Benih Siapa Di Rahimku?

Benih Siapa Di Rahimku?
MULAI BERAKSI


__ADS_3

Pagi ini, terasa lebih indah dari pagi pagi sebelumnya. Dua insan yang sedang dimabuk cinta saling berpegangan tangan selama dimobil menuju juliet florist. Berkali kali mereka saling berpandangan lalu tersenyum. Rere tak menyangka jika dia akan merasakan jatuh cinta lagi setelah dulu dia rasakan pada Haikal.


Cintaku sedalam samudra


Setinggi langit di angkasa


Kepadamu


Mereka kompak menyanyikan lagu cinta mati yang saat itu diputar dimobil.


Sambil terus menyanyi, sesekali Romeo mencium punggung tangan Rere. Kemesraan itu terus terjadi hingga mobil yang dikendarai Romeo sampai didepan juliet florist. Didepan toko yang masih tutup, tampak Vani yang sedang menunggu kedatangan Rere.


"Sepertinya aku tak bisa membantumu membuka toko." Romeo sudah lumayan kesiangan hari ini.


"Tak masalah, ada Vani yang akan membantu." Rere menunjuk gadis manis yang berdiri didepan rolling door.


"Yang berat berat, biar Vani saja. Kamu harus jaga dia baik baik." Romeo mengelus perut buncit Rere.


"Siap Pak Suami."


"Astaga, manis sekali istriku." Romeo mengacak gemas puncak kepala Rere lalu mencium keningnya.


Tanpa mereka sadari, diseberang jalan ada Haikal yang memperhatikan dari dalam mobilnya. Sudah sejak 1 jam yang lalu dia memarkirkan mobilnya diseberang jalan depan juliet florist. Semalam dia tak bisa tidur karena fakta baru yang dia ketahui.

__ADS_1


Brak brak


Dia memukul mukul kemudi, melampiaskan kekesalannya pada takdir dan pada dirinya sendiri. Bodoh, bisa bisanya dia lebih percaya pada Gina daripada Rere, yang notabene wanita yang dia cintai. Cemburu dan sakit hatilah yang membuat dia membutakan mata dan menulikan telinga. Dia tak mau melihat kejujuran dimata Rere, dan juga tak mau mendengarkan penjelasan dari Rere. Dan sekarang, dia diliputi penyesalan yang sangat dalam.


Dia bisa melihat tawa dibibir Romeo dan juga Rere. Dan saat melihat Romeo mengelus dan mencium perut Rere, dia menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dia tak punya hati sebesar Romeo yang bisa menerima dan menyayangi anak dalam kandungan Rere dengan tulus. Kalau saja dulu pernikahannya tak batal, mungkin saat ini, dia yang ada diposisi Romeo.


"Papa pergi dulu sayang." Romeo memberikan kecupan terakhir diperut Rere sebelum dia berangkat. Setelahnya dia langsung berjalan menuju mobil.


"Dada papa." Rere melambaikan tangannya kearah Romeo yang sudah berada didalam mobil. Dia masih saja memperhatikan mobil Romeo hingga mobil tersebut kembali ke jalan raya.


Sementara Romeo, dia menyipitkan mata melihat mobil yang tak asing disebarang juliet florist. Dia sangat yakin jika itu mobil Haikal. Tapi kenapa Haikal ada disana? Romeo jadi berfikiran macama macam.


Melihat Romeo sudah pergi, ingin sekali Haikal mendatangi Rere, tapi dia merasa tak pantas. Dia adalah pecundang. Sekarang Rere sudah bahagia dengan Romeo, meski masih ada cinta untuk wanita itu, tak mungkin dia merebut istri adiknya sendiri.


Haikal melajukan mobilnya menuju kantor. Sepanjang jalan, dia memikirkan cara untuk mendapatkan ponsel Gina. Selain itu, dia juga harus bisa masuk kedalam apartmen milik Gina.


.


.


Meski tak tahu apakah rencananya akan berhasil atau tidak, tapi Haikal tetap melakukannya.


Sore itu, dia sudah berada didepan apartemen Gina. Dia mengambil ponsel untuk menghubungi wanita itu.

__ADS_1


"Hallo Gin, aku udah didepan apartemenmu. Tapi..."


"Aku masih dikantor Kal." Sahut Gina cepat.


"Astaga, pantas saja aku tekan bel berkali kali tapi tak ada yang buka. Yah, padahal aku sudah membawa pizza. Hari ini aku sedang galau, pengen curhat sama kamu."


Tak ada sahutan dari Gina, membuat Haikal jadi kalut. Sebenarnya dia tahu jika Gina masih dikantor. Sengaja dia meminta atasan Gina yang tak lain adalah teman baikknya untuk menyuruh gadis itu lembur.


"Ya sudah, mungkin aku datang disaat yang tidak tepat. Kalau begitu ...aku pulang sa_"


"Jangan." Seru Gina cepat. "Masuk saja, tunggu aku didalam, sebentar lagi aku pulang."


Yessss


Haikal berteriak dalam hati. Dia tak menyangka jika akan semudah ini membodohi Gina. Mungkin cinta memang bisa membuat orang menjadi bodoh, batinnya.


Setelah Gina memberikan nomor pin sandi apartemannya, Haikal langsung masuk. Dia meletakkan pizza diatas meja sambil menyeringai lebar. Saatnya dia beraksi sekarang. Semoga saja dia bisa menemukan laptop, ponsel, flash disk atau apapun itu. Dia yakin jika Gina tak hanya punya satu ponsel. Selain yang dia pakai sekarang, kemungkinan besar dia masih punya lagi.


.


.


Hai readers tercinta. Author punya kabar buruk nih. Hp Otor yang biasa dibuat ngetik rusak 😭😭😭. Ini aja pinjem hp Pak Su buat ngetik. Doain aja masih tetep bisa up ya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan hadiahnya biar sedikit mengurangi kesedihan otor.


__ADS_2