Benih Siapa Di Rahimku?

Benih Siapa Di Rahimku?
BERSAMA 3 ORANG ASING


__ADS_3

Gina yang mabuk berat, tak menyadari jika Haikal sudah pergi meninggalkannya. Alin hanya tersenyum miring padanya, sama sekali tak peduli dengan kondisinya. Hingga datang dua orang pria mendekatinya dan duduk disebalah kiri dan kanan Gina.


"Hai girl, are you ok?" Salah seorang pria mencoba menggoyangkan bahu Gina. Tapi cewek yang mabuk berat itu tak merespon apa apa, hanya melihat sebentar lalu kembali meletakkan kepalanya yang berat diatas meja.


Melihat ada mangsa, pria itu memberi kode pada temannya.


"Dia sama siapa kesini?" tanya pria yang ada disebelah Gina pada Alin.


"Temannya sudah pulang, bawa aja kalau mau." Alin yang memang dari awal tadi tak menyukai Gina, malah senang jika cewek itu segera hilang dari pandangannya.


Mendengar itu, kedua pria yang ada dikanan dan kiri Gina langsung tersenyum lebar. Mereka seperti mendapatkan jackpot malam ini. Tak ingin membuang waktu, keduanya memanggil lagi seorang teman mereka lalu membawa Gina pergi dari sana. Menuntun wanita yang sempoyongan tersebut dari sebelah kiri dan kanan.


"Kita eksekusi dimana nih?" Tanya salah seorang pada kedua temannya.


"Dimobil aja, sayang kalau harus keluar uang buat sewa kamar hotel."


"Bagus juga ide lo Bro."


Mereka segera memasukkan Gina ke mobil bagian belakang. Dua orang bersama Gina dibelakang. Sementara salah satu, bertugas menyetir mobil.


"Haikal." Racau Gina sambil berusaha melihat wajah pria yang ada disampingnya. Pria tersebut tengah menggerayangi tubuhnya dan berusaha melepaskan pakaiannya.


"Ya sayang, aku Haikal. Ayo kita bersenang senang." Sahut pria itu dan langsung disambut tawa oleh yang lain. Dari suara tawa itulah, Gina sadar jika dia tak hanya dengan seorang pria, melainkan lebih dari satu.


Merasa ada yang menggerayangi tubuhnya dari belakang, Gina segera menoleh. Dia sangat kaget saat menyadari ada dua orang pria yang berada dibangku belakang dengannya. Dia berusaha memfokuskan pandangannya yang kabur, meski remang remang, dia yakin jika pria yang bersamanya sekarang bukan Haikal.


"Kami akan membawamu kesurga malam ini sayang." Pria dibelakang Gina menarik koas yang dia kenakan sampai terlepas. Sedang pria yang ada didepannya, berusaha melepaskan rok mini yang dia kenakan.

__ADS_1


"Lepas, lepaskan aku."


Gina berusaha berontak tapi kondisinya yang mabuk, jelas tak bisa melawan tenaga dua pria yang mengapitnya. Tak mungkin ada yang mendengar teriakannya karena mobil terus melaju dan musik diputar sangat kencang.


"Kami pasti akan melepaskanmu cantik. Tapi nanti, setelah kita bersenang senang."


Kedua pria itu akhirnya berhasil melepaskan semua pakaian Gina. Dan tanpa perasaan, melemparkan pakaian itu keluar dari mobil.


Gina tak berdaya saat keduanya memperkosanya secara bergiliran. Dua orang pria yang juga setengah mabuk itu, memperlakukan Gina dengan sangat kasar.


Gina menjerit jerit kesakitan tapi tak ada yang mempedulikannya. Keduanya justru semakin bersemangat menikmati makan malam spesial mereka.


Setelah dua orang selesai, Gina pikir penderitaannya berakhir, tapi ternyata dia salah. Sang supir berganti posisi dengan temannya, dan untuk yang ketiga kalinya, Gina merasakan miliknya dipaksa menerima hujaman yang sangat kasar.


Air mata Gina meleleh bersamaan dengan pria ketiga menyemburkan benihnya. Entah sudah berapa banyak benih yang hari ini disiram kerahimmya.


Tubuh Gina terasa remuk. Jangankan untuk berteriak minta tolong, untuk berbicara saja, rasanya dia tak ada tenaga.


"Jangan, aku mohon jangan." Rintih Gina disisa tenaganya. Dia mencoba menutupi wajahnya dengan tangan. Tapi dengan segera, salah seorang pria menyingkirkan tangan itu.


"Jangan lapor polisi kalau tak mau foto bugilmu tersebar diinternet." Ancam salah satu dari mereka. "Lagian kamu sudah tidak perawan, jadi gak usah sok suci."


Teman temannya tertawa mendengar ejekan itu.


"Lagian lo aneh Bro. Cewek yang mainnya ke club malam, mana ada yang masih perawan," timpal seseorang lainnya.


"Atau malah jangan jangan, nih cewek wanita panggilan."

__ADS_1


"Oh iya, satu lagi. Kalau kamu hamil, gak usah usaha nyari kami buat bertanggung jawab, langsung gugurin. Lagian kami juga gak tahu siapa yang berhasil menghamili kamu."


"Hahaha." Mereka langsung tertawa bersamaan.


Gina mengelus perutnya. Dia berdoa semoga saja tidak sampai hamil.


"Belum pagi Bro, kayaknya masih bisa nih, satu putaran lagi."


Mendengar itu, dunia Gina terasa runtuh. Dia sudah tak ada tenaga saat ini. Masih bisanya mereka hendak menggilirnya lagi. Akhirnya Gina pingsan saat mereka kembali memperkosanya. Entah berapa lama dia pingsan, hingga tiba tiba dia merasakan percikan air diwajahnya.


"Bangun, dimana rumah lo, biar kita antar?"


Gina yang masih setengah sadar, hanya diam saja.


"Ribet Bro, ngapain pakai antar segala sih. Udah tinggalin aja dia disini."


Karena pakaian Gina sudah mereka buang. Terpaksa salah satu dari mereka memberikan kaosnya untuk dipakai Gina.


"Tolong antar saya pulang." Gina memelas pada mereka.


Merasa kasihan, akhirnya mereka mengantarkan Gina sampai didekat apartemennya.


"Ini tas lo. Kita gak jahat jahat amat. Cuma mau tubuh lo aja, bukan mau ngerampok. Ingat, jangan coba coba lapor polisi." Salah satu dari mereka membuka pintu lalu mendorong Gina keluar. Wanita itu sampai terjungkal.


"Itu lo kelihatan."


"Hahaha."

__ADS_1


Gina cepat cepat menutup bagian intinya yang terlihat. Dia memang hanya memakai kaos tanpa bawahan apalagi dalaman. Tak pelak saat dia terjatuh tadi, kaosnya terangkat dan bagian sensitifnya langsung terlihat.


Mobil mereka langsung melesat meninggalkan Gina. Sedangkan Gina, dengan tubuh yang terasa remuk dan bagian inti yang teramat sakit, mencoba untuk bangun dan berjalan tertatih masuk keapartemen. Berkali kali dia hampir terjatuh karena pandangan yang berkunang kunang serta kepala yang pusing efek minuman beralkohol yang dia minum semalam.


__ADS_2