Benih Siapa Di Rahimku?

Benih Siapa Di Rahimku?
BUAT DIA MENCINTAIMU


__ADS_3

Febbi menghampiri Rere dan Romeo dengan jantung yang masih berdebar. "Bukankah kita harus menyebarkan brosur dan bagi bagi bunga? Jika kalian hanya bermesra mesraan saja, bagaimana toko ini bisa ramai." Febbi berdecak kesal sambil melipat kedua lengan didada. Sesungguhnya, dia sedang menyembunyikan kegugupannya.


Rere tersenyum melihat kelakuan Febbi, roman romannya, temannya itu lebih bersemangat dari pada ownernya.


"Ayo kita sebarkan brosur." Febbi menarik kaos yang dikenakan Romeo. Membawanya menuju tangga. "Cepat siapkan dirimu untuk menyambut pelanggan pertama Re." Teriak Febbi sambil menuruni tangga bersama Romeo.


Sesampainya dibawah, Febbi langsung menatap Romeo tajam. Dia mengambil segepok brosur dan menaruhnya kasar ditangan Romeo. Tak lupa sekeranjang bunga mawar yang akan mereka bagikan gratis hari ini.


"Perlu Om bantu?" tawar Tomas yang duduk dibangku kasir. Dia dan Jia sedang sibuk promosi disosial media.


"Tidak perlu om, Romeo masih terlalu kuat untuk mengangkatnya. Benarkan Romeo?" Febbi memberikan tatapan penuh intimidasi.


Romeo mengangguk lalu mengangkat keranjang tersebut dengan sebelah tangan karena tangan yang satunya membawa brosur.


Sesampainya dipinggir jalan, bukannya segera membagikan brosur, Febbi manatap Romeo tajam sambil berkacak pinggang.


"Ada apa?" Sebenarnya sejak tadi Romeo penasaran kenapa Febbi menatapnya seperti itu. Dia heran dengan kelakuan teman Rere itu.


"Jangan bodoh, jangan katakan dulu yang sebenarnya pada Rere."


Deg


Romeo kaget mendengar perkataan Febbi.


"Aku tahu semuanya, aku ada disana saat kejadian itu."


Romeo mencengkeram lengan Febbi kuat sambil menatap nyalang. "Jadi kau komplotan Gina?" bentaknya.


Febbi menggeleng sambil meringis menahan sakit dilengannya. Dia berusaha melepaskan cengkeraman tangan Romeo yang sangat kuat.


"Aku tak bukan komplotannya, aku terpaksa melakukan itu karena desakan Gina. Lepas, ini sakit sekali."

__ADS_1


Mendengar itu, Romeo melepaskan cengkeramannya. Febbi mulai menceritakan kejadian malam itu. Romeo terus terusan berdecak kesal. Sungguh luar biasa Gina mengatur strategi. Dia benar benar menggunakan otak cerdasnya untuk kelicikan.


Keduanya, Febbi dan Romeo, seperti menemukan rekan senasib seperjuangan.


"Jangan gegabah Romeo. Kalau sampai salah langkah, akibatnya bisa fatal, terutama untuk dirimu. Rere bisa saja sangat membencimu. Kau tak maukan, kemarahan Rere padamu dia lampiaskan pada anak dalam kandungannya?"


Romeo menarik rambutnya kebelakang sambil membuang nafas kasar. Tadi dia tak kepikiran sampai kesitu. Yang ada dikepalanya, hanya ingin terbebas dari beban yang berat itu. Karena sesungguhnya, dia sudah tak sanggup untuk berbohong.


"Bikin Rere jatuh cinta padamu Romeo. Kau yakinkan dengan kekuatan cinta? Aku yakin cinta bisa mengalahkan kebencian. Yakinlah Rere akan memaafkanmu karena cintanya padamu. Dan mungkin jika anak kalian sudah lahir, Rere akan berfikir dua kali untuk melaporkanmu ke polisi karena kasus perkosaan itu. Dia pasti tak ingin anaknya memiliki ayah seorang napi."


