
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
(Kamar Lilia -Ardian)
Selesai merapikan barang bawaan...
"Hubby mau langsung bobok?"
"Iya Hunny... Masih ngantuk nih. Kecapekan acara kemarin kayaknya".
Deeggh...
Sekilas Lilia teringat malam pertamanya semalam. Sesak rasanya Lilia tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Duh Liliiii emang lo tu. Ngapain sih pakek acara nangis segala semalem. Kalo Ardian nggak mau nyentuh gue lagi gimana dooong?" Lilia merutuki kebodohannya dalam batinnya.
"Aku jadi pikir-pikir lagi deh waktu mami ngomongin mau nggelar resepsi pas kita udah lulus nanti. Kalo Lili gimana?" Ardian menatap manis istrinya yang masih diam. Ardi takut Lilia akan kepikiran tentang kejadian semalam yang sempat membuatnya ketakutan. Rasanya hati Ardian cenut-cenut mengingatnya.
__ADS_1
"Mmm... Iya nanti kita omongin bareng yang lainnya aja ya Ar. Gimana baiknya. Udah yuk bobok, katanya masih ngantuk".
"He'em... Kelonin ya Hunny. Hehehe..."
"Hmmm... Iya deh".
Mereka akhirnya naik ke ranjang, saling menatap. Ardian mengecup kening Hunny nya. Lalu memeluk nya dengan erat. Karena memang rasa pegal mereka masih saja bersarang di badan. Mata mereka cepat merapat. Mereka terbawa mimpi dalam dekapan yang menghangatkan.
🌷🌷🌷🌷🌷
(Di ruang keluarga)
"Kira-kira anak-anak kita sudah melakukan tugas mereka belum ya?" Tanya Dinda penasaran.
"Tugas apa maksud lo Din?" Farah menanggapi sedikit bertanya.
"Ya tugas sebagai pasutri lah Far. Masak iya tugas sekolah", jawab Dinda.
"Oooh... Kirain tugas apaan". Sahut Farah ringan.
"Sudahlah sayang. Kamu jangan terlalu memikirkan privasi anak-anak. Mereka akan lebih tau harus gimana. Ya gak bro?" Fardan menoleh pada Haris.
__ADS_1
"Iyap tuuuul... Lagian kalian para wanita ini kenapa jadi usil soal privasi anak-anak sih? Mereka bakal tau hal yang terbaik buat mereka". Haris dengan bijak menerangkan.
"Ya bukannya apa-apa sih. Cuman gue takutnya mereka bingung. Nanti malah jadi canggung, kan nggak baik juga kalo hubungan mereka ada jaraknya". Dinda mengutarakan kekhawatirannya.
"Bener kata Dinda. Iya kali kalo anak pacaran ada jaraknya gapapa. Lha ini mereka kan udah jadi pasutri". Kali ini Farah membenarkan ucapan Dinda.
"Kalian ini pada ngomongin apaan sih sebenernya? Kalian juga harus inget. Mereka itu bukan lagi anak-anak. Kasih mereka kepercayaan dong biar bisa cepet mandiri. Lagian mereka juga masih sekolah. Pikiran mereka akan jauh lebih baik daripada pikiran kalian yang nggak jelas itu". Zidan dengan sebal menanggapi celotehan emak-emak didepannya.
"Bener kata pak kepsek kita ini. Kalian ini kayak anak ABG aja mikirnya. Santai dikit dong. Jangan banyak maksa. Kasihan nanti anak-anak malah tertekan kan". Fardan mengikuti dengan persetujuan.
Suasana jadi hening sejenak. Mereka kembali menatap layar televisi. Canda tawa mereka kembali pecah saat melihat film komedi yang mereka putar. Yaaah... Memang seharusnya begitu, cukup memikirkan privasi mereka sendiri saja. Tidak perlu mengusik privasi yang lain. Karena mereka punya jalan mereka masing-masing.
🌷🌷🌷🌷🌷
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️
__ADS_1