
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi ππ
π·π·π·π·π·
Setelah kepergian Bagas, Lilia masih membisu dengan memandang jauh ke arah pintu rumah tempat Bagas menghilang. Ardian yang menyadari kegelisahan istrinya mendekat kemudian mencium kepala Lilia. Saat Lilia menolehkan pandangan, tampak wajah suaminya dengan senyuman yang begitu penuh cinta. Ardian menggandeng tangan Lilia. Mengajaknya kembali ke sarang cinta mereka.
Saat kaki keduanya akan melangkah ke tangga...
"Eh... Eh... Eh... Ardian! Kamu mau bawa anak mami kemana?" Farah menghentikan langkah kedua insan muda itu.
"Mami sayaaang. Yang anak mami itu Ardi mi, Lili itu anak mantu. Masak mami lupa sih sama anak sendiri?"
"Jangan nego sama mami ya Ar!! Lili itu udah resmi jadi anak perempuan mami. Jadi nggak ada ya yang namanya anak mantu atau apalah lainnya. Lagian ini udah jam 8. Kamu mau buat Lili menderita ya?"
__ADS_1
"Lhoo kok menderita sih mi. Mami sayaaaang... Ardian akan selalu buat istri Ardi ini bahagian mi".
"Bahagia kalo cuman makan cinta itu ya tetep aja nggak kenyang Ardiansyah Ananthara!!. Udah kamu kalo mau balik ke kamar balik aja sendiri sana.Lili biar sarapan sama mami!! Lili sayang, yuk kita sarapn dulu. Lili pasti laper banget kan. Apalagi ini udah lewat jam sarapan".
"Iya mami. Ayuk sarapan sama-sama. Lili udah laper banget nih". Lilia lal7 menggandeng tangan Farah menuju meja makan.
Ardian langsung menepuk jidatnya seraya bergumam "Duuuh... Begonya gue. Masak istri gue cuman gue kasih kehangatan gue lupa nggak ngasih dia makan". Lalu segera menyusul Lilia dan maminya yang sudah duduk dimeja makan.
π·π·π·π·π·
Entah rasanya ia 'kecanduan' Hubby nya. Ia bahkan tak menolak saat Ardian menaikinya 3x dalam sehari.
(Athor : Duh... Udah kayak minum obat aja 3x sehari. Yang pengantin baru juga gitu apa ya? JanganΒ² lebih yaaa... Hihihihi)
Saat Ardian masih berkutat dengan laptopnya, Lilia tiba-tiba memeluknya dari belakang. Ardian masih fokus menatap layar laptop. Lilia mulai mengecup tengkuk Ardian. Meninggalkan jejak seperti stempel yang berwarna merah maroon.
__ADS_1
"Aaahh... Hunny, kamu kok jadi nakal sih". Ardian meninggalkan laptopnya yang masih menyala. Tadinya dia bermain PES, sekarang beralih bermain dengan Hunny nya. Padahal baru 2 jam yang lalu mereka selesai melakukan adegan panas mereka. Kini ganti Lilia yang menggoda Ardian terlebih dahulu.
"Hunny nggak capek mau minta lagi?"
"Hubby nggak mau?"
"Kalo ada makanan menggiurkan didepan mata, walau udah makan kenapa harus ditolak. Nggak baik nolak rejeki kan".
Mereka memulai permainan kembali. "Mungkin Lilia ketagihan karena gue udah gak pakek pengaman kali ya!" Batin girang Ardian versi nalarnya.
π¬οΈ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang ππ
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari πππ
__ADS_1
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