"Tapi apa itu tidak makin menyakitinya Feb. Membuatnya jatuh cinta, lalu melukainya. Aku tidak sanggup melakukan itu. Itu terlalu kejam."


"Lupakan ancaman Gina Rom, aku yakin dia juga tidak akan gegabah untuk menyebarkan video dan foto itu. Dinegara ini ada undang undang ITE. Dan menyebarkan video atau foto asusila, bisa dikenai pidana. Aku yakin Gina tak akan seceroboh itu."


Tiba tina Febbi teringat sesuatu. "Haikal, ya, hanya Haikal yang bisa membantu."


"Maksudmu?"


Romeo tersenyum getir. Itu artinya, dia harus memberi tahu tentang semua ini pada Haikal. Apakah itu namanya bukan bunuh diri.


"Bagaimana jika Haikal tahu semua ini, dia meminta Rere kembali padanya?"


Febbi berdecak pelan. "Kalau kau memang tak mau itu terjadi, pastikan Rere mencintaimu dulu, baru bergerak. Jangan sembrono Romeo. Kita bisa bergerak pelan pelan. Kalau perlu, kita cari kelemahan Gina. Mungkin dengan begitu, kita bisa membalikkan keadaan. Aku dengar tahun depan ibunya akan maju dipemilihan kepala daerah. Aku yakin dia dan keluarganya akan lebih hati hati bertindak jika tak mau ibunya gagal dipemilihan. Dia tak mungkin menyebarkan foto itu."


Romeo membuang nafas kasar, semoga saja apa yang dikatakan Febbi benar.


"Jangan pikirkan Gina, fokus saja membuat Rere jatuh cinta. Sekarang kita sebar dulu brosurnya. Jangan sampai Rere memergoki kita hanya bicara tanpa melakukan pekerjaan."


Romeo mengangguk, sebanarnya bukan ancaman Gina yang paling dia takuti, tapi kebencina Rere. Keduanya lalu berpencar untuk menyebar brosur dan bagi bagi bunga gratis.


.

__ADS_1


.


Sementara dimobil, Bu Risa langsung menyampaikan unek uneknya.


"Jauhi Gina."


Haikal menoleh pada ibunya. Dia melihat wanita yang biasanya lembut itu, seperti sedang menyimpan kemarahan yang besar.


"Tapi kenapa Bu?"


"Dia wanita berhati busuk, wanita ular, wanita bermuka dua. Sampai kapanpun, ibu tidak akan merestui jika kamu berhubungan dengan Gina." Bu Risa memberikan penekanan disetiap kalimatnya, membuat Haikal merasa heran. Apa yang sebenarnya diketahui ibunya tentang Gina?


"Apa alasan ibu mengatakan Gina seperti itu? Sedangkan Rere yang ketahuan hamil diluar nikah saja, ibu merestui Romeo menikahinya."


"Jangan bandingkan Rere dengan Gina," bentak Bu Risa. Dia jelas tak terima menantu kesayangannya dibandingkan dengan si manusia ular. Haikal makin heran, ada apa sebenarnya ini, kenapa ibunya bisa semarah ini hanya karena dia jalan dengan Gina.


"Katakan apa yang ibu ketahui tentang Gina?"


"Apa kau menyukai wanita siluman itu?"


Haikal tersenyum sembari meraih tangan ibunya yang ada dipankuan. "Haikal tak mencintai Gina Bu, tenanglah, jangan seemosional ini. Jangan sampai darah tinggi ibu kumat gara gara ini."


"Ibu sedang tidak bercanda Haikal, jauhi Gina."


"Tapi apa alasannya Bu?" desak Haikal. "Haikal tak mencintai Gina, Ibu jangan risau. Tapi apakah hanya untuk berteman saja, Haikal tidak boleh?"


"TIDAK, jauhi dia."


Haikal menarik nafas dalam lalu membuangnya. "Apa yang tidak Haikal ketahui Bu?"


"Mungkin kau tidak akan percaya, tapi Gina adalah dalang dibalik gagalnya pernikahanmu dengan Rere."

__ADS_1


__ADS_2