
Ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada unsur menyinggung atau merugikan pihak manapun. Dan cerita ini tidak diambil dari kisah nyata.
Selamat berfantasi 😍😍
🌷🌷🌷🌷🌷
Setelah itu acara masih dilanjutkan dengan makan bersama dan sesi foto untuk mengabadikan momen bahagia ini. Lilia yang tiba-tiba menitikkan air matanya membuat suaminya auto cemas.
"Lili kenapa nangis? Ada yang sakit?" Lilia hanya menggeleng. Terus kenapa tiba-tiba nangis? Kayaknya barusan gapapa. Lili capek? Mau istirahat aja? Aku anterin yuk. Nanti aku bilangin kesemuanya kalo Lili butuh istirahat". Ardian sedikit cemas melihat Lilia dengan mata sendunya.
"Gapapa kok Ar, Lili cuman tiba-tiba inget nasehat mama kemarin aja. Entah kenapa kok langsung mewek gini".
(Ardian menghapus air mata istrinya) "Aku kira kenapa. Udah dong jangan mewek lagi. Ini kan hari bahagia kita. Aku ambilin makan ya. Lili tadi belum sempet sarapan kan pasti?" Lilia mengangguk.
Entah karena tidak berselera makan. Atau karena terlena dengan suasana penuh haru ini, rasanya perut Lilia tidak mengajukan protes sama sekali.
Beberapa menit kemudian Ardian datang dengan membawa sepiring nasi dan beberapa lauk pauk.
"Lho Ar... Kok cuman bawa 1 piring? Kamu nggak makan sekalian?" Tanya Lilia sedikit bingung.
__ADS_1
"Piringnya emang 1, tapi sendoknya ada 2. Kita makan sepiring berdua ya. Lili nggak keberatan kan!?"
"Iya gapapa kok kalo itu maunya Ardi".
Dan mereka melahap sarapan yang diambil Ardian tadi. Saat tengah menikmati sarapan mereka, Sinta dan Bagas menghampiri keduanya sambil menggoda.
"Ciieee... Ciiieeee... Pengantin barunya romantis abis niiih yeee..." Goda Sinta.
"Makanannya udah bener tuh sepiring buat berdua. Lha kenapa sendoknya malah 2? Suap-suapan dooonk biar tambah co cweet gitu". Bagas ikut menggoda juga.
Uhuk... Uhukk...
"Kalian apaan sih. Resek banget tau gak. Makan sana biar gak usil mulu. Kalo perlu tuh lo suapin di Sinta biar kalian cepet jadian!" Ardian sedikit kesal dengan keusilan 2 temannya itu.
"Lhaaa... Kenapa nama gue jadi dibawa-bawa. Kalo mau makan ya makan sendiri sana lo Gas. Tangan lo masih lengkap kan!" Sinta malah sekarang yang digoda.
"Ya eelaaah... Segitu nggak maunya lo gue suapin An. Sekali gue suapin ketagihan ntar lo baru nyesel nolak gue lo". Bagas sedikit menekankan nada bicaranya.
"Udah... Udah... Kalian ini kenapa sih kok tiap ketemu mesti baku hantam melulu. Ini kan hari spesial gue. Seenggaknya kalian juga kalem-kalem aja kali ngomongnya". Lilia menengahi keriuhan di kamarnya.
__ADS_1
"Iyaaa... Iya... Maafkan sahabatmu ini ya Liliput. Duh lo cantik pakek banget sih hari ini. Gue doain semoga kalian awet sampek kakek nenek dan semoga Tuhan selalu jagain hubungan kalian ya". Sinta dengan hangat mendoakan kebahagiaan sahabatnya.
"Aamiin..." Lilia dan Ardian menjawab bersamaan, kemudian saling melempar pandangan kaget tapi malu-malu.
"Elaaaahh... Belom juga sehari udah matching aja tu ngomongnya..." Kik... Kik... Kik... "Yadah gue mau ngisi perut gue dulu deh. Kayaknya antrian di seksi konsumsi udah agak lengang tuh. An... Lo mau ikut nggak? Gue tinggal nih!" Ajak Bagas.
"Eeehh... Iya.. Iya gue bareng deh. Liliput sayang... Aku tinggal sarapan bentar yak. Ntar gue temenin lo lagi".., jawab Sinta.
"Iyaa sana buruan... Sarapannya yang lama ya Ta. Biar gue bisa lama juga romantisan berdua sama istri gue!" Aedian menimpali.
"Iiissshh... Apaan sih Ar, malu tau. Gombal mulu ih. Udah lanjutin makannya keburu nggak enak nih nasinya kelamaan di diemin". Lilia melambaikan tangan ke Sinta yang menuju ruang tengah menyusul Bagas.
🌷🌷🌷🌷🌷
🌬️ BERSAMBUNG.....
Support aku dengan like dan vote kalian sayang 😘😘😘
Komen nya dong biar meriah... Yang suka jangan sungkan klik gambar jempol nya ya sayaaang. Vote juga jangan ketinggalan biar author semangat buat up tiap hari 😍😘😘
__ADS_1
❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️