Benih Siapa Di Rahimku?

Benih Siapa Di Rahimku?
HANYA KAMU YANG BISA


__ADS_3

"Dasar pelakor, wanita murahan, tak tahu diri." Seorang wanita paruh baya tengah memaki maki seorana wanita muda. Tak hanya sebatas makian, dia juga menampar hingga sudut bibir wanita muda itu mengeluarkan darah. Bukannya tak bisa melawan, tapi rasa bersalah membuatnya pasrah. Lagipula, dia sudah cukup malu dijadikan tontonan seperti ini. Jika dia melawan, yang ada semua orang akan makin murka padanya.


"Tak bisakah kau mencari laki-laki hingga pria yang sudah bersuami kau embat juga hah? Dimana hati nuranimu sebagai sesama perempuan."


"Maaf." Entah sudah berapa kali kalimat itu keluar dari bibir Febbi. Ya, wanita itu adalah Febbi. Dia yang sedang berada disebuah cafe, didatangi oleh istri sah sugar daddynya.


PLAK


Sekali lagi tamparan itu mendarat dipipi Febbi.


"Kau pikir dengan maaf, bisa mengembalikan semuanya. Rumah tangga yang kubangun bertahun tahun hancur karenamu."


Haikal yang kebetulan ada baru datang kecafe itu, kaget melihat Febbi yang sedang dimaki maki. Febbi hanya menunduk sambil menangis saat sumpah serapah ditujukan padanya. Hingga puncaknya, wanita itu menyiram Febbi dengan segelas minuman.


Setelah wanita itu pergi, semua penonton langsung buyar. Tinggallah Febbi yang masih berdiri memantung sambil terisak. Dia yang saat itu menunduk, kaget ketika seseorang menyampirkan jas dipundaknya.


"Untuk menutupi bajumu yang basah."


"Haikal."


Haikal mengambil tisu diatas meja lalu mengusap darah yang ada disudut bibir Febbi.


"Ayo aku antar pulang."


Febbi menggeleng. "Antar aku kedepan saja, aku bawa mobil."


Haikal mengangguk lalu mengantarkan Febbi hingga parkiran. Tapi disana, Febbi dibuat syok dengan kondisi mobilnya. Kaca depan mobilnya ada tulisan pelakor yang sangat besar menggunakan cat semprot. Tak hanya itu, bagian bodi samping juga dicoret coret dengan kata kata yang memalukan.


Haikal garuk garuk kepala. Padahal pas dia masuk kedalam cafe tadi belum seperti ini. Cepat sekali wanita tadi melakukan ini.

__ADS_1


"Kau yakin akan pulang dengan mobil itu?"


Febbi terdiam, rasanya sangat memalukan jika harus memakai mobil itu. "Aku akan naik taksi saja."


"Biar aku antar, sebutkan alamat rumahmu." Haikal tak tega membiarkan Febbi naik taksi disaat kondisinya seperti ini.


Febbi mengangguk, dia lalu mengikuti Haikal kedalam mobil pria itu.


Sepanjang perjalanan, keduanya hanya diam. Febbi terlalu malu untuk bicara. Dia yakin Haikal tahu semua kejadian tadi. Sedangkan Haikal, dia merasa tak berhak ikut campur apalagi ikut menghakimi Febbi.


Tapi tiba tiba, Haikal teringat sesuatu. Tentang perkataan ibunya yang masih menjadi teka teki. Gina penyebab pernikahannya dengan Rere batal. Mungkinkah Febbi tahu sesuatu? Dan dalam cerita Rere, dia masih ingat jelas jika Rere bilang dia diperkosa di hotel, dimana dia sedang bersama Gina dan Febbi.


Tak terasa, mobil yang mereka tumpangi sampai didepan rumah kontrakan Febbi.


"Terimakasih." Ujar Febbi sambil melepas seatbeltnya.


Mana mungkin Febbi menolak setalah apa yang Haikal lakukan padanya. Setelah mendapatkan persetujuan dari Febbi, mereka turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah.


Rumah kontrakan itu tak seberapa besar. Tapi barang barang didalamnya cukup mewah. Setelah mempersilakan Haikal duduk, Febbi masuk kedalam untuk berganti baju dan membuatkan minum.


Febbi datang dengan segelas teh diatas nampan. Karena ingin segera ke pokok masalah, Haikal segera meminumnya sedikit.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Em..." Haikal bingung harus mulai darimana. "Ini tentang Rere. Apa benar jika malam reuni sekolah dulu, kalian menginap bersama?"


Febbi mengangguk. Rasanya sudah tak ada yang harus dia sembunyikan. Rahasianya sudah terbongkar. Gina sudah tak bisa mengancamnya lagi.


"Rere diperkosa malam itu."

__ADS_1


Deg


Jantung Haikal seperti berhenti berdetak seketika. Bagaimana mungkin Gina dan Febbi memberikan keterangan yang berbeda.


Tak mungkin Rere diperkosa Kal, aku ada disana. Tak terjadi apapun malam itu.


Haikal masih ingat jelas pengakuan Gina hari itu.


"Tapi kenapa Gina bilang ji_"


"Karena Gina adalah dalang dibalik ini semua," potong Febbi.


Percaya atau tidak, Gina yang menyebabkan pernikahanmu dan Rere batal.


Perkataan ibunya terngiang dikepala Haikal. Jadi ini yang dimaksud ibunya hari itu.


"Karena Gina mencintaimu, makanya dia berusaha membuat pernikahanmu dan Rere batal."


Tubuh Haikal terasa lemas. Dadanya teras sakit tatkala mengingat bagaimana Rere berusaha meyakinkannya dulu.


Aku tidak pernah berselingkuh Kal, aku bersumpah. Aku diperkosa.


Haikal menutup kedua matanya yang memanas dengan telapak tangan. Mungkin memalukan jika laki laki menangis, tapi ketika teringat semua tuduhan kejamnya pada Rere, dia sangat menyesal, dia merasa bersalah. Dan air mata penyesalah itu, jatuh dengan sendirinya.


Rere diperkosa karena Gina yang terobsesi padanya. Tapi dengan bodohnya, dia malah menuduh Rere selingkuh. Harusnya dia percaya pada Rere bukan Gina. Malang sekali nasib wanita itu. Dia menjadi korban atas obsesi Gina tapi malah dia campakkan begitu saja dengan membatalkan pernikahan.


"Siapa yang melakukannya Feb, siapa yang memperkosa Rere?" Haikal mengepalkan kedua telapak tangannya. Dia bersumpah akan membalas Gina dan juga pria biadap itu.


"Aku tak bisa mengatakannya Kal. Sebaiknya kau cari tahu sendiri. Gina menyimpan foto bugil Rere dan juga video perkosaan itu. Jika kau merasa bersalah pada Rere, lenyapkan itu semua. Jangan sampai Rere kembali menjadi korban obsesi Gina. Hanya kamu yang bisa melakukan itu Kal."

__ADS_1


__ADS_2