pakain serta barang-barang Lilia yang ada dikamar rawatnya. Karena mereka sudah tidak sabar ingin segera membawa anak perempuan mereka mengisi rumah mereka kembali.


Tak lama tugas mereka selesai dengan cepat. Karena barang bawaan Lilia juga tidak banyak. Fardan dan Haris menyusul ke ruangan VVIP yang ada dilantai 10 itu dengan membawa kursi rodah.


"Papa sama Papi ngapain bawa kursi roda segala?" Tanya Lilia dwngan nada sedikit sebal.


"Ya ini buat nganter kamu ke mobil dong sayang. Masak iya buat dudukan papi kamu sih nak", jawab Fardan sedikit melawak.


"Papa... Papi... Lili nggak mau ke mobil naik kursi roda ya. Lili mau jalan aja. Lili udah sembuh kok. Lagian kan biasanya jam segini Lili jalan-jalan ditaman belakang rumah sakit kok". Lilia bersikeras tidak mau makai kursi rodanya.


Doker Silvi meyakinkan Lilia agar menuruti permintaan Papanya. Karena perjalanan ke mobil akan berdesakan dengan banyak orang. Tidak baik untuk kondisi Lilia dan calon bayinya. Apalagi stamina Lilia baru saja pulih, tapi tenaganya masih terbilang lemah untuk melakukan kegiatan yang agak berat. Lilia akhirnya memilih untuk menurut.


Walau terkadang Lilia mendadak merengek seperti anak balita, tapi tiap penjelasan yang diberikan menyangkut bayi dalam rahimnya, ia langsung berubah seperti ibu-ibu yang sudah berumur 40 tahun. Ardian dan para orang tua membawa Lilia menuju mobil. Mereka siap pulang ke rumah.

__ADS_1


******


Semua orang menyambut hangat kepulangan Lilia, tapi sepertinya berbeda dengan Fandi. Sepanjang perjalanan ia tampak murung tanpa menyahut cuitan orang-orang di dalam mobil.


Hari ini pikirannya serang mendung. "Akhirnya seperti ini saja, sekarang sudah tidak ada lagi alasan untuk menatapnya lebih lama". Begitulah batin Fandi yang sedang berduka.


🌷🌷🌷🌷🌷


🌬️ BERSAMBUNG.....


Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘


Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘

__ADS_1


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


__ADS_2